Anosmia Bikin Hidup Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya!

Kesehatan
Anosmia Bikin Hidup Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya!
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

administrator

Halo sobat Panti Nirmala!


Apa sebenarnya anosmia?

Salah satu gangguan penciuman yang terjadi setelah kehilangan indra penciuman adalah anosmia. Dengan kata lain, hidung tidak dapat melihat apa-apa di sekitarnya. Gangguan hidung ini umum terjadi, tetapi wanita lebih sering terkena daripada pria. Anosmia juga dapat dialami oleh siapa saja di segala usia, tetapi orang dewasa berusia di atas 50 tahun mungkin mengalaminya lebih lama.

Berbagai gangguan pada hidung atau cedera otak biasanya menyebabkan anosmia, tetapi sebagian orang juga bisa terlahir tanpa indra penciuman (anosmia bawaan). Proses tertentu mendorong indra penciuman.

Sel penerima bau, juga dikenal sebagai sel olfactory, terletak di bagian atas tenggorokan dan hidung. Untuk memulai, molekul yang dilepaskan dari suatu zat, seperti aroma bunga, harus merangsang sel. Sel mengirimkan sinyal ke otak saat mendeteksi bau. Otak kemudian mengidentifikasi bau.

Hilang indra penciuman dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang mengganggu proses ini, seperti hidung tersumbat, penggunaan obat tertentu, perubahan hormon, atau kerusakan pada sel-sel saraf itu sendiri. Anda mungkin tidak mencium bau yang tajam atau bahkan tidak bisa mencium bau sama sekali dari hidung Anda.

Hidung tidak hanya dapat mendeteksi bau, tetapi juga merasakan makanan dan bahaya. Misalnya, hidung dapat mencium bau makanan atau gas bocor. Secara keseluruhan, kemampuan untuk membaui juga dapat berdampak pada kemampuan untuk merasa.

Lidah hanya dapat merasakan beberapa rasa jika tidak memiliki indra penciuman. Hal ini mungkin berdampak pada kualitas hidup Anda. Anosmia kadang-kadang dapat menyebabkan kehilangan indra pengecap secara total.

 

Apa gejala dan tanda anosmia?

Hilang kemampuan hidung untuk mencium aroma adalah salah satu gejala anosmia yang paling jelas. Penurunan kemampuan penciuman dapat berlangsung lama atau tiba-tiba. Beberapa orang yang menderita anosmia juga dapat mengamati perubahan bau karena beberapa alasan. Salah satu yang paling umum adalah tidak dapat mencium bau badan sendiri. Mungkin ada gejala tambahan yang belum disebutkan di sini. Jika Anda mengalami kekhawatiran apa pun, konsultasikan dengan dokter Anda.

 

Anosmia disebabkan oleh apa?

Menurut Mayo Clinic, penyebab umum anosmia sementara adalah pilek yang menyebabkan hidung tersumbat. Selain itu, penyebab umum anosmia adalah penyumbatan saluran hidung yang disebabkan oleh polip atau patah tulang hidung. Kehilangan indra penciuman seiring dengan bertambahnya umum juga lebih mungkin, terutama setelah usia 60 tahun. Beberapa penyebab anosmia adalah sebagai berikut:

  • Infeksi virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas, seperti COVID-19, pilek, dan influenza
  • Sinusitis yang terus menerus, mungkin termasuk polip hidung.
  • Kelainan hidung, seperti septum (dinding yang membelah lubang hidung) atau hidung bengkok
  • Rhinitis, atau flu, yang menyebabkan peradangan parah di saluran hidung
  • Obat tertentu, seperti antidepresan, antibiotik, antiinflamasi, obat penyakit jantung, dan obat-obatan yang dilarang oleh pemerintah
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kokain atau amphetamine
  • Diabetes
  • Usia tua, ketika kemampuan hidung berkurang setelah melewati usia 60 tahun
  • Penyalahgunaan alkohol dalam jangka waktu yang lama
  • Tiroid tidak terlalu aktif
  • Sindrom Cushing, di mana ada peningkatan kadar hormon kortisol dalam darah
  • Paparan zat yang menyebabkan pembakaran pada bagian dalam hidung
  • Cedera pada kepala
  • Tumor dalam otak
  • Radioterapi pada leher dan kepala
  • Epilepsi
  • Kondisi Parkinson
  • Penyakit Alzheimer
  • Stroke
  • Penyakit yang menyerang hati atau ginjal
  • Ketidakcukupan vitamin B12
  • Schizophrenia
  • Sarcoidosis, penyakit langka yang menyebabkan sel-sel otak menggumpal
  • Anosmia genetic

 

Bagaimana cara mengidentifikasi anosmia?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, memeriksa hidung Anda, dan menanyakan riwayat kesehatan Anda. Dokter juga bisa bertanya kapan gejala ini muncul, apakah bau terpengaruh secara keseluruhan atau hanya sebagian, dan apakah Anda bisa merasakan makanan atau tidak.

Dokter kemudian dapat menemukan penyakit ini melalui pemeriksaan. Jenis tes berikut dapat dilakukan untuk mendiagnosis anosmia, bergantung pada jawaban Anda.

  • Scan komputer tomografi (CT), yang menghasilkan gambar detail otak melalui penggunaan sinar-X
  • Magnetik Resonance Imaging (MRI), yang melihat otak menggunakan gelombang radio dan magnet
  • X-ray pada tengkorak
  • Pemeriksaan hidung melalui prosedur rhinoskopi.

 

Anosmia dapat diobati dengan apa?

Orang yang menderita anosmia bawaan tidak akan bisa mencium bau selama hidup mereka. Sampai saat ini, belum ada obat untuk anosmia bawaan. Namun, anosmia jenis lain dapat diobati ketika penyebab utama kondisi tersebut diobati. Terapi berikut dapat membantu mengatasi anosmia.

  • Pijat atau cuci hidung dengan larutan garam.
  • Antihistamin.
  • Obat tetes steroid atau semprotan hidung
  • Operasi untuk menghilangkan polip hidung
  • Proses meluruskan septum hidung
  • Operasi endoskopik sinus (ESS) adalah prosedur yang dilakukan untuk membersihkan sinus.

Selain itu, Anda dapat menggunakan obat-obatan yang berfokus pada penyakit yang menyebabkan anosmia, seperti mengonsumsi obat flu untuk memperbaiki penciuman setelah terkena flu. Anda juga dapat mengatasi anosmia dengan mengubah gaya hidup dan cara Anda menanganinya di rumah, yang meliputi hal-hal berikut.

  • Alarm kebakaran harus dipasang di seluruh rumah, terutama di dekat dapur dan perapian. Jika Anda tidak dapat mencium bau kebakaran, alarm ini akan menyampaikan peringatan kepada Anda.
  • Pertimbangkan untuk memasang detektor gas atau mengubah kompor gas alami menjadi kompor gas listrik.
  • Untuk mengetahui kapan makanan harus dibuang, tandai dengan jelas tanggal kedaluwarsanya dan tandai sisa makanan dengan tanggal.
  • Untuk tetap waspada terhadap bahan kimia kuat, bacalah label peringatan produk seperti insektisida dan pembersih kamar mandi.
  • Seiring dengan bertambahnya usia, Anda dapat meningkatkan kemampuan indra penciuman Anda dengan mengikuti gaya hidup sehat.

 

Kapan harus melihat dokter?

Anosmia biasanya bukan penyakit yang serius. Namun, itu bisa menjadi gejala atau tanda dari penyakit yang lebih serius. Jika Anda mengalami salah satu tanda-tanda anosmia berikut ini, Anda harus menghubungi dokter Anda.

  • Setelah beberapa hari, kehilangan indra penciuman akibat infeksi sinus, pilek, atau alergi biasanya akan sembuh sendiri. Namun, jika penyakitnya sembuh tetapi Anda masih tidak bisa mencium bau-bauan, konsultasikan pada dokter untuk mengidentifikasi penyakit lain yang lebih serius.
  • Kadang-kadang, kehilangan indra penciuman dapat diobati, bergantung pada penyebabnya. Dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri atau membersihkan apa pun yang menyumbat saluran hidung Anda.
  • Dalam situasi lain, Anda berisiko kehilangan penciuman secara permanen. Ini terutama berlaku setelah usia 60 tahun.

 

Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Engelbert Hariyanto, MMRS, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*

  • dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Jum’at pukul 08.00 - 13.00 WIB*

  • dr. Eryanto, Praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*

  • dr. Henny Chandrawati, M.Kes, Sp.P praktek setiap hari Rabu & Jum’at pukul 15.00 - 17.00 WIB, Selasa & Kamis (UMUM) pukul 15.00 – 17.00 WIB*

  • dr Rezki Tantular, Sp.P praktek setiap hari Senin & Jum’at pukul 16.00 – 18.00 WIB, Sabtu (UMUM) pukul 07.00 – 09.00 WIB*

  • dr. Ngakan Putu Parsama Putra, Sp.P (K) FISR, FAPSR praktek setiap hari Senin, Rabu, Jum’at pukul 19.00 – 20.00 WIB*

  • dr. Paulus W., Sp.P praktek setiap hari Senin – Jum’at pukul 19.00 – 20.00 WIB*

  • Dr. dr. Jani Jane Rosihaningsih Sugiri, Sp.P praktek setiap hari Selasa 17.00 – 21.00 WIB*

Informasi dan pendaftaran paket promo dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Kulit Kering pada Lansia Bukan Sekadar Faktor Usia

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kulit yang terasa kering dan gatal merupakan keluhan yang sering dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan akan menurun sehingga kulit menjadi lebih mudah kering, pecah-pecah, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman.Meski terlihat ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi kulit. Mengapa Kulit Lansia Lebih Mudah Kering?Seiring proses penuaan, produksi minyak alami kulit berkurang sehingga lapisan pelindung kulit menjadi lebih tipis. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan cairan dan terasa kering, terutama jika dipengaruhi oleh cuaca, penggunaan sabun yang kurang sesuai, atau kebiasaan mandi dengan air panas. Cara Merawat Kulit LansiaBeberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kelembapan kulit, antara lain:Gunakan Pelembap Secara Rutin Oleskan pelembap setelah mandi atau saat kulit mulai terasa kering untuk membantu menjaga kelembapan kulit.Hindari Mandi Terlalu Lama dengan Air Panas Mandi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit semakin kering.Pilih Sabun yang Lembut Gunakan sabun dengan kandungan yang lembut agar tidak menyebabkan iritasi dan membantu menjaga kelembapan kulit.Cukupi Kebutuhan Cairan Minum air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jangan Abaikan Keluhan Kulit KeringApabila kulit terasa sangat gatal, pecah-pecah, muncul kemerahan, atau tidak membaik meski sudah dirawat di rumah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.Perawatan kulit yang tepat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan lansia. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara rutin, kulit dapat tetap lembap, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup di usia lanjut tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Membaik! Stroke Butuh Penanganan Secepatnya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Tanpa penanganan yang cepat, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan mengancam nyawa.Karena itu, mengenali gejala dan segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting. Mengapa Penanganan Harus Cepat?Pada stroke, terdapat golden period atau periode emas penanganan, yaitu sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Namun, pasien sebaiknya sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam setelah gejala muncul agar peluang mendapatkan terapi yang optimal semakin besar.Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kemungkinan fungsi otak dapat diselamatkan dan risiko komplikasi dapat dikurangi. Penanganan Stroke Sesuai PenyebabnyaPenanganan stroke akan disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami pasien.Stroke Akibat Sumbatan Jika stroke disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat, dokter dapat memberikan obat atau melakukan tindakan khusus untuk membuka sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal.Stroke Akibat Perdarahan Apabila stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan. Kenali Gejalanya Sejak DiniSegera bawa pasien ke IGD apabila muncul gejala seperti:Wajah tampak mencong.Bicara pelo atau sulit berbicara.Tangan atau kaki mendadak lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh.Gangguan keseimbangan atau penurunan kesadaran.Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya karena setiap menit sangat berharga. Setiap Detik MenentukanStroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Datang lebih cepat ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada stroke, setiap detik dapat menentukan masa depan pasien.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Hati-Hati! Olahraga Favoritmu Bisa Memperparah Saraf Kejepit

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semua jenis latihan aman dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Beberapa gerakan tertentu justru dapat memberikan tekanan lebih besar pada saraf dan tulang belakang sehingga keluhan semakin berat.Karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.Olahraga yang Sebaiknya DihindariBeberapa gerakan yang berisiko memperparah saraf kejepit antara lain:Sit Up Gerakan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.Squat Squat dengan beban berat dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah.Deadlift Latihan ini melibatkan beban besar pada tulang belakang sehingga berpotensi memperparah saraf yang terjepit.Leg Press Tekanan yang dihasilkan saat melakukan leg press dapat memperberat keluhan pada punggung bagian bawah.Straight Leg Raises Gerakan mengangkat kaki lurus dapat menarik saraf yang sedang mengalami iritasi sehingga memicu nyeri.Bersepeda Terlalu Lama Posisi duduk yang terlalu lama saat bersepeda dapat memberikan tekanan berulang pada punggung dan memperburuk gejala.Apa Dampaknya?Jika tetap memaksakan olahraga yang tidak sesuai, tekanan pada saraf dapat meningkat sehingga menyebabkan:Nyeri yang semakin berat.Kesemutan pada lengan atau tungkai.Mati rasa.Keterbatasan dalam bergerak dan beraktivitas.Tetap Boleh BerolahragaMemiliki saraf kejepit bukan berarti harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu proses pemulihan, asalkan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.Sebelum memulai atau kembali berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Mereka dapat merekomendasikan latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda sehingga manfaat olahraga tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera. Jangan Memaksakan DiriApabila nyeri punggung, kesemutan, atau kelemahan pada lengan maupun tungkai semakin memburuk saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulatri, Sp.N, CIPS, FIN, praktek setiap hari Rabu & Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin & Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*dr. Bisma Dewanto Ari Prabowo, Sp.N, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Abaikan Mata dan Mulut Kering, Bisa Jadi Sindrom Sjögren

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata terasa perih, kering, atau mulut sering terasa kering mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, jangan anggap sepele. Keluhan ini bisa menjadi tanda Sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.Sindrom Sjögren dapat memengaruhi kualitas hidup karena membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga melihat, menjadi kurang nyaman. Apa Itu Sindrom Sjögren?Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sasaran utamanya adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur sehingga produksinya menurun.Akibatnya, penderita akan mengalami mata dan mulut kering secara terus-menerus. Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat menyerang organ lain, seperti sendi, kulit, paru-paru, hingga ginjal. Apa Penyebabnya?Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Sjögren belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, antara lain:Faktor genetik atau keturunan.Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.Infeksi virus atau bakteri yang diduga menjadi pemicu munculnya reaksi autoimun.Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mengapa Perlu Diwaspadai?Produksi air mata dan air liur yang berkurang dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.Mulut kering sehingga sulit mengunyah atau menelan makanan.Bibir mudah pecah-pecah.Risiko gigi berlubang meningkat karena berkurangnya air liur.Rasa lelah atau nyeri sendi pada sebagian penderita.Jika tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila mata dan mulut kering berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti nyeri sendi, pembengkakan kelenjar, atau rasa lelah yang tidak kunjung membaik.Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Kenali Gejalanya Sejak DiniMata dan mulut yang sering kering bukan selalu disebabkan oleh kurang minum atau kelelahan. Pada beberapa orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda Sindrom Sjögren yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat, sehingga keluhan dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sering Pipis Saat Batuk atau Bersin? Jangan Dianggap Sepele!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami urine keluar tanpa sengaja saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar, terutama setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda inkontinensia urin tipe tekanan (stress urinary incontinence).Kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, sementara otot dasar panggul dan saluran kemih tidak mampu menahan keluarnya urine. Apa Penyebab Inkontinensia Urin Tipe Tekanan?Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah, di antaranya:Otot Dasar Panggul Melemah Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih dan membantu mengontrol pengeluaran urine. Ketika otot ini melemah, urine dapat keluar tanpa disadari saat terjadi tekanan pada perut.Kehamilan dan Persalinan Proses kehamilan dan persalinan dapat meregangkan serta melemahkan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko inkontinensia urin.Menopause dan Perubahan Hormon Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat memengaruhi kekuatan jaringan di sekitar saluran kemih dan dasar panggul, sehingga kontrol terhadap kandung kemih menjadi berkurang.Jangan Anggap Normal Jika Terus BerulangMeskipun tidak selalu berbahaya, inkontinensia urin dapat memengaruhi kualitas hidup. Penderitanya mungkin menjadi kurang percaya diri, membatasi aktivitas fisik, atau merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah karena takut urine keluar tanpa sengaja.Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila urine sering keluar tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan terapi yang paling sesuai, mulai dari latihan otot dasar panggul, perubahan gaya hidup, hingga penanganan medis bila diperlukan.Jangan biarkan keluhan ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag