Apa yang dimaksud dengan Tes Kolesterol Total?

Kesehatan
Apa yang dimaksud dengan Tes Kolesterol Total?
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

administrator

Tes kolesterol total, juga dikenal sebagai panel lipid atau profil lipid, adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan mengukur konsentrasi kolesterol jahat tinggi (LDL) dan kolesterol baik tinggi (HDL) dalam darah. Kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun.

Akibatnya, tes kolesterol total dapat membantu menentukan risiko penumpukan plak, atau timbunan lemak, di arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan aterosklerosis, atau penyempitan atau penyumbatan arteri di mana-mana di tubuh.

Tes kolesterol total juga dilakukan untuk memperkirakan sejumlah penyakit. Salah satunya adalah kemungkinan terkena serangan jantung dan jenis penyakit jantung lainnya, serta gangguan pembuluh darah.

 

Apa Itu Kadar Kolesterol Total?

Jumlah total kolesterol dalam darah, termasuk kolesterol baik dan kolesterol jahat, disebut kolesterol total. Salah satu indikator umum untuk mengevaluasi risiko penyakit kardiovaskular adalah jenis kolesterol ini. Akibatnya, untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, penting untuk menjaga keseimbangan yang sehat antara kolesterol baik dan kolesterol jahat.

 

Tujuan pemeriksaan kolesterol total

Tes kolesterol total dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak kolesterol dan trigliserida yang ada dalam darah. Hasilnya dapat membantu dalam menentukan kemungkinan penumpukan plak, atau timbunan lemak, di arteri yang dapat menyebabkan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui tingkat empat jenis lemak berbeda yang ditemukan dalam darah:

Total kolesterol, total kolesterol adalah jumlah kolesterol yang ada dalam darah.

Low-density lipoprotein (LDL): Terlalu banyak LDL di dalam darah menyebabkan plak (timbunan lemak) menumpuk di arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis, yang mengurangi aliran darah dan berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke.

High-density lipoprotein (HDL). HDL membantu membawa kolesterol LDL dan menjaga pembuluh arteri terbuka, yang memungkinkan darah mengalir dengan lebih lancar.

Tubuh mengubah kalori yang tidak dibutuhkan menjadi trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah, sebelum disimpan dalam sel lemak.

 

Kadar normal kolesterol berdasarkan jenisnya

Kolesterol diukur dalam miligram per desiliter (mg/dL). Kadar normal kolesterol berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

Kolesterol HDL

Angka kolesterol HDL yang lebih tinggi adalah indikasi kesehatan tubuh yang baik. Seseorang berisiko mengalami sakit jantung jika nilai minimalnya adalah 60 mg/dL.

Kolesterol LDL

Angka yang lebih rendah dari 100 mg/dL meningkatkan risiko sakit jantung, stroke, dan ateroma (kista di bawah kulit).

Trigliserida

Tubuh menggunakan trigliserida, jenis lemak dalam darah, sebagai sumber energi. Jika ambang batasnya melebihi 150 hingga 199 mg/dL, seseorang berisiko mengalami gangguan metabolisme, sakit jantung, dan sirosis hati.

Kolesterol total

Apakah normal untuk memiliki kolesterol total 150 mg/dL? Karena batas normal untuk kolesterol total adalah di bawah 200 mg/dL. Jawabannya adalah ya. Namun, perlu diingat bahwa angka-angka ini dapat berbeda-beda karena semua bergantung pada faktor risiko individu dan kondisi kesehatan dasar mereka. Dokter, misalnya, biasanya menetapkan target kolesterol yang lebih rendah dari 150 pada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Karena angka yang terlalu tinggi meningkatkan risiko serangan jantung.

 

Usia dan Kadar Kolesterol Normal

Berdasarkan usia dan jenis kelamin, kadar kolesterol yang sehat adalah sebagai berikut:

Usia kurang dari 19 tahun

  • Jumlah kolesterol total tidak lebih dari 170 mg/dL.
  • Trigliserida tidak melebihi 120 mg/dL.
  • Kolesterol jahat: tidak lebih dari 100 mg/dL.
  • Tingkat kolesterol baik lebih dari 45 mg/dL,

Orang yang berusia di atas 20 tahun

  • Kolesterol total berkisar antara 125 dan 200 mg/dL.
  • Trigliserida tidak melebihi 130 mg/dL.
  • Kolesterol jahat: tidak melebihi 100 mg/dL.
  • Jumlah kolesterol baik di atas 40 mg/dL.

Wanita berusia di atas dua puluh tahun

  • Kolesterol total berkisar antara 125 dan 200 mg/dL.
  • Trigliserida tidak melebihi 130 mg/dL.
  • Kolesterol jahat: tidak melebihi 100 mg/dL.
  • Kolesterol positif: lebih dari 50 mg/dL.

 

Saat Apa Tes Kolesterol Total Harus Dilakukan?

Seseorang yang menginjak usia sembilan tahun dapat melakukan pemeriksaan kolesterol total, yang harus diulang setiap lima tahun sekali.

Test dapat dilakukan setiap 1 hingga 2 tahun sekali pada pria berusia 45 hingga 65 tahun.

Seseorang yang mengalami kondisi berikut juga harus menjalani pemeriksaan:

  • Memiliki riwayat serangan jantung atau kolesterol tinggi
  • Berat badan yang berlebihan atau obesitas.
  • Malas berolahraga atau tidak aktif secara fisik.
  • Diabetes atau gula darah tinggi
  • Sering makan makanan yang tidak sehat
  • Mengikuti gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok


Rumah Sakit Panti Nirmala memberikan paket pemeriksaan khusus yaitu Paket Promo Imlek




Di Poliklinik Umum RS Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Engelbert Hariyanto, MMRS, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB
  • dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Jum’at pukul 08.00 - 13.00 WIB
  • dr. Eryanto. Praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB

 

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut


*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Kulit Kering pada Lansia Bukan Sekadar Faktor Usia

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kulit yang terasa kering dan gatal merupakan keluhan yang sering dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan akan menurun sehingga kulit menjadi lebih mudah kering, pecah-pecah, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman.Meski terlihat ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi kulit. Mengapa Kulit Lansia Lebih Mudah Kering?Seiring proses penuaan, produksi minyak alami kulit berkurang sehingga lapisan pelindung kulit menjadi lebih tipis. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan cairan dan terasa kering, terutama jika dipengaruhi oleh cuaca, penggunaan sabun yang kurang sesuai, atau kebiasaan mandi dengan air panas. Cara Merawat Kulit LansiaBeberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kelembapan kulit, antara lain:Gunakan Pelembap Secara Rutin Oleskan pelembap setelah mandi atau saat kulit mulai terasa kering untuk membantu menjaga kelembapan kulit.Hindari Mandi Terlalu Lama dengan Air Panas Mandi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit semakin kering.Pilih Sabun yang Lembut Gunakan sabun dengan kandungan yang lembut agar tidak menyebabkan iritasi dan membantu menjaga kelembapan kulit.Cukupi Kebutuhan Cairan Minum air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jangan Abaikan Keluhan Kulit KeringApabila kulit terasa sangat gatal, pecah-pecah, muncul kemerahan, atau tidak membaik meski sudah dirawat di rumah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.Perawatan kulit yang tepat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan lansia. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara rutin, kulit dapat tetap lembap, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup di usia lanjut tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Membaik! Stroke Butuh Penanganan Secepatnya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Tanpa penanganan yang cepat, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan mengancam nyawa.Karena itu, mengenali gejala dan segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting. Mengapa Penanganan Harus Cepat?Pada stroke, terdapat golden period atau periode emas penanganan, yaitu sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Namun, pasien sebaiknya sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam setelah gejala muncul agar peluang mendapatkan terapi yang optimal semakin besar.Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kemungkinan fungsi otak dapat diselamatkan dan risiko komplikasi dapat dikurangi. Penanganan Stroke Sesuai PenyebabnyaPenanganan stroke akan disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami pasien.Stroke Akibat Sumbatan Jika stroke disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat, dokter dapat memberikan obat atau melakukan tindakan khusus untuk membuka sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal.Stroke Akibat Perdarahan Apabila stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan. Kenali Gejalanya Sejak DiniSegera bawa pasien ke IGD apabila muncul gejala seperti:Wajah tampak mencong.Bicara pelo atau sulit berbicara.Tangan atau kaki mendadak lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh.Gangguan keseimbangan atau penurunan kesadaran.Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya karena setiap menit sangat berharga. Setiap Detik MenentukanStroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Datang lebih cepat ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada stroke, setiap detik dapat menentukan masa depan pasien.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Hati-Hati! Olahraga Favoritmu Bisa Memperparah Saraf Kejepit

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semua jenis latihan aman dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Beberapa gerakan tertentu justru dapat memberikan tekanan lebih besar pada saraf dan tulang belakang sehingga keluhan semakin berat.Karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.Olahraga yang Sebaiknya DihindariBeberapa gerakan yang berisiko memperparah saraf kejepit antara lain:Sit Up Gerakan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.Squat Squat dengan beban berat dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah.Deadlift Latihan ini melibatkan beban besar pada tulang belakang sehingga berpotensi memperparah saraf yang terjepit.Leg Press Tekanan yang dihasilkan saat melakukan leg press dapat memperberat keluhan pada punggung bagian bawah.Straight Leg Raises Gerakan mengangkat kaki lurus dapat menarik saraf yang sedang mengalami iritasi sehingga memicu nyeri.Bersepeda Terlalu Lama Posisi duduk yang terlalu lama saat bersepeda dapat memberikan tekanan berulang pada punggung dan memperburuk gejala.Apa Dampaknya?Jika tetap memaksakan olahraga yang tidak sesuai, tekanan pada saraf dapat meningkat sehingga menyebabkan:Nyeri yang semakin berat.Kesemutan pada lengan atau tungkai.Mati rasa.Keterbatasan dalam bergerak dan beraktivitas.Tetap Boleh BerolahragaMemiliki saraf kejepit bukan berarti harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu proses pemulihan, asalkan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.Sebelum memulai atau kembali berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Mereka dapat merekomendasikan latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda sehingga manfaat olahraga tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera. Jangan Memaksakan DiriApabila nyeri punggung, kesemutan, atau kelemahan pada lengan maupun tungkai semakin memburuk saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulatri, Sp.N, CIPS, FIN, praktek setiap hari Rabu & Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin & Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*dr. Bisma Dewanto Ari Prabowo, Sp.N, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Abaikan Mata dan Mulut Kering, Bisa Jadi Sindrom Sjögren

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata terasa perih, kering, atau mulut sering terasa kering mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, jangan anggap sepele. Keluhan ini bisa menjadi tanda Sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.Sindrom Sjögren dapat memengaruhi kualitas hidup karena membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga melihat, menjadi kurang nyaman. Apa Itu Sindrom Sjögren?Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sasaran utamanya adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur sehingga produksinya menurun.Akibatnya, penderita akan mengalami mata dan mulut kering secara terus-menerus. Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat menyerang organ lain, seperti sendi, kulit, paru-paru, hingga ginjal. Apa Penyebabnya?Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Sjögren belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, antara lain:Faktor genetik atau keturunan.Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.Infeksi virus atau bakteri yang diduga menjadi pemicu munculnya reaksi autoimun.Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mengapa Perlu Diwaspadai?Produksi air mata dan air liur yang berkurang dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.Mulut kering sehingga sulit mengunyah atau menelan makanan.Bibir mudah pecah-pecah.Risiko gigi berlubang meningkat karena berkurangnya air liur.Rasa lelah atau nyeri sendi pada sebagian penderita.Jika tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila mata dan mulut kering berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti nyeri sendi, pembengkakan kelenjar, atau rasa lelah yang tidak kunjung membaik.Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Kenali Gejalanya Sejak DiniMata dan mulut yang sering kering bukan selalu disebabkan oleh kurang minum atau kelelahan. Pada beberapa orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda Sindrom Sjögren yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat, sehingga keluhan dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sering Pipis Saat Batuk atau Bersin? Jangan Dianggap Sepele!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami urine keluar tanpa sengaja saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar, terutama setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda inkontinensia urin tipe tekanan (stress urinary incontinence).Kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, sementara otot dasar panggul dan saluran kemih tidak mampu menahan keluarnya urine. Apa Penyebab Inkontinensia Urin Tipe Tekanan?Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah, di antaranya:Otot Dasar Panggul Melemah Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih dan membantu mengontrol pengeluaran urine. Ketika otot ini melemah, urine dapat keluar tanpa disadari saat terjadi tekanan pada perut.Kehamilan dan Persalinan Proses kehamilan dan persalinan dapat meregangkan serta melemahkan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko inkontinensia urin.Menopause dan Perubahan Hormon Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat memengaruhi kekuatan jaringan di sekitar saluran kemih dan dasar panggul, sehingga kontrol terhadap kandung kemih menjadi berkurang.Jangan Anggap Normal Jika Terus BerulangMeskipun tidak selalu berbahaya, inkontinensia urin dapat memengaruhi kualitas hidup. Penderitanya mungkin menjadi kurang percaya diri, membatasi aktivitas fisik, atau merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah karena takut urine keluar tanpa sengaja.Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila urine sering keluar tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan terapi yang paling sesuai, mulai dari latihan otot dasar panggul, perubahan gaya hidup, hingga penanganan medis bila diperlukan.Jangan biarkan keluhan ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag