Rematik: Penyakit Peradangan Sendi yang Sering Terabaikan
Halo sobat Panti Nirmala!
Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!
Rematik adalah istilah umum yang merujuk pada kelompok kondisi yang ditandai oleh peradangan pada sendi, dan sering kali menyebabkan nyeri, pembengkakan, kekakuan, serta keterbatasan gerak. Penyakit ini termasuk gangguan autoimun ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan tubuh sendiri dan bukan sekadar masalah otot atau tulang biasa.
Apa Itu Rematik?
Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit radang sendi kronis yang memengaruhi persendian dan jaringan di sekitarnya. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang sel-sel sehat di area persendian, memicu peradangan yang berlangsung lama dan cenderung progresif. Radang yang terus menerus dapat merusak sendi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari penderita.
Selain rheumatoid arthritis, istilah rematik juga mencakup berbagai kondisi lain seperti osteoarthritis, sindrom Sjögren, ankylosing spondylitis, lupus, dan artritis psoriasis. Semua jenis ini memiliki ciri peradangan pada sendi, meskipun penyebab spesifiknya bisa berbeda.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab rematik tidak selalu sama pada setiap jenisnya. Namun, sebagian besar penyakit rematik memiliki unsur gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendiri. Faktor-faktor yang diduga berperan antara lain:
Genetik atau keturunan yang membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan autoimun.
Infeksi bakteri atau virus tertentu yang diduga dapat memicu respon imun abnormal.
Usia dan jenis kelamin, di mana risiko cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih sering terjadi pada wanita.
Faktor lingkungan, seperti paparan asap rokok atau polusi udara, yang diduga meningkatkan risiko rematik.
Kondisi medis tertentu, seperti obesitas, diabetes, atau gangguan hormon, turut meningkatkan risiko peradangan sendi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala rematik bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya, tetapi beberapa tanda yang sering ditemui antara lain:
Nyeri sendi, terutama di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak.
Pembengkakan dan kemerahan di sekitar sendi yang terkena.
Kekakuan sendi, membuat gerakan terasa sulit atau kaku.
Kelelahan dan demam ringan yang sering menyertai kondisi peradangan kronis.
Pada beberapa jenis rematik spesifik, gejala lain juga bisa muncul, seperti mata atau mulut kering pada sindrom Sjögren atau ruam kulit pada lupus.
Karena gejalanya tidak selalu khas dan bisa menyerupai gangguan lain, deteksi dini melalui pemeriksaan medis penting agar diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan tepat waktu.
Dampak Rematik jika Tidak Ditangani
Kalau dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, rematik dapat menyebabkan:
Kerusakan sendi permanen.
Penurunan fungsi gerak.
Gangguan pada organ lain seperti jantung dan paru-paru, tergantung pada jenis rematiknya.
Penderita sering kali mengalami gangguan kualitas hidup karena rasa nyeri terus-menerus dan keterbatasan aktivitas.
Mengelola dan Mengatasi Rematik
Pengobatan rematik biasanya bertujuan mengurangi peradangan dan mengendalikan gejala agar tidak bertambah parah. Langkah manajemen yang umum dilakukan antara lain:
Obat antiinflamasi atau obat yang mengubah jalannya penyakit (disease-modifying antirheumatic drugs).
Terapi fisik untuk mempertahankan fungsi sendi.
Perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga ringan untuk mengurangi tekanan pada sendi.
Pendidikan tentang penyakit dan dukungan medis berkelanjutan membantu penderita menjalani hidup yang lebih berkualitas meskipun dengan kondisi kronis.
Rematik bukan sekadar nyeri sendi biasa. Kondisi ini merupakan penyakit peradangan kronis yang bisa memengaruhi banyak aspek kesehatan, termasuk mobilitas dan kualitas hidup. Karena itu, pengenalan dini, pemeriksaan medis, dan perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada
DR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*
dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*
dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*
Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417)
*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu
Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7
Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini
#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan