Artikel Kesehatan

Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya
Kesehatan

Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik? Ini Penjelasan Medisnya

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Di tengah masyarakat, masih banyak beredar anggapan bahwa mandi malam dapat memicu penyakit rematik. Tak jarang, larangan mandi setelah malam hari disampaikan secara turun-temurun karena diyakini membuat sendi kaku, pegal, bahkan menimbulkan rematik di kemudian hari. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara medis? Memahami Apa Itu RematikRematik merupakan istilah umum untuk berbagai penyakit yang menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya, salah satunya adalah rheumatoid arthritis. Penyakit ini terjadi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sendi, sehingga menimbulkan peradangan kronis. Proses terjadinya rematik tidak berkaitan dengan kebiasaan mandi atau paparan air di waktu tertentu, melainkan dipengaruhi oleh faktor internal tubuh seperti genetik, usia, dan kondisi kesehatan tertentu. Mandi Malam dan Rematik: Mitos yang Perlu DiluruskanHingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik. Penyakit rematik tidak muncul akibat suhu air atau waktu mandi, melainkan melalui proses biologis yang kompleks di dalam tubuh. Oleh karena itu, anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab langsung rematik termasuk dalam kategori mitos kesehatan. Mengapa Setelah Mandi Malam Tubuh Terasa Pegal?Meski tidak menyebabkan rematik, mandi malam—terutama dengan air dingin—dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Hal ini biasanya disebabkan oleh:Penurunan suhu tubuh setelah mandi yang membuat otot terasa kakuKondisi lingkungan yang dingin setelah mandiAdanya gangguan sendi ringan atau masalah otot sebelumnyaRasa pegal atau kaku ini bersifat sementara dan tidak sama dengan penyakit rematik yang bersifat kronis. Tips Agar Tetap Nyaman Saat Mandi di Malam HariBagi Anda yang terbiasa mandi malam, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kenyamanan tubuh:Gunakan air hangat agar otot lebih rileksSegera mengeringkan tubuh setelah mandiMengenakan pakaian hangatMenghindari mandi terlalu larut saat suhu udara sangat dinginDengan langkah sederhana ini, mandi malam tetap aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan sendi. Kapan Perlu Memeriksakan Nyeri Sendi ke Dokter?Jika nyeri sendi muncul secara terus-menerus, disertai pembengkakan, kekakuan di pagi hari, atau berlangsung dalam jangka waktu lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan dini penting untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat. Mandi malam tidak menyebabkan rematik. Penyakit rematik merupakan gangguan kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor internal tubuh, bukan kebiasaan mandi di malam hari. Edukasi yang tepat penting agar masyarakat tidak lagi terjebak pada mitos, serta lebih memahami perbedaan antara keluhan sementara dan kondisi medis yang memerlukan penanganan dokter.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Kurang Gerak dan Gaya Hidup Instan: Pemicu Diabetes di Kalangan Anak Muda
    Kesehatan

    Kurang Gerak dan Gaya Hidup Instan: Pemicu Diabetes di Kalangan Anak Muda

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Meski banyak orang masih menganggap diabetes adalah “penyakit orang tua”, kenyataannya saat ini justru semakin banyak anak, remaja, dan dewasa muda yang mengalami kondisi ini. Perubahan gaya hidup modern dengan pola makan tinggi gula, aktivitas fisik rendah, dan stres kronis telah membuat diabetes makin mengintai generasi muda.Artikel ini akan membahas kenapa kondisi ini bisa terjadi pada generasi muda, apa saja gejalanya yang perlu diwaspadai, dan lebih penting lagi: bagaimana cara pencegahan yang konkret agar kita bisa tetap sehat dan produktif di masa depan. Mengapa Diabetes Bisa Menyerang Generasi Muda?Berikut adalah beberapa faktor pemicu yang makin sering ditemukan pada anak muda:Pola makan tidak seimbang: Konsumsi minuman dan makanan manis tinggi gula, makanan olahan, sedikit sayuran dan buah.Minim aktivitas fisik: Banyak remaja dan dewasa muda menghabiskan waktu duduk dan menatap layar, sedikit bergerak.Obesitas atau kelebihan berat badan di area perut: Ini meningkatkan resistensi insulin yang memicu diabetes.Faktor genetik atau keluarga: Jika anggota keluarga punya diabetes, risiko Anda juga meningkat.Gaya hidup modern & stres: Begadang, penggunaan gadget terus-menerus, dan tekanan kehidupan sehari-hari dapat berdampak pada metabolisme. Gejala Diabetes yang Perlu DiwaspadaiKebanyakan gejala diabetes bisa muncul perlahan, sehingga mudah diabaikan. Berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan:Rasa haus yang terus-menerus (polidipsi)Sering buang air kecil, termasuk malam hari (poliuri)Lapar berlebihan namun berat badan justru menurun (polifagia)Penglihatan kabur atau sering kelelahanLuka yang sulit sembuh atau infeksi yang sering munculApabila Anda atau orang muda di sekitar Anda memiliki beberapa dari gejala tersebut, ada baiknya melakukan pemeriksaan gula darah. Kenapa Ini Jadi Masalah Serius?Karena diabetes yang muncul di usia muda berarti paparan kadar gula tinggi akan berlangsung lebih lama dalam tubuh. Akibatnya, risiko komplikasi seperti:Penyakit jantung dan strokeGagal ginjalKebutaanInfeksi berat hingga amputasi.Selain itu, dampak psikologis dan sosial juga nyata: stigma, pengaturan diet yang ketat, harus rutin mengecek gula darah, dan ini semua bisa menurunkan kualitas hidup, kepercayaan diri, dan produktivitas generasi muda. Cara Pencegahan yang Bisa Mulai SekarangUntungnya, banyak langkah sederhana namun sangat efektif yang bisa dilakukan oleh generasi muda untuk menekan risiko diabetes:Pola makan sehat: Kurangi asupan gula tambahan, makanan olahan dan minuman manis. Perbanyak sayur, buah, biji-bijian, dan sumber protein sehat.Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari: Olahraga ringan seperti jalan cepat, bersepeda, atau aktif bermain juga cukup membantu.Jaga berat badan ideal: Hindari kelebihan berat badan atau obesitas terutama lemak di bagian perut.Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan: Karena keduanya dapat memperburuk metabolisme.Kelola stres dan tidur cukup: Kurang tidur dan stres kronis bisa mengganggu hormon yang mengatur gula darah.Lakukan skrining rutin: Meski masih muda, lakukan pemeriksaan gula darah jika memiliki faktor risiko atau gaya hidup yang kurang ideal. Generasi muda bukan hanya bagian dari masa depan mereka masa sekarang dari produktivitas, kreativitas, dan pembangunan bangsa. Diabetes bukanlah “kondisi yang datang nanti” saja, melainkan realitas yang bisa menyerang lebih cepat dari yang kita bayangkan.Dengan memahami risiko, mengenali gejala sejak dini, dan menjalani gaya hidup sehat, kita bisa mengambil langkah nyata untuk mencegah diabetes agar generasi muda bisa hidup aktif, sehat, dan produktif.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDr. dr. Winarko Luminturahardjo., Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis, Sabtu pukul 09.00 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan., Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira., Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Dishidrosis (Eksim di Tangan dan Kaki): Kenali dan Atasi Dengan Bijak
    Kesehatan

    Dishidrosis (Eksim di Tangan dan Kaki): Kenali dan Atasi Dengan Bijak

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah merasakan lepuhan-lepus kecil di telapak tangan atau kaki yang terasa gatal, perih, atau terus muncul ulang? Mungkin itu adalah dyshidrosis jenis eksim yang khusus muncul di area tangan dan kaki. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami kondisi ini dengan pendekatan yang humanis: apa itu dishidrosis, gejalanya, penyebab yang mungkin, serta bagaimana mengelolanya agar tidak terus kambuh. Apa Itu Dishidrosis?Dishidrosis, atau disebut juga pompholyx atau eksim dishidrotik, adalah kondisi kulit yang ditandai dengan kemunculan lepuhan kecil berisi cairan terutama di telapak tangan, telapak kaki, dan sela-sela jari. Lepuhan ini bisa terasa gatal, perih, atau bahkan tidak disadari saat muncul. Meskipun bukan infeksi yang menular, dishidrosis bisa sangat mengganggu dan kambuh berulang kali. Gejala yang Perlu DiketahuiBeberapa tanda khas dishidrosis meliputi:Lepuhan berbintik kecil (berdiameter ~3 mm atau kurang) yang muncul di telapak tangan, telapak kaki, ujung jari atau lipatan antar-jari.Lepuhan berisi cairan yang tampak buram, kadang menyatu membentuk lepuhan yang lebih besar.Rasa gatal atau sensasi terbakar; kadang nyeri apabila lepuhan pecah atau terinfeksi.Kulit yang tertutup lepuhan bisa mengering, bersisik, atau retak terutama jika area tersebut sering terpapar air, sabun, atau iritan lainnya. Penyebab dan Faktor RisikoMeskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya jelas, para ahli menemukan beberapa faktor yang sering terkait dengan munculnya dishidrosis:Riwayat alergi atau eksim sebelumnya (dermatitis atopik) bisa meningkatkan kecenderungan.Stres atau kecemasan yang berkelanjutan.Kontak atau paparan dengan zat iritan atau acarien seperti logam (nikel, kobalt), bahan kimia rumah tangga (sabun keras, detergen), atau sering basah-keringnya tangan/kaki.Kulit yang lembap terus-menerus atau banyak berkeringat, terutama di tangan dan kaki yang terpapar air. Penanganan dan PengelolaanMeskipun dishidrosis tidak selalu bisa “sembuh total” karena cenderung kambuh, banyak orang bisa mengendalikan gejalanya dan memperpanjang periode bebas lepuhan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:Gunakan salep atau krim kortikosteroid topikal untuk meredakan peradangan dan gatal saat kambuh.Untuk kasus yang lebih berat, terapi tambahan seperti fototerapi (terapi sinar), imunomodulator topikal, atau bahkan suntikan botoks bisa dipertimbangkan.Perawatan rumahan: menjaga kebersihan dan kelembapan kulit; menggunakan air hangat kuku atau kompres dingin saat muncul lepuhan untuk meredakan rasa tidak nyaman.Hindari pemicu yang telah Anda identifikasi misalnya kontak logam, sabun keras, bahan kimia rumah tangga, serta kondisi tangan atau kaki yang basah terus-menerus. Munculnya lepuhan di tangan atau kaki bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa terganggu dan membuat Anda merasa kurang nyaman. Tapi Anda tidak sendiri, dan dengan pemahaman yang tepat tentang kondisi ini, Anda bisa mengambil langkah nyata untuk meredakan dan mengelola dishidrosis.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis., Sp.DVE, praktek setiap hari Senin - Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Mengapa Kurang Tidur Bisa Membahayakan? Simak 5 Dampak Utama
    Kesehatan

    Mengapa Kurang Tidur Bisa Membahayakan? Simak 5 Dampak Utama

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Tidur bukan sekadar istirahat melainkan momen penting bagi tubuh dan otak untuk memperbaiki diri dan memulihkan energi. Namun, banyak dari kita yang malah mengabaikan waktu tidur cukup. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), kurang tidur bisa membawa lima dampak serius bagi kesehatan. Lima Dampak Utama Kurang Tidurini bisa membuat sistem kekebalan lemah, organ tubuh tidak optimal, dan kita jadi lebih rentan sakit.Kulit terlihat lebih tua Kurang tidur mengganggu regenerasi sel kulit, sehingga garis-garis halus lebih cepat muncul, kulit tampak kusam, dan tanda penuaan bisa datang lebih dini.Sering lupa Waktu tidur yang kurang membuat otak tidak punya “waktu istirahat” yang cukup, sehingga memori dan kemampuan mengingat bisa melemah.Munculnya obesitas Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang akibatnya kita bisa makan lebih banyak atau memilih makanan kurang sehat, yang memicu kenaikan berat badan.Hilangnya konsentrasi saat belajar atau bekerja Otak yang kelelahan karena tidur tidak cukup akan kesulitan fokus, membuat kita sulit mengikuti pelajaran atau kerja dengan efektif. Apa Yang Bisa Dilakukan Agar Tidur Lebih Baik?Usahakan tidur dalam durasi yang cukup (umumnya 7–8 jam untuk orang dewasa), dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman: matikan gadget, atur cahaya lembut, dan hindari kafein atau makanan berat menjelang tidur.Jadwalkan aktivitas fisik secara rutin olahraga moderat membantu tubuh lelah secara sehat dan meningkatkan kualitas tidur.Perhatikan pola makan dan hindari makan besar atau terlalu manis dekat waktu tidur.Bila Anda terus-menerus sulit tidur atau merasa kualitas tidur jelek, sebaiknya konsultasi ke tenaga kesehatan. Tidur cukup bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan kesehatan yang penting. Tubuh yang kurang tidur bukan cuma merasa lelah semata ia bisa memicu gangguan fisik, mental, dan kualitas hidup. Mulailah memberi waktu dan perhatian lebih untuk tidur malam Anda. Karena tubuh Anda pantas mendapatkan “istirahat” yang layak, agar esok hari Anda bisa bangun lebih kuat, lebih fokus, dan lebih sehat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Serangan Jantung di Usia Muda: Kini Ancaman Nyata Meski Tubuh Masih “Muda”
    Kesehatan

    Serangan Jantung di Usia Muda: Kini Ancaman Nyata Meski Tubuh Masih “Muda”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Dulu, serangan jantung selalu dikaitkan dengan orang lanjut usia. Namun kenyataannya saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan bahwa penyakit ini mulai mengintai generasi muda usia 20 hingga 40 tahun. Kenapa Serangan Jantung Bisa Terjadi pada Usia Muda?Menurut Kemenkes, peningkatan kasus serangan jantung pada usia muda tidak lepas dari gaya hidup modern yang sering menekan jantung:Konsumsi makanan cepat saji, tinggi lemak dan gula.Merokok atau menggunakan vape, yang mempercepat kerusakan pembuluh darah.Kurang aktivitas fisik, banyak duduk, stres kerja atau sosial yang tinggi.Faktor lain seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan riwayat keluarga juga turut menaikkan risiko. Gejala yang Harus DiwaspadaiGejala serangan jantung pada usia muda kadang tidak jelas atau dianggap “capek biasa”. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada, lengan kiri, leher atau rahangSesak napas, mual atau muntahKelelahan yang tidak wajar, pusing atau berkeringat dingin. Jika muncul salah satu atau beberapa gejala tersebut meskipun Anda merasa “masih muda dan sehat” sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan SekarangMenjaga kesehatan jantung bukan hanya tugas bagi orang tua generasi muda pun harus aktif. Berikut beberapa langkah nyata yang bisa Anda lakukan:Pemeriksaan rutin: Cek tekanan darah, kolesterol, gula darah secara berkala.Berhenti merokok, batasi alkohol: Kebiasaan ini sangat berkontribusi dalam risiko serangan jantung.Aktivitas fisik teratur: Minimal 30 menit olahraga dengan intensitas sedang setiap hari atau 150 menit per minggu.Pola makan sehat: Lebihkan sayur, buah, biji-bijian, dan kurangi makanan tinggi lemak jenuh atau gula.Kelola stres dan tidur cukup: Karena stres dan kurang tidur juga bisa memperburuk kondisi pembuluh darah dan metabolisme.Hindari terlalu lama duduk: Banyak duduk berarti otot dan pembuluh darah tidak “digunakan” dengan baik, yang bisa mempercepat perubahan buruk pada jantung.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Serangan jantung bukan lagi “masalah besok” ia bisa terjadi saat Anda merasa paling bugar sekalipun. Penting untuk mulai peduli sekarang, bukan nanti. Mulailah dengan perubahan kecil tapi konsisten: olahraga ringan, makan lebih sehat, berhenti merokok, dan dengarkan tubuh Anda.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kenapa Setelah Makan Besar Bisa Terasa Sangat Ngantuk? Mengenal Fenomena “Koma Makanan”
    Kesehatan

    Kenapa Setelah Makan Besar Bisa Terasa Sangat Ngantuk? Mengenal Fenomena “Koma Makanan”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernahkah Anda merasakan kantuk luar biasa beberapa saat setelah makan besar? Kondisi ini sering disebut “koma makanan” atau dalam istilah medis *postprandial somnolence”. Meskipun namanya terdengar serius, bukan berarti Anda kehilangan kesadaran hanya tubuh yang “memilih” untuk mengistirahatkan diri setelah memproses makanan. Artikel ini membantu Anda memahami sebab-sebabnya dan cara mengatasinya dengan sederhana dan realistis. Apa Itu Koma Makanan?Kalau Anda merasa lemas, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi setelah makan, itulah yang dimaksud. Beberapa ciri khasnya: Rasa kantuk mendadak setelah makan besar. Kelelahan fisik atau kurang semangat. Konsentrasi menurun atau sulit fokus.  Penyebab UmumBeberapa faktor yang biasanya menjadi pemicu: Jenis makanan yang dikonsumsi Makanan tinggi karbohidrat atau gula bisa meningkatkan produksi hormon serotonin melalui jalur triptofan dan membuat Anda mengantuk. Porsi makan terlalu besar Saat makan dalam jumlah besar, tubuh butuh banyak energi untuk proses pencernaan, sehingga aliran darah ke usus meningkat dan membawa penurunan sementara aliran ke otak yang bisa memicu mengantuk. Waktu makan Makan berat di waktu yang “alamiah” membuat tubuh memasuki fase lelah (misalnya setelah waktu makan siang) karena ritme sirkadian tubuh. Pengalihan aliran darah Setelah makan besar, aliran darah ke saluran pencernaan meningkat untuk mendukung metabolisme makanan, sedangkan aliran ke bagian lain (termasuk otak) bisa sedikit berkurang ini bisa berkontribusi pada rasa kantuk.  Apakah Koma Makanan Berbahaya?Pada dasarnya, rasa kantuk setelah makan besar umumnya tidak berbahaya. Namun, ada situasi yang perlu diwaspadai: Jika kantuk muncul di waktu-waktu yang kritis misalnya ketika mengemudi. Jika diiringi dengan gejala lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab, sering merasa kelelahan walau tidak makan besar ini bisa menandakan kondisi medis lain seperti diabetes.  Cara Mengatasi dan MencegahAgar Anda tidak terus-menerus merasa “tertidur” setelah makan, berikut beberapa langkah praktis: Makanlah dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering, alih-alih satu kali makan besar. Pilih makanan yang seimbang: karbohidrat kompleks, sayur dan buah, protein yang cukup, dan kurang gula tambahan. Setelah makan, bergerak ringan (misalnya jalan kaki selama 10-15 menit) untuk membantu sistem pencernaan dan menjaga aliran darah. Hindari langsung berbaring atau tidur tepat setelah makan beri waktu untuk proses pencernaan berjalan. Pastikan waktu makan Anda sesuai dengan ritme tubuh dan hindari makan berat tepat sebelum aktivitas penting atau mengemudi.  Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Rasa kantuk yang datang setelah makan besar bisa jadi hanya refleksi biologis tubuh yang sedang mencerna makanan. Dengan mengenali faktor-pemicu dan menerapkan sedikit perubahan gaya hidup, Anda bisa menghindari “koma makanan” dan tetap merasa segar setelah makan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Serunya Belajar Masak Sehat Bersama Anak di Momen HUT ke-96 RS Panti Nirmala
    Kesehatan

    Serunya Belajar Masak Sehat Bersama Anak di Momen HUT ke-96 RS Panti Nirmala

    MALANG – Suasana ceria dan tawa riang terdengar di area McDonald Sarinah Malang pada Jumat pagi. Dalam rangka memperingati HUT ke-96 Rumah Sakit Panti Nirmala, rumah sakit legendaris di Kota Malang ini menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya kelas memasak anak-anak yang sarat edukasi dan keceriaan.Anak-anak peserta tampak antusias mengikuti setiap langkah dalam membuat menu favorit mereka. Dengan topi dan celemek kecil berwarna cerah, mereka belajar mengenal bahan makanan, cara memasak sederhana, hingga pentingnya menjaga kebersihan selama menyiapkan makanan. Belajar Sehat Sambil BermainMelalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar mengolah makanan, tetapi juga memahami pentingnya nutrisi seimbang untuk tubuh yang kuat dan sehat. Tim dari RS Panti Nirmala memberikan edukasi ringan seputar gizi, sambil mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi secara menyenangkan.Bagi pihak rumah sakit, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk terus menghadirkan pendekatan kesehatan yang humanis dan edukatif menjadikan momen perayaan ulang tahun bukan sekadar seremonial, melainkan juga sarana berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Keceriaan yang BermaknaTawa riang, wajah penuh semangat, dan aroma makanan yang menggugah selera menjadi perpaduan sempurna dalam acara ini. Anak-anak pulang dengan pengalaman berharga bukan hanya karena bisa membuat makanan sendiri, tetapi juga karena mereka belajar arti penting hidup sehat sejak usia dini.Dengan kegiatan seperti ini, RS Panti Nirmala terus meneguhkan langkahnya sebagai rumah sakit yang tidak hanya merawat, tetapi juga menginspirasi dan mendidik generasi masa depan untuk hidup sehat dan bahagia.#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Trombosit: Sel Kecil dengan Peran Besar bagi Kesehatan Darah
    Kesehatan

    Trombosit: Sel Kecil dengan Peran Besar bagi Kesehatan Darah

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Ketika tubuh terluka, Anda mungkin melihat darah yang berhenti mengalir setelah beberapa saat. Salah satu “pahlawan tersembunyi” dalam proses ini adalah trombosit sel darah kecil yang memainkan peran besar dalam menjaga keselamatan tubuh.Trombosit, juga disebut keping darah atau platelet, adalah bagian dari sistem peredaran darah yang sering kurang diperhatikan, padahal fungsi dan jumlahnya sangat penting. Artikel ini akan membahas secara ringan, tetapi informatif, mengenai apa itu trombosit, bagaimana cara kerjanya, dan apa artinya jika jumlahnya tidak normal. Apa Itu Trombosit?Trombosit adalah sel darah kecil yang diproduksi oleh megakariosit di sumsum tulang. Umur hidup rata-ratanya hanya sekitar 7–10 hari, setelah itu tubuh akan memproduksi yang baru.Ketika terjadi luka atau kerusakan pembuluh darah, trombosit akan cepat bergerak ke lokasi tersebut, menempel dan membuat gumpalan dengan bantuan benang fibrin proses penting untuk menghentikan pendarahan. Tanpa trombosit yang cukup, bahkan luka kecil bisa menimbulkan perdarahan yang sulit dikendalikan. Kadar Normal Trombosit dalam DarahUntuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah dan pembekuan yang tepat, penting mengetahui berapa jumlah trombosit yang dianggap normal.Kadar normal umumnya 140.000 hingga 450.000 keping per mikroliter darah (mcL).Meski demikian, tiap orang bisa memiliki sedikit variasi dalam kisaran yang sehat.Jika hasil pemeriksaan darah menunjukkan angka di bawah rentang ini atau jauh di atasnya maka ada baiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut karena bisa menandakan masalah kesehatan. Mengapa Jumlah Trombosit Bisa Turun atau Naik?Kadar Trombosit Rendah (Trombositopenia)Kondisi ini terjadi ketika jumlah trombosit terlalu sedikit. Beberapa penyebab yang umum termasuk:Gangguan sumsum tulang yang menghasilkan trombosit.Trombosit “terjebak” atau dihancurkan di limpa.Reaksi autoimun yang menyebabkan tubuh menghancurkan trombositnya sendiri. Akibatnya, pendarahan bisa terjadi lebih mudah mulai dari mimisan hingga perdarahan internal.Kadar Trombosit Tinggi (Trombositosis)Sebaliknya, kalau trombosit terlalu banyak, proses pembekuan darah bisa menjadi overaktif. Faktor penyebab antara lain:Infeksi atau peradangan kronis.Kekurangan zat besi atau kondisi seperti kanker darah.Penggunaan obat tertentu yang merangsang produksi trombosit. Risiko yang muncul bisa serius, seperti pembekuan darah yang menghambat pembuluh dan potensi stroke atau serangan jantung. Cara Menjaga Kadar Trombosit Agar Tetap SehatBerikut beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan trombosit Anda secara umum:Konsumsi makanan bergizi lengkap: makanan yang kaya vitamin K, vitamin D, vitamin B12, asam folat, dan zat besi sangat mendukung produksi trombosit di sumsum tulang.Pastikan tubuh cukup istirahat dan sistem imun dalam kondisi baik—karena kerusakan atau penyakit kronis bisa berpengaruh ke trombosit.Hindari obat-obatan tanpa konsultasi yang bisa memengaruhi produksi atau penghancuran trombosit.Pemeriksaan darah rutin jika Anda memiliki kondisi yang berisiko (misalnya kemoterapi, penyakit sumsum tulang, atau kelainan autoimun). Pemeriksaan ini salah satu cara mendeteksi perubahan jumlah trombosit sejak dini.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Setyasih A., Sp.JP, praktek setiap hari Rabu pukul 18.30 - 20.00 WIB*dr. Sasmojo W, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Senin, Kamis dan Jumat pukul 17.00 - 20.00 WIB*dr. Indra Prasetya, Sp.JP(K) FIHA, praktek setiap hari Selasa dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wursito, Sp.JP, praktek setiap hari Rabu dan Kamis pukul 10.00 - Selesai WIB*dr. Valerinna Yogibuana Swastika Putri, Sp.JP, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Wella Karolina, Sp.JP, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*Trombosit mungkin tampak kecil dan sering luput dari perhatian, tetapi keberadaannya sangat penting untuk menjaga agar luka tak berdarah terus-menerus dan tubuh tetap terlindungi dari komplikasi serius.*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Bisa Merusak Mata
    Kesehatan

    Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Bisa Merusak Mata

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata adalah “jendela dunia” kita melalui penglihatan, kita belajar, bekerja, berinteraksi, dan menikmati keindahan sekitar. Namun, sayangnya banyak kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele ternyata bisa menurunkan kualitas penglihatan, bahkan merusak mata dan kita lakukan tanpa sadar. Kebiasaan yang Perlu DihentikanBerikut beberapa rutinitas yang umum dilakukan banyak orang tapi memiliki dampak negatif terhadap mata:Menatap layar gadget atau komputer terlalu lama. Dengan aktivitas digital yang terus meningkat, kita sering berada di depan layar lebih dari 8 jam sehari. Hal ini bisa menyebabkan mata kering, tegang, atau buram kondisi yang disebut “digital eye strain”.Membaca atau bekerja dalam pencahayaan buruk. Ketika cahaya terlalu redup atau terlalu silau, otot mata harus bekerja ekstra keras untuk fokus. Dampaknya bisa membuat penglihatan menurun dalam jangka panjang.Mengucek mata secara berulang atau keras. Mungkin terasa lega, tapi kebiasaan ini bisa merusak permukaan kornea dan meningkatkan risiko infeksi karena tangan kita penuh kuman.Kurang tidur atau pola tidur yang buruk. Mata yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup cenderung merah, kering, atau bengkak. Dalam jangka panjang, ini bisa mempercepat kerusakan mata.Menggunakan lensa kontak secara tidak higienis atau terlalu lama. Lensa kontak memang praktis, tapi jika tidak dirawat dengan baik, risiko iritasi atau infeksi mata meningkat.Paparan sinar UV atau debu tanpa pelindung mata. Saat berada di lingkungan berdebu, berkendara motor tanpa kacamata pelindung, atau di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan mata menjadi rentan terhadap kerusakan.Pola makan atau kondisi kesehatan yang berdampak pada mata. Misalnya, konsumsi gula dan garam berlebih, tekanan darah atau diabetes yang tidak terkendali dapat memicu gangguan penglihatan dalam jangka panjang. Mengapa Perlu Diperhatikan?Walaupun setiap kebiasaan tampak kecil dan tidak langsung memberi kerusakan besar, namun efek kumulatifnya bisa membawa dampak serius. Mata yang terus “dipaksa” atau tidak dirawat dengan baik bisa mengalami kelelahan kronis, penurunan penglihatan, atau memicu penyakit mata yang lebih berat seperti katarak, glaukoma, atau degenerasi makula. Langkah-Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan SekarangBerikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan mulai hari ini agar mata tetap sehat:Ikuti aturan “20-20-20”: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik.Pastikan pencahayaan ruang kerja atau membaca cukup terang namun tidak silau.Hindari mengucek mata; bila terasa gatal atau ada benda asing, bilas dengan air bersih atau tetes mata sesuai anjuran dokter.Istirahatkan mata dan badan cukup: tidur minimal 7–8 jam, hindari begadang terus-menerus.Gunakan lensa kontak dan kosmetik mata secara bertanggung jawab; ikuti petunjuk kebersihan lensa dan bersihkan makeup mata sebelum tidur.Gunakan kacamata pelindung saat berada di bawah sinar matahari, debu, atau saat berkendara.Periksa kondisi kesehatan umum yang bisa mempengaruhi mata, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan jaga pola makan seimbang. Mata kita mungkin kecil ukurannya, namun fungsinya amat besar. Jangan tunggu sampai penglihatan mulai terganggu baru kita peduli. Mulailah dari kebiasaan sehari-hari ubah hal kecil yang bisa memberi dampak besar. Karena menjaga mata berarti menjaga kualitas hidup kita selanjutnyaJika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Mata Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. M. Rozi Rachmanda, Sp.M, praktek setiap hari Senin - Jumat pukul 09.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Waspada Meningitis: Kenali Gejala, Penyebab dan Langkah Pencegahannya
    Kesehatan

    Waspada Meningitis: Kenali Gejala, Penyebab dan Langkah Pencegahannya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernahkah Anda merasa kulit bagian tangan atau wajah seperti menebal atau licin, sulit digerakkan? Atau teman yang tampak lebih cepat merasa dingin di tangan dan kakinya setiap kali cuaca menurun? Bisa jadi, hal itu bukan sekadar kelelahan atau masuk angin. Kondisi ini mungkin merupakan tanda dari skleroderma, sebuah penyakit autoimun langka yang bisa memengaruhi kulit dan lebih dari itu, organ tubuh lainnya.Salah satu kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat dan tidak boleh disepelekan adalah meningitis, yaitu peradangan pada selaput pengayuh otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meski tak semua kasus meningitis berakhir buruk, pengenalan gejala, penyebab, dan langkah pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari komplikasi yang mengancam jiwa. Apa Itu Meningitis?Meningitis adalah kondisi di mana selaput tipis yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang mengalami peradangan. Ada berbagai jenis meningitis mulai dari yang disebabkan oleh bakteri, virus, hingga jamur atau parasit dan jenis bakteri sering kali yang paling berbahaya karena bisa berkembang cepat dan menyebabkan kematian atau kerusakan permanen. Gejala yang Harus DiwaspadaiGejala meningitis bisa muncul tiba-tiba dan sering kali awalnya mirip flu biasa, sehingga orang kerap meremehkannya. Namun, tanda-tanda berikut patut membuat Anda bertindak cepat:Demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat dan kaku pada bagian leher (kaku kuduk).Mual dan muntah, kepekaan terhadap cahaya (fotofobia).Penurunan tingkat kesadaran, kebingungan, kejang atau gejala neurologis lainnya.Pada anak atau bayi, mungkin muncul gejala yang tidak biasa seperti rewel terus-menerus, menolak makan, atau fontanel menonjol.Jika gejala-gejala tersebut muncul secara cepat atau disertai ruam merah yang tidak hilang saat ditekan, segeralah mencari pertolongan medis karena kondisi bisa memburuk dengan cepat. Penyebab & Faktor RisikoMeningitis dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme: bakteri, virus, jamur, bahkan parasit serta beberapa kondisi non-infeksi juga bisa memicu gejala pendek seperti peradangan meninges. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya meningitis antara lain:Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama di lingkungan padat penduduk atau asrama.Pemukiman atau kondisi hidup yang padat, serta paparan asap rokok atau udara yang tercemar.Sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pada penderita HIV, pasca transplantasi, atau usia sangat muda / lanjut usia.Belum mendapatkan vaksinasi yang melindungi terhadap beberapa jenis bakteri penyebab meningitis. Pencegahan: Apa yang Bisa Anda Lakukan?Menjaga diri dan keluarga dari meningitis berarti menerapkan langkah-langkah berikut:Vaksinasi: Beberapa jenis meningitis bakteri dapat dicegah dengan vaksin yang tersedia.Menjaga kebersihan pribadi: rutin mencuci tangan, menutup mulut saat batuk atau bersin, menjaga jarak dengan orang yang sakit.Hindari berbagi peralatan makan, minum, sedotan atau sikat gigi dengan orang lain terutama bila salah satu sedang sakit.Tinggal dan bekerja di lingkungan yang ventilasi baik, hindari asap rokok dan polusi udara yang dapat melemahkan saluran napas.Bila berada dalam perjalanan atau kumpulan massa (seperti haj / umrah, asrama, kampus), pastikan kondisi kesehatan baik dan sudah divaksin bila disarankan. Kenapa Waktu Penanganan Sangat Penting?Karena meningitis dapat berkembang sangat cepat terutama jika disebabkan oleh bakteri pengobatan darurat diperlukan. Tanpa tindakan cepat, risiko kematian atau kerusakan otak, gangguan pendengaran atau komplikasi lainnya meningkat. Meningitis bukanlah sekadar flu berat. Ketika mulai muncul gejala seperti demam tinggi, sakit kepala hebat dan kaku leher, cepat-cepatlah ke fasilitas kesehatan. Dengan deteksi cepat, pengobatan tepat dan upaya pencegahan yang konsisten Anda membantu melindungi diri, keluarga dan orang terdekat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulastri, Sp.N, CIPS., FIN, praktek setiap hari Rabu dan Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin, dan Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Skleroderma: Ketika Kulit dan Jaringan Ikat Menjadi Terlalu “Kaku”
    Kesehatan

    Skleroderma: Ketika Kulit dan Jaringan Ikat Menjadi Terlalu “Kaku”

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernahkah Anda merasa kulit bagian tangan atau wajah seperti menebal atau licin, sulit digerakkan? Atau teman yang tampak lebih cepat merasa dingin di tangan dan kakinya setiap kali cuaca menurun? Bisa jadi, hal itu bukan sekadar kelelahan atau masuk angin. Kondisi ini mungkin merupakan tanda dari skleroderma, sebuah penyakit autoimun langka yang bisa memengaruhi kulit dan lebih dari itu, organ tubuh lainnya. Apa Itu Skleroderma?Skleroderma adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh “keliru” menyerang jaringan sendiri, terutama jaringan ikat (connective tissue). Akibatnya, tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan. Hasilnya: jaringan menjadi menebal, mengeras, dan membatasi gerak serta fungsi organ.Penyakit ini dapat berbentuk lokal (terbatas pada kulit) atau sistemik (melibatkan organ dalam seperti paru, ginjal, atau jantung). Siapa yang Bisa Terkena?Meskipun tergolong langka, skleroderma bisa dialami siapa saja. Beberapa hal yang diketahui menambah risiko adalah:Wanita cenderung lebih sering terkena dibanding pria.Usia dewasa awal hingga paruh baya meskipun bukan berarti anak-anak bebas dari risiko.Ada kaitan dengan faktor autoimun dan genetik, meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Gejala yang Perlu DiwaspadaiKarena skleroderma dapat menyerang kulit dan organ tubuh lainnya, gejalanya pun beragam. Beberapa yang cukup umum antara lain:Kulit tampak menebal, mengeras atau mengilat terutama pada tangan dan wajah.Jari tangan sering terasa dingin atau berubah warna saat suhu turun.Kesulitan menggerakkan jari atau kulit terasa kaku.Bila organ dalam terlibat: sesak napas (paru), tekanan darah tinggi mendadak atau masalah ginjal, gangguan pencernaan atau menelan.Keletihan yang tak kunjung hilang dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.Karena beberapa gejala bisa mirip penyakit lain, deteksi awal sangat penting. Apa Penyebabnya?Penyebab skleroderma belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor yang dipercayai terlibat dalam mekanisme berikut:Aktivitas sistem imun yang hiperaktif, menyerang sel tubuh sendiri.Produksi kolagen atau serat jaringan ikat yang berlebihan dan penebalan pembuluh darah kecil.Faktor genetik atau paparan lingkungan tertentu juga diteliti sebagai pemicu.Singkatnya: tubuh “terlalu giat” menghasilkan kolagen dan menebalkan jaringan yang seharusnya mendukung tubuh malah menjadi hambatan. Penanganan dan HarapanKarena belum ada “obat tunggal” untuk menyembuhkan skleroderma secara total, tujuan pengobatan adalah mengendalikan gejala, memperlambat perkembangan, dan menjaga kualitas hidup. Beberapa pendekatan meliputi:Obat-obatan untuk menekan sistem imun, mengurangi peradangan, dan membantu fungsi organ.Terapi untuk kulit dan sendi seperti pengobatan dermatologis dan fisioterapi untuk tetap aktif bergerak.Pemantauan dan penanganan komplikasi organ dalam secara rutin.Gaya hidup sehat: berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, serta kontrol stres.Semakin cepat diagnosis ditegakkan terutama saat gejala awal muncul semakin baik hasilnya bagi pasien. Skleroderma mungkin terdengar menakutkan, tetapi bukan berarti tak ada harapan. Mengenali gejala-awal dan melakukan pemeriksaan medis sejak dini bisa membuat perbedaan besar. Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami perubahan kulit yang tak wajar, tangan yang selalu dingin atau kaku, atau gejala yang tak umum lainnya jangan anggap sepele.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Muhammad Reza Rachmatullah Cholis., Sp.DVE, praktek setiap hari Senin - Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB**Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0