Artikel Kesehatan

Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya
Kesehatan

Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Di tengah masyarakat, masih banyak beredar anggapan bahwa mandi malam dapat memicu penyakit rematik. Tak jarang, larangan mandi setelah malam hari disampaikan secara turun-temurun karena diyakini membuat sendi kaku, pegal, bahkan menimbulkan rematik di kemudian hari. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara medis? Memahami Apa Itu RematikRematik merupakan istilah umum untuk berbagai penyakit yang menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya, salah satunya adalah rheumatoid arthritis. Penyakit ini terjadi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sendi, sehingga menimbulkan peradangan kronis. Proses terjadinya rematik tidak berkaitan dengan kebiasaan mandi atau paparan air di waktu tertentu, melainkan dipengaruhi oleh faktor internal tubuh seperti genetik, usia, dan kondisi kesehatan tertentu. Mandi Malam dan Rematik: Mitos yang Perlu DiluruskanHingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik. Penyakit rematik tidak muncul akibat suhu air atau waktu mandi, melainkan melalui proses biologis yang kompleks di dalam tubuh. Oleh karena itu, anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab langsung rematik termasuk dalam kategori mitos kesehatan. Mengapa Setelah Mandi Malam Tubuh Terasa Pegal?Meski tidak menyebabkan rematik, mandi malam—terutama dengan air dingin—dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Hal ini biasanya disebabkan oleh:Penurunan suhu tubuh setelah mandi yang membuat otot terasa kakuKondisi lingkungan yang dingin setelah mandiAdanya gangguan sendi ringan atau masalah otot sebelumnyaRasa pegal atau kaku ini bersifat sementara dan tidak sama dengan penyakit rematik yang bersifat kronis. Tips Agar Tetap Nyaman Saat Mandi di Malam HariBagi Anda yang terbiasa mandi malam, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kenyamanan tubuh:Gunakan air hangat agar otot lebih rileksSegera mengeringkan tubuh setelah mandiMengenakan pakaian hangatMenghindari mandi terlalu larut saat suhu udara sangat dinginDengan langkah sederhana ini, mandi malam tetap aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan sendi. Kapan Perlu Memeriksakan Nyeri Sendi ke Dokter?Jika nyeri sendi muncul secara terus-menerus, disertai pembengkakan, kekakuan di pagi hari, atau berlangsung dalam jangka waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan dini penting untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat. Mandi malam tidak menyebabkan rematik. Penyakit rematik merupakan gangguan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor internal tubuh, bukan kebiasaan mandi di malam hari. Edukasi yang tepat penting agar masyarakat tidak lagi terjebak pada mitos, serta lebih memahami perbedaan antara keluhan sementara dan kondisi medis yang memerlukan penanganan dokter.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Nyeri Haid Mengganggu Tidur? Coba Posisi Ini agar Lebih Nyaman
    Kesehatan

    Nyeri Haid Mengganggu Tidur? Coba Posisi Ini agar Lebih Nyaman

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Nyeri haid kerap menjadi keluhan banyak perempuan saat menstruasi. Rasa kram di perut bagian bawah, nyeri pinggang, hingga pegal di tubuh sering kali mengganggu kualitas tidur. Padahal, istirahat yang cukup justru dibutuhkan tubuh untuk membantu meredakan rasa sakit. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memilih posisi tidur yang tepat. Mengapa Posisi Tidur Berpengaruh pada Nyeri Haid?Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya. Kontraksi ini dapat menimbulkan rasa nyeri. Posisi tidur tertentu dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan punggung, melancarkan aliran darah, serta membuat otot-otot tubuh lebih rileks. Dengan begitu, nyeri haid pun dapat berkurang. Posisi Tidur yang Dianjurkan saat Nyeri HaidBerikut beberapa posisi tidur yang dapat membantu meredakan nyeri haid.1. Tidur Meringkuk atau Posisi Janin Tidur menyamping dengan lutut ditekuk ke arah dada dikenal sebagai posisi janin. Posisi ini dapat mengurangi tekanan pada otot perut dan rahim sehingga kram terasa lebih ringan. Banyak perempuan merasa posisi ini paling nyaman saat nyeri haid menyerang.2. Tidur Telentang dengan Bantal di Bawah Lutut Bagi yang terbiasa tidur telentang, menambahkan bantal di bawah lutut bisa menjadi solusi. Posisi ini membantu menjaga lengkungan alami tulang belakang dan mengurangi tekanan di area perut serta punggung bawah.3. Tidur Menyamping dengan Bantal di Antara Kaki Tidur menyamping dengan bantal di antara kedua paha membantu menjaga posisi pinggul tetap sejajar. Cara ini dapat mengurangi ketegangan pada punggung bawah dan membantu meredakan nyeri yang menjalar ke pinggang. Posisi Tidur yang Sebaiknya DihindariTidur tengkurap sebaiknya dihindari saat nyeri haid. Posisi ini dapat memberikan tekanan berlebih pada perut dan rahim, sehingga berpotensi memperparah kram menstruasi. Tips Tambahan agar Tidur Lebih Nyaman saat HaidSelain memperhatikan posisi tidur, beberapa cara berikut juga bisa membantu meningkatkan kenyamanan saat menstruasi:Gunakan kasur dan bantal yang mendukung postur tubuhKompres hangat di perut atau punggung sebelum tidurHindari minuman berkafein menjelang tidurPastikan tubuh cukup terhidrasi Memilih posisi tidur yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri haid dan meningkatkan kualitas istirahat. Posisi menyamping, telentang dengan bantal penyangga, serta posisi janin dapat menjadi pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks. Jika nyeri haid terasa sangat berat dan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?
    Kesehatan

    Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Flu tidak hanya menyebabkan hidung tersumbat, pilek, atau demam. Pada sebagian orang, flu juga disertai sakit kepala yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umum terjadi dan berkaitan dengan respons tubuh terhadap infeksi virus influenza. Mengapa Flu Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?Sakit kepala saat flu umumnya dipicu oleh peradangan yang terjadi akibat infeksi virus. Ketika tubuh melawan virus flu, sistem kekebalan akan melepaskan zat kimia tertentu yang memicu peradangan. Proses ini dapat menimbulkan rasa nyeri di kepala.Selain itu, flu sering menyebabkan hidung tersumbat dan sinus meradang. Tekanan pada rongga sinus inilah yang kerap menimbulkan sakit kepala, terutama di area dahi, sekitar mata, dan pangkal hidung. Dehidrasi dan demam yang menyertai flu juga dapat memperparah keluhan sakit kepala. Ciri-Ciri Sakit Kepala karena FluSakit kepala akibat flu biasanya memiliki beberapa ciri khas, antara lain:Nyeri terasa tumpul atau seperti tertekanLokasi nyeri di dahi, pelipis, atau sekitar mataRasa sakit memburuk saat membungkuk atau menggerakkan kepalaDisertai gejala flu lain seperti pilek, batuk, demam, dan nyeri ototKeluhan ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring meredanya flu. Cara Mengatasi Sakit Kepala akibat FluAda beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan sakit kepala karena flu.1. Istirahat yang Cukup Memberi waktu tubuh untuk beristirahat membantu sistem imun melawan infeksi virus dengan lebih optimal.2. Perbanyak Minum Air Putih Cairan membantu mencegah dehidrasi dan mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga tekanan pada sinus berkurang.3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan sakit kepala dan demam, sesuai aturan pakai.4. Kompres Hangat atau Dingin Mengompres dahi atau area sekitar hidung dengan air hangat dapat membantu meredakan tekanan sinus. Kompres dingin juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri.5. Hirup Uap Hangat Uap hangat dapat membantu membuka saluran hidung yang tersumbat dan mengurangi tekanan pada sinus. Kapan Perlu ke Dokter?Sakit kepala akibat flu umumnya tidak berbahaya. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika sakit kepala terasa sangat hebat, berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai muntah hebat, gangguan penglihatan, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun. Sakit kepala karena flu merupakan kondisi yang umum terjadi dan berkaitan dengan peradangan serta tekanan pada sinus. Dengan istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan penanganan yang tepat, keluhan ini biasanya dapat mereda seiring membaiknya kondisi flu.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenali Fisioterapi dan Perannya dalam Menjaga Kesehatan Tubuh
    Kesehatan

    Kenali Fisioterapi dan Perannya dalam Menjaga Kesehatan Tubuh

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Fisioterapi merupakan salah satu layanan kesehatan yang berperan penting dalam membantu memulihkan fungsi gerak tubuh akibat cedera, penyakit, atau kondisi medis tertentu. Terapi ini tidak hanya ditujukan bagi pasien pascaoperasi, tetapi juga bagi siapa saja yang mengalami gangguan gerak dan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa Itu Fisioterapi?Fisioterapi adalah metode perawatan yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan memulihkan kemampuan gerak serta fungsi tubuh. Penanganan dilakukan oleh fisioterapis profesional melalui pendekatan fisik, seperti latihan gerak, terapi manual, hingga penggunaan alat bantu tertentu. Fisioterapi juga berperan dalam pencegahan cedera dan edukasi agar pasien dapat menjaga kesehatan tubuhnya secara mandiri. Manfaat Fisioterapi bagi KesehatanFisioterapi memberikan berbagai manfaat, tergantung pada kondisi pasien. Beberapa manfaat utama fisioterapi antara lain:Mengurangi nyeri dan kekakuan otot maupun sendiMemperbaiki postur dan keseimbangan tubuhMeningkatkan kekuatan dan fleksibilitas ototMembantu pemulihan pascaoperasi atau cederaMengoptimalkan kemampuan gerak pada penderita penyakit kronisDengan penanganan yang tepat, fisioterapi dapat membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman. Jenis-Jenis FisioterapiTerdapat beberapa jenis fisioterapi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien.1. Fisioterapi Ortopedi Jenis ini berfokus pada gangguan tulang, otot, dan sendi, seperti nyeri punggung, cedera olahraga, atau patah tulang.2. Fisioterapi Neurologi Ditujukan bagi pasien dengan gangguan sistem saraf, misalnya stroke, cedera saraf, atau penyakit Parkinson.3. Fisioterapi Kardiorespirasi Membantu pasien dengan gangguan jantung dan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau pemulihan pascaoperasi jantung.4. Fisioterapi Pediatri Diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik atau gangguan gerak sejak dini.5. Fisioterapi Geriatri Fokus pada lansia untuk membantu menjaga mobilitas, keseimbangan, serta mengurangi risiko jatuh. Kapan Perlu Menjalani Fisioterapi?Fisioterapi disarankan ketika seseorang mengalami nyeri berkepanjangan, keterbatasan gerak, atau sedang menjalani masa pemulihan setelah sakit dan operasi. Selain itu, fisioterapi juga dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan, terutama bagi individu yang memiliki aktivitas fisik berat atau risiko cedera tinggi. Fisioterapi merupakan bagian penting dalam perawatan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui pemulihan dan pemeliharaan fungsi gerak tubuh. Dengan penanganan yang tepat dan rutin, fisioterapi dapat membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal dan minim risiko cedera.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Rehab Medik Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Djoko Witjaksono, Sp.KFR, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 08.00 - 10.00 WIB*dr. FX Dimas Bagus Respati, Sp.KFR, M.Ked.Klin, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 15.00 - 16.30 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Daftar Obat P3K yang Wajib Dibawa Saat Liburan agar Perjalanan Tetap Aman
    Kesehatan

    Daftar Obat P3K yang Wajib Dibawa Saat Liburan agar Perjalanan Tetap Aman

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Liburan seharusnya menjadi momen menyenangkan untuk melepas penat. Namun, perubahan cuaca, aktivitas fisik yang meningkat, hingga makanan yang berbeda dari biasanya bisa memicu gangguan kesehatan ringan. Karena itu, membawa kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) berisi obat-obatan dasar menjadi langkah penting agar liburan tetap aman dan nyaman. Mengapa P3K Penting Saat Liburan?Saat bepergian, terutama ke tempat yang jauh dari fasilitas kesehatan, akses terhadap obat-obatan bisa menjadi terbatas. Kotak P3K membantu memberikan penanganan awal jika terjadi keluhan kesehatan ringan atau cedera kecil, sehingga kondisi tidak bertambah parah dan liburan dapat tetap berjalan. Obat Wajib dalam Kotak P3K Saat LiburanBeberapa jenis obat sebaiknya selalu tersedia dalam P3K selama liburan.1. Obat Pereda Nyeri dan Penurun Demam Obat seperti parasetamol atau ibuprofen berguna untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot, atau demam yang bisa muncul akibat kelelahan dan perubahan cuaca.2. Obat Diare Perubahan makanan dan minuman saat liburan dapat memicu gangguan pencernaan. Obat diare dan oralit penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika bepergian bersama anak-anak.3. Obat Maag atau Gangguan Lambung Pola makan yang tidak teratur selama liburan bisa memicu sakit maag. Antasida atau obat lambung dapat membantu meredakan perih dan mual.4. Obat Alergi Alergi bisa muncul akibat debu, udara dingin, atau makanan tertentu. Antihistamin dapat membantu meredakan gatal, bersin, atau ruam ringan.5. Obat Flu dan Batuk Perubahan suhu dan kelelahan sering memicu flu. Obat flu dan batuk dapat membantu meredakan gejala ringan agar aktivitas liburan tidak terganggu. Perlengkapan Medis PendukungSelain obat-obatan, P3K juga sebaiknya dilengkapi dengan perlengkapan medis dasar, seperti:Plester luka dan kasa sterilCairan antiseptik untuk membersihkan lukaSalep luka atau salep antibiotik ringanTermometerGunting kecil dan pinsetPerlengkapan ini berguna untuk menangani luka ringan, lecet, atau goresan yang sering terjadi saat beraktivitas di luar ruangan. Tips Menyimpan dan Menggunakan Obat Saat BepergianSimpan obat dalam wadah tertutup dan kedap air, serta jauhkan dari paparan panas langsung. Pastikan obat masih dalam masa kedaluwarsa dan dibawa bersama aturan pakainya. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, jangan lupa membawa obat rutin sesuai resep dokter.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Membawa daftar obat P3K saat liburan merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan selama perjalanan. Dengan persiapan yang matang, risiko gangguan kesehatan ringan dapat ditangani sejak awal, sehingga liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Fakta Medis di Balik Mitos Penggunaan Pembalut
    Kesehatan

    Fakta Medis di Balik Mitos Penggunaan Pembalut

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pembalut merupakan produk kesehatan yang digunakan perempuan saat menstruasi. Meski penggunaannya sudah sangat umum, masih banyak informasi keliru atau mitos seputar pembalut yang beredar di masyarakat. Mitos-mitos ini kerap dipercaya begitu saja dan dapat memengaruhi cara perempuan menjaga kesehatan area intim. Berdasarkan referensi dari Hello Sehat, berikut sejumlah mitos tentang pembalut yang perlu diluruskan. Mitos Pembalut Mengandung Bahan BerbahayaSalah satu mitos yang sering beredar adalah anggapan bahwa pembalut mengandung bahan berbahaya yang dapat memicu kanker atau penyakit serius lainnya. Faktanya, pembalut yang beredar di pasaran telah melalui proses pengawasan dan uji keamanan. Selama digunakan sesuai aturan dan diganti secara teratur, pembalut umumnya aman digunakan. Mitos Pembalut Wajib Diganti Saat Penuh SajaMasih banyak yang beranggapan pembalut hanya perlu diganti ketika sudah penuh. Padahal, pembalut sebaiknya diganti setiap 3–4 jam, meskipun darah menstruasi belum banyak. Kebiasaan jarang mengganti pembalut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan menyebabkan iritasi atau infeksi pada area kewanitaan. Mitos Semua Pembalut Sama SajaTidak semua pembalut memiliki fungsi dan karakteristik yang sama. Pembalut tersedia dalam berbagai ukuran, ketebalan, dan daya serap yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti untuk aliran darah ringan atau berat. Memilih pembalut yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan selama menstruasi. Mitos Pembalut Bersayap Selalu Lebih BaikPembalut bersayap sering dianggap lebih aman karena mampu menahan pembalut agar tidak bergeser. Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan jenis ini. Pemilihan pembalut sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi masing-masing, bukan sekadar mengikuti anggapan umum. Mitos Pembalut Tipis Tidak Menyerap dengan BaikPembalut tipis kerap dianggap kurang mampu menyerap darah menstruasi. Faktanya, banyak pembalut tipis yang dirancang dengan teknologi khusus sehingga tetap memiliki daya serap tinggi. Pembalut jenis ini justru cocok bagi perempuan yang ingin tetap beraktivitas dengan nyaman tanpa merasa tebal atau mengganjal. Cara Menggunakan Pembalut dengan AmanUntuk menjaga kesehatan selama menstruasi, penting memperhatikan cara penggunaan pembalut. Pilih pembalut yang sesuai kebutuhan, ganti secara rutin, dan jaga kebersihan area kewanitaan. Selain itu, simpan pembalut di tempat yang bersih dan kering agar kualitasnya tetap terjaga. Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik OBGYN (Kandungan) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana, Sp.OG, (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Berbagai mitos seputar pembalut masih banyak dipercaya, padahal tidak semuanya benar. Memahami fakta yang tepat membantu perempuan menggunakan pembalut dengan lebih aman dan nyaman. Dengan informasi yang benar, kesehatan selama menstruasi pun dapat terjaga dengan lebih optimal.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenali Gejala Usus Buntu pada Remaja yang Perlu Diwaspadai
    Kesehatan

    Kenali Gejala Usus Buntu pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi peradangan pada organ apendiks yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk remaja. Pada kelompok usia ini, gejala usus buntu kerap tidak disadari sejak awal karena mirip dengan gangguan pencernaan biasa. Padahal, jika terlambat ditangani, usus buntu dapat menimbulkan komplikasi serius. Apa Itu Usus Buntu?Usus buntu adalah peradangan pada apendiks, yaitu organ kecil berbentuk kantong yang terhubung dengan usus besar. Peradangan ini umumnya terjadi akibat sumbatan, misalnya oleh sisa makanan atau tinja yang mengeras, sehingga memicu infeksi. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera, terutama jika nyeri semakin berat. Gejala Awal Usus Buntu pada RemajaGejala usus buntu pada remaja biasanya muncul secara bertahap. Tanda awal yang sering dirasakan adalah nyeri di sekitar pusar. Rasa nyeri ini kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan semakin terasa tajam seiring waktu.Selain nyeri perut, remaja juga dapat mengalami mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Beberapa kasus disertai perut kembung atau rasa tidak nyaman setelah makan. Tanda Lanjutan yang Perlu DiwaspadaiJika peradangan semakin parah, gejala lain bisa muncul, seperti demam ringan, diare atau justru sembelit, serta perut terasa nyeri saat ditekan. Pada sebagian remaja, nyeri dapat bertambah saat berjalan, batuk, atau melakukan gerakan tertentu.Nyeri yang semakin hebat dan tidak mereda menjadi tanda penting bahwa kondisi ini tidak boleh diabaikan. Pada tahap ini, risiko pecahnya usus buntu semakin tinggi dan dapat menyebabkan infeksi serius di rongga perut. Mengapa Usus Buntu pada Remaja Sulit Dikenali?Pada remaja, gejala usus buntu sering menyerupai sakit maag, keracunan makanan, atau gangguan pencernaan lainnya. Akibatnya, keluhan kerap dianggap sepele dan penanganan medis menjadi tertunda. Padahal, diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Kapan Harus ke Dokter?Remaja sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika mengalami nyeri perut kanan bawah yang semakin berat, disertai mual, muntah, atau demam. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang tepat. Gejala usus buntu pada remaja dapat muncul secara perlahan dan sering kali menyerupai gangguan pencernaan biasa. Namun, nyeri perut yang berpindah ke kanan bawah dan semakin memburuk merupakan tanda khas yang perlu diwaspadai. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan remaja secara keseluruhan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung
    Kesehatan

    Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Tas ransel menjadi perlengkapan yang banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Meski terlihat praktis, kebiasaan memakai tas ransel dengan cara yang keliru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada tulang dan punggung. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu nyeri berkepanjangan hingga gangguan postur tubuh. Dampak Kebiasaan Memakai Tas Ransel yang SalahBeban tas yang terlalu berat atau posisi tas yang tidak tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Akibatnya, otot punggung dan bahu harus bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menimbulkan nyeri punggung bawah, sakit leher, nyeri bahu, hingga gangguan keseimbangan tubuh. Pada anak dan remaja, penggunaan tas ransel yang salah bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan tulang. Memilih Tas Ransel yang TepatLangkah awal untuk menjaga kesehatan punggung adalah memilih tas ransel yang sesuai. Tas sebaiknya memiliki dua tali bahu yang lebar dan empuk agar beban dapat terbagi secara merata. Selain itu, tas dengan bantalan di bagian punggung lebih disarankan karena dapat mengurangi tekanan langsung pada tulang belakang. Ukuran tas juga perlu disesuaikan dengan tinggi badan agar tidak mengganggu postur. Perhatikan Berat dan Susunan Isi TasBerat tas ransel idealnya tidak melebihi 10–15 persen dari berat badan. Tas yang terlalu berat akan membuat tubuh cenderung membungkuk ke depan, sehingga meningkatkan tekanan pada tulang belakang. Susun barang di dalam tas dengan rapi, letakkan barang yang paling berat di bagian tengah dan dekat dengan punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh. Gunakan Kedua Tali Bahu Secara BersamaanKesalahan yang sering dilakukan adalah memakai tas ransel hanya pada satu bahu. Kebiasaan ini membuat beban tubuh tidak seimbang dan meningkatkan risiko nyeri bahu serta punggung. Gunakan kedua tali bahu dan atur panjang tali agar tas menempel nyaman di punggung, tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat. Pastikan Posisi Tas di Punggung Sudah TepatPosisi tas ransel yang ideal adalah berada di tengah punggung, tidak menggantung terlalu rendah hingga mendekati pinggang. Tas yang terlalu rendah dapat menarik tubuh ke belakang dan memberi tekanan tambahan pada punggung bagian bawah. Sebaiknya, bagian bawah tas berada beberapa sentimeter di atas pinggang. Manfaatkan Tali Dada atau Tali PinggangJika tas ransel dilengkapi tali dada atau tali pinggang, gunakanlah. Tali tambahan ini membantu mendistribusikan beban ke bagian tubuh lain sehingga tekanan pada bahu dan punggung dapat berkurang. Selain itu, tali ini juga membantu menjaga postur tubuh tetap tegak saat berjalan. Istirahatkan Punggung Secara BerkalaBagi yang harus membawa tas ransel dalam waktu lama, penting untuk sesekali melepaskan tas dan memberi waktu istirahat pada otot punggung dan bahu. Melakukan peregangan ringan juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Cara memakai tas ransel yang benar berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan punggung. Mulai dari memilih tas yang tepat, mengatur berat beban, hingga memperhatikan posisi tas di punggung, semua langkah tersebut dapat membantu mencegah nyeri dan gangguan postur. Kebiasaan sederhana ini penting diterapkan sejak dini agar kesehatan tulang tetap terjaga dalam jangka panjang.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?
    Kesehatan

    Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Masih banyak orang yang bingung membedakan antara aligner dan retainer, padahal keduanya merupakan perangkat gigi yang sering direkomendasikan oleh dokter gigi. Meskipun sama-sama dipasang di gigi, fungsi, tujuan, dan cara penggunaannya berbeda. Artikel ini akan mengupas perbedaan utama kedua perangkat tersebut agar Anda bisa lebih memahami manfaatnya. Apa Itu Aligner?Aligner adalah perangkat gigi transparan yang dirancang untuk merapikan susunan gigi secara bertahap. Aligner dibuat khusus sesuai bentuk gigi setiap individu melalui teknologi digital, sehingga pas saat digunakan. Fungsi Aligner Mengoreksi posisi gigi yang tidak rata Mengatasi gigi renggang atau bertumpuk Merapikan gigitan yang kurang sesuai (maloklusi) Aligner bekerja dengan cara dipakai selama sekitar 20–22 jam per hari, lalu diganti secara berkala sesuai jadwal dari dokter gigi. Dengan pemakaian teratur, gigi akan bergerak secara perlahan ke posisi yang diinginkan. Apa Itu Retainer?Retainer adalah perangkat yang digunakan setelah perawatan ortodonti (misalnya setelah behel atau aligner) untuk memastikan gigi tetap berada di posisi baru yang sudah dicapai.Retainer berfungsi mencegah gigi kembali ke posisi semula (relaps), yang merupakan hal umum terjadi jika tidak ada perangkat penahan. Perbedaan Utama Antara Aligner dan Retainer Aspek Aligner Retainer Tujuan penggunaan Merapikan posisi gigi Menjaga posisi gigi setelah rapi Waktu penggunaan Selama masa perawatan aktif Setelah perawatan selesai Fungsinya Menggerakkan gigi Mencegah gigi bergerak kembali Diganti secara berkala Ya Tergantung jenis retainer Sering dipakai 20–22 jam/hari Bisa dipakai setiap hari atau sesuai anjuran dokter  Kapan Harus Menggunakan Aligner?Aligner biasanya digunakan ketika seorang pasien memiliki: Gigi yang tidak rata Gigi yang renggang atau saling bertumpuk Masalah pada gigitan seperti overbite atau crossbite Perangkat ini cocok bagi yang ingin hasil rapi tanpa harus memakai kawat gigi logam, karena aligner bersifat transparan dan dapat dilepas saat makan atau membersihkan gigi. Kapan Harus Menggunakan Retainer?Retainer digunakan setelah perawatan ortodonti selesai untuk menjaga posisi gigi. Dokter biasanya menyarankan pemakaian retainer secara teratur selama beberapa waktu, karena gigi cenderung kembali ke posisi awal jika tidak ada penahan. Perawatan Aligner dan RetainerUntuk menjaga kebersihan dan fungsinya, berikut tips perawatan: Membersihkan perangkat setiap hari dengan sikat lembut dan air bersih Hindari menggunakan pasta gigi yang kasar karena dapat menggores permukaan Simpan perangkat di tempat yang bersih dan aman saat dilepas Rutin kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal Dengan perawatan yang baik, aligner dan retainer dapat bekerja efektif untuk menghasilkan susunan gigi yang rapi sekaligus menjaga hasil perawatan jangka panjang. Walaupun aligner dan retainer sama-sama dipasang di gigi dan sering tampak mirip, tujuan dan fungsi keduanya sangat berbeda. Aligner digunakan untuk mengoreksi posisi gigi. Retainer digunakan untuk menjaga posisi gigi setelah perawatan selesai. Memahami perbedaan ini penting agar Anda bisa mengikuti anjuran dokter gigi dengan tepat dan mendapatkan hasil yang optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadrg. Kosmas Kurniawan, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 10.00 - 12.00 WIB*drg. Ganjar Bismo Darmalaksono, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*drg. Setyabudi N.S, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis, & Jumat pukul 18.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Waspadai Salmonella di Telur: Informasi Penting untuk Keluarga Sehat
    Kesehatan

    Waspadai Salmonella di Telur: Informasi Penting untuk Keluarga Sehat

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Apa Itu Kontaminasi Salmonella pada Telur?Salmonella adalah bakteri yang bisa terdapat pada telur, baik di luar maupun di dalam cangkang. Kontaminasi bisa terjadi sejak proses pembentukan telur di dalam tubuh ayam, atau ketika cangkang terpapar bakteri dari kotoran ayam. Sayangnya, telur yang terkontaminasi tidak menunjukkan tanda khusus seperti bau atau perubahan warna, sehingga tidak dapat dikenali hanya dengan melihatnya secara kasat mata. Untuk memastikan keberadaan Salmonella, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Kenapa Salmonella Bisa Ada pada Telur?Bakteri Salmonella dapat masuk ke telur melalui dua jalur: Saat telur terbentuk di dalam tubuh ayam — jika ayam itu sendiri membawa Salmonella, bakteri bisa terbawa ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk. Setelah telur keluar — bakteri dari kotoran ayam atau lingkungan dapat melekat pada cangkang dan masuk melalui pori-pori atau retakan kecil. Akibatnya, telur yang tampak normal sekalipun bisa membawa bakteri berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Apa Saja Gejala Infeksi Salmonella?Jika seseorang mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella, gejala infeksi umumnya muncul dalam 6 jam hingga 6 hari setelah makan. Gejala yang sering terjadi meliputi: Diare Demam Kram perut Mual dan muntah Kelelahan Sebagian orang dapat mengalami sembuh tanpa pengobatan khusus dalam beberapa hari. Namun, pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, infeksi ini bisa lebih berat dan perlu perhatian medis khusus. Tips Memilih dan Menyimpan Telur yang AmanMeskipun tidak ada cara untuk memastikan telur bebas Salmonella hanya dengan melihatnya, Anda bisa mengurangi risiko dengan langkah berikut:Saat Membeli: Pilih telur yang disimpan di tempat sejuk atau lemari pendingin. Pastikan kemasan tidak rusak. Saat Menyimpan Telur: Simpan telur mentah di lemari es atau tempat sejuk dan kering. Jangan menyimpan telur mentah terlalu lama idealnya tidak lebih dari 3 minggu di kulkas. Pisahkan telur dari makanan lain untuk menghindari kontaminasi silang.  Cara Memasak Telur Agar AmanUntuk mencegah infeksi Salmonella, pastikan telur dan olahannya matang sempurna sebelum dikonsumsi. Beberapa tipsnya: Pastikan bagian putih dan kuning telur tidak lagi encer saat dimasak. Rebus telur selama minimal 8 menit untuk memastikan bakteri mati. Jika memasak di oven, pastikan suhu internal mencapai setidaknya 72°C. Cuci bersih peralatan dapur yang terkena telur mentah dengan sabun. Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, seperti pada adonan kue yang belum dipanggang atau minuman berbasis telur mentah, karena risiko Salmonella lebih tinggi. Pencegahan Tambahan agar Terhindar dari InfeksiSelain memilih, menyimpan, dan memasak telur dengan benar, lakukan hal berikut: Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani telur mentah. Jangan mencicipi adonan yang mengandung telur mentah. Simpan telur matang di kulkas dan habiskan dalam 3–4 hari. Jika telur terlihat tidak biasa (misalnya retak atau kotor), lebih baik tidak dikonsumsi.  Kontaminasi Salmonella pada telur merupakan masalah kesehatan yang serius karena bakteri ini tidak terlihat secara kasat mata dan dapat menyebabkan infeksi usus yang tidak nyaman atau bahkan komplikasi pada kelompok risiko tinggi. Dengan memilih telur yang baik, menyimpan dan memasaknya secara benar, serta menjaga kebersihan saat mengolahnya, Anda dapat mengurangi risiko infeksi dan tetap menikmati telur sebagai bagian dari menu sehat sehari-hari.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Awas! Racun dalam Kerang Bisa Berbahaya bagi Kesehatan
    Kesehatan

    Awas! Racun dalam Kerang Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kerang merupakan salah satu makanan laut yang populer karena harganya terjangkau dan kaya rasa. Namun, kerang juga termasuk salah satu jenis seafood yang sering menjadi penyebab keracunan makanan jika terkontaminasi racun tertentu.Apa Itu Keracunan Kerang?Keracunan kerang terjadi ketika seseorang mengonsumsi kerang yang mengandung racun alami yang berasal dari alga berbahaya atau polutan di laut. Racun ini kemudian masuk ke tubuh dan memicu gejala yang bisa ringan hingga serius.  Gejala Keracunan KerangGejala keracunan biasanya muncul 30–60 menit setelah makan kerang yang terkontaminasi, tetapi terkadang bisa muncul beberapa jam kemudian tergantung jenis racunnya. Gejala yang umum dialami antara lain: Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut Mual dan muntah Diare Sakit kepala Pusing Kebingungan Gejala tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis racun yang dikonsumsi, jumlah racun, dan kondisi sistem imun tubuh. Penyebab Keracunan KerangKerang merupakan organisme penyaring yang hidup di laut dan memakan fitoplankton (alga kecil). Beberapa jenis alga bisa menghasilkan racun yang kemudian terakumulasi di tubuh kerang. Sayangnya, kerang tidak bisa membedakan antara alga yang beracun dan tidak, sehingga racun dapat menumpuk dan ikut termakan manusia.Berdasarkan jenis racunnya, keracunan kerang bisa dibedakan menjadi beberapa tipe, antara lain: Paralytic Shellfish Poisoning (PSP): Disebabkan oleh racun saxitoxin, termasuk yang paling berbahaya. Diarrhetic Shellfish Poisoning (DSP): Akibat racun dari alga tertentu, biasanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Neurotoxic Shellfish Poisoning (NSP): Disebabkan oleh racun dari brevetoxin. Amnesic Shellfish Poisoning (ASP): Disebabkan oleh asam domoat, pernah dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan memori pada kasus berat. Azaspiracid Shellfish Poisoning (AZA): Disebabkan oleh racun azaspiracid. Selain racun dari alga, pencemaran laut oleh limbah dan polutan juga dapat meningkatkan risiko keracunan kerang. Racun-racun ini tidak bisa dihancurkan dengan memasak atau pengolahan biasa, sehingga kerang bisa tetap berbahaya meskipun sudah matang. Cara Mengatasi Keracunan KerangJika Anda atau seseorang mengalami gejala setelah mengonsumsi kerang, langkah yang sebaiknya dilakukan adalah: Segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Keracunan kerang bisa serius dan memerlukan penanganan medis terutama pada gejala berat. Selama menunggu pertolongan medis, penuhi kebutuhan cairan tubuh karena muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Air putih, air kelapa, atau minuman isotonik bisa membantu. Hindari memuntahkan kerang secara paksa atau mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan istirahat cukup dan pemantauan kondisi sampai racun keluar dari tubuh. Pada gejala serius, seperti gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran, penanganan di rumah sakit mungkin mencakup perawatan suportif hingga racun dinetralisasi.  Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Kerang?Untuk mengurangi risiko keracunan makanan akibat kerang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan: Beli kerang dari penjual yang bersih dan terpercaya. Hindari kerang yang sudah lama disimpan atau terlihat tidak segar. Jangan tergiur oleh harga yang terlalu murah tanpa memastikan kualitasnya. Masak kerang hingga benar-benar matang, meskipun racun tetap tidak hilang dengan panas, memasak dapat mengurangi risiko kontaminasi bakteri lain. Simpan kerang di tempat bersih dan sesuai dengan aturan keamanan pangan. Dengan memilih kerang dari sumber yang tepat dan mengolahnya dengan benar, Anda dapat menikmati makanan laut ini sambil meminimalkan risiko keracunan. Keracunan kerang merupakan kondisi akibat konsumsi kerang yang terkontaminasi racun dari alga atau polutan laut. Gejalanya dapat meliputi mual, muntah, diare, kesemutan di mulut, sakit kepala, hingga kebingungan. Penanganannya bergantung pada tingkat keparahan gejala, dan pencegahan terbaik adalah dengan memastikan kerang yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan diolah dengan benar.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0