Mau CT Scan? Ini Prosedurnya

Kesehatan
Mau CT Scan? Ini Prosedurnya
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

 Halo sobat Panti Nirmala!

Pemindaian citra tomografi (CT) adalah pemeriksaan radiologis yang melibatkan penggunaan sinar X dan sistem komputer khusus. Tes ini dapat menggambarkan bagian dalam tubuh dan organnya dari berbagai sudut. Dokter sering menggunakan CT scan untuk mendiagnosis penyakit, melakukan tindakan medis, dan mengevaluasi hasil pengobatan.

Terkadang, pemberian zat kontras yang disuntikkan ke pembuluh darah atau diminum diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Hasil CT scan memiliki kualitas dan kedalaman yang lebih baik daripada foto Rontgen.

Selain PET scan, CT (computerized tomography) scan juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebaran sel kanker.

 

Sebelum CT Scan

Sebelum melakukan prosedur CT scan, pasien harus melakukan hal-hal berikut:

·       Menjalani pemeriksaan darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal jika akan melakukan tomografi computed tomography (CT) dengan zat kontras

·       Beberapa jam sebelum prosedur, jangan makan atau minum apa pun, terutama bagi pasien yang akan menggunakan zat kontras

·       Menggunakan obat pencahar sebelum menjalani CT scan perut

·       Agar hasil pemindaian tidak terganggu, lepaskan benda-benda logam seperti jam tangan, perhiasan, kacamata, dan sabuk

·       Mengganti pakaian dengan jubah khusus yang diberikan oleh rumah sakit

Bergantung pada bagian tubuh mana yang akan diperiksa, zat kontras dapat diberikan dalam berbagai cara. Zat kontras diberikan dalam prosedur CT scan dengan cara-cara berikut.

Oral atau diminum

Pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan saat menerima kontras oral, terutama dalam kasus di mana CT scan dilakukan untuk melihat kondisi kerongkongan (esofagus), lambung, atau usus.

Suntik

Dokter akan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah vena di lengan untuk memberikan gambar yang lebih jelas dari organ-organ tersebut selama CT scan yang dilakukan untuk melihat kondisi kandung empedu, saluran kemih, hati, atau aliran darah. Perlu diketahui bahwa pasien mungkin mengalami rasa logam di mulut atau sensasi hangat di tubuh setelah penyuntikan.

Enema

Pasien akan diminta untuk menahan kontras di dalam duburnya selama CT scan yang memeriksa kondisi usus besar. Saat prosedur dilakukan, pasien mungkin merasa letih, mulas, atau tidak nyaman. Dokter mungkin memberikan obat bius agar anak-anak tenang selama prosedur CT scan karena hasilnya dapat kurang jelas dan sulit dibaca jika tubuh pasien bergerak selama prosedur.

 

Prosedur Scan CT

Pasien akan diminta untuk berbaring di atas tempat tidur yang dilengkapi dengan bantal, sabuk, dan penahan kepala untuk mencegah mereka bergerak selama prosedur. Tidak ada orang lain di ruang CT scan. Dokter radiologi menjalankan mesin dari ruangan lain sambil memantau dan berkomunikasi dengan pasien melalui interkom yang terhubung di kedua ruangan.

Setelah itu, pasien akan dimasukkan ke dalam mesin foto tomografi computed tomography (CT) yang berbentuk lingkaran. Selama pemeriksaan, mesin akan berputar untuk menangkap gambar tubuh pasien. Dokter dapat meminta pasien untuk menarik, menahan, atau membuang napas selama prosedur untuk mendapatkan gambar yang lebih baik.

Untuk mendapatkan gambar bagian tubuh tertentu, tempat tidur pasien juga mungkin digerakkan. Selama proses ini, pasien tidak boleh bergerak karena dapat merusak gambar. Selama pemeriksaan CT scan, pasien dapat mendengar suara seperti berdetak atau berdengung. Karena mereka tidak dapat bergerak selama beberapa menit, pasien mungkin merasa tidak nyaman.

Pengambilan gambar CT biasanya hanya membutuhkan beberapa detik hingga menit, tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa; namun, secara keseluruhan, dari persiapan hingga selesai, CT scan memerlukan waktu sekitar tiga puluh hingga enam puluh menit. Beberapa hari atau minggu setelah prosedur, dokter akan menjelaskan hasil CT scan.

 

Setelah CT Scan

Pasien biasanya boleh pulang dan beraktivitas seperti biasa setelah CT scan. Namun, bagi pasien yang diberi zat kontras, disarankan untuk menunggu selama setidaknya satu jam di rumah sakit untuk mengantisipasi reaksi alergi.

Dokter juga akan memberi saran kepada pasien untuk banyak minum air putih agar ginjal dapat membuang zat kontras dengan lebih cepat. Namun, pasien yang menerima obat penenang disarankan untuk dijemput oleh keluarga atau kerabat mereka ketika mereka pulang dari rumah sakit, dan mereka tidak boleh mengendarai kendaraan mereka sendiri.

 

Efek Samping dari Pemindaian CT Scan

Namun, paparan radiasi yang digunakan pada CT scan tergolong sangat kecil dan aman. Selain itu, suntikan kontras dapat menyebabkan reaksi alergi ringan seperti gatal-gatal, biduran, ruam kemerahan, atau rasa panas di seluruh tubuh. Namun, gejala ini dapat hilang dengan sendirinya atau dengan penggunaan obat antihistamin.

Segera beri tahu dokter jika zat kontras menyebabkan reaksi alergi yang parah atau syok anafilaktik, seperti:

·       Biduran dan gatal yang parah

·       Sulit untuk bernapas

·       Jantung berdebar kencang

·       Sulit untuk menelan

·       Pembengkakan yang terletak di kelopak mata, bibir, lidah, atau tenggorokan

·       Sesak napas

Meskipun jarang terjadi, gagal ginjal juga dapat disebabkan oleh pemberian kontras melalui suntikan. Namun, penderita diabetes, dehidrasi, atau penyakit ginjal lebih berisiko mengalami komplikasi ini.

 

Sumber: https://www.alodokter.com/ct-scan-ini-yang-harus-anda-ketahui


Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Islana Gadis Yulidani, Sp.Rad(K)dr. Islana Gadis Yulidani, Sp.Rad(K)

  • dr. Jeffrey Widjanarko, Sp.Rad

  • dr. Enny Liestyawati, Sp.Rad(K)

  • Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W,M.Kes, Sp.Rad(K)

  • Dr. dr. Diah Asmarawatie, Sp.Rad(K)

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Kulit Kering pada Lansia Bukan Sekadar Faktor Usia

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kulit yang terasa kering dan gatal merupakan keluhan yang sering dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan akan menurun sehingga kulit menjadi lebih mudah kering, pecah-pecah, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman.Meski terlihat ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi kulit. Mengapa Kulit Lansia Lebih Mudah Kering?Seiring proses penuaan, produksi minyak alami kulit berkurang sehingga lapisan pelindung kulit menjadi lebih tipis. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan cairan dan terasa kering, terutama jika dipengaruhi oleh cuaca, penggunaan sabun yang kurang sesuai, atau kebiasaan mandi dengan air panas. Cara Merawat Kulit LansiaBeberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kelembapan kulit, antara lain:Gunakan Pelembap Secara Rutin Oleskan pelembap setelah mandi atau saat kulit mulai terasa kering untuk membantu menjaga kelembapan kulit.Hindari Mandi Terlalu Lama dengan Air Panas Mandi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit semakin kering.Pilih Sabun yang Lembut Gunakan sabun dengan kandungan yang lembut agar tidak menyebabkan iritasi dan membantu menjaga kelembapan kulit.Cukupi Kebutuhan Cairan Minum air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jangan Abaikan Keluhan Kulit KeringApabila kulit terasa sangat gatal, pecah-pecah, muncul kemerahan, atau tidak membaik meski sudah dirawat di rumah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.Perawatan kulit yang tepat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan lansia. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara rutin, kulit dapat tetap lembap, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup di usia lanjut tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Membaik! Stroke Butuh Penanganan Secepatnya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Tanpa penanganan yang cepat, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan mengancam nyawa.Karena itu, mengenali gejala dan segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting. Mengapa Penanganan Harus Cepat?Pada stroke, terdapat golden period atau periode emas penanganan, yaitu sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Namun, pasien sebaiknya sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam setelah gejala muncul agar peluang mendapatkan terapi yang optimal semakin besar.Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kemungkinan fungsi otak dapat diselamatkan dan risiko komplikasi dapat dikurangi. Penanganan Stroke Sesuai PenyebabnyaPenanganan stroke akan disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami pasien.Stroke Akibat Sumbatan Jika stroke disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat, dokter dapat memberikan obat atau melakukan tindakan khusus untuk membuka sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal.Stroke Akibat Perdarahan Apabila stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan. Kenali Gejalanya Sejak DiniSegera bawa pasien ke IGD apabila muncul gejala seperti:Wajah tampak mencong.Bicara pelo atau sulit berbicara.Tangan atau kaki mendadak lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh.Gangguan keseimbangan atau penurunan kesadaran.Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya karena setiap menit sangat berharga. Setiap Detik MenentukanStroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Datang lebih cepat ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada stroke, setiap detik dapat menentukan masa depan pasien.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Hati-Hati! Olahraga Favoritmu Bisa Memperparah Saraf Kejepit

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semua jenis latihan aman dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Beberapa gerakan tertentu justru dapat memberikan tekanan lebih besar pada saraf dan tulang belakang sehingga keluhan semakin berat.Karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.Olahraga yang Sebaiknya DihindariBeberapa gerakan yang berisiko memperparah saraf kejepit antara lain:Sit Up Gerakan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.Squat Squat dengan beban berat dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah.Deadlift Latihan ini melibatkan beban besar pada tulang belakang sehingga berpotensi memperparah saraf yang terjepit.Leg Press Tekanan yang dihasilkan saat melakukan leg press dapat memperberat keluhan pada punggung bagian bawah.Straight Leg Raises Gerakan mengangkat kaki lurus dapat menarik saraf yang sedang mengalami iritasi sehingga memicu nyeri.Bersepeda Terlalu Lama Posisi duduk yang terlalu lama saat bersepeda dapat memberikan tekanan berulang pada punggung dan memperburuk gejala.Apa Dampaknya?Jika tetap memaksakan olahraga yang tidak sesuai, tekanan pada saraf dapat meningkat sehingga menyebabkan:Nyeri yang semakin berat.Kesemutan pada lengan atau tungkai.Mati rasa.Keterbatasan dalam bergerak dan beraktivitas.Tetap Boleh BerolahragaMemiliki saraf kejepit bukan berarti harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu proses pemulihan, asalkan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.Sebelum memulai atau kembali berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Mereka dapat merekomendasikan latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda sehingga manfaat olahraga tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera. Jangan Memaksakan DiriApabila nyeri punggung, kesemutan, atau kelemahan pada lengan maupun tungkai semakin memburuk saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulatri, Sp.N, CIPS, FIN, praktek setiap hari Rabu & Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin & Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*dr. Bisma Dewanto Ari Prabowo, Sp.N, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Abaikan Mata dan Mulut Kering, Bisa Jadi Sindrom Sjögren

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata terasa perih, kering, atau mulut sering terasa kering mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, jangan anggap sepele. Keluhan ini bisa menjadi tanda Sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.Sindrom Sjögren dapat memengaruhi kualitas hidup karena membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga melihat, menjadi kurang nyaman. Apa Itu Sindrom Sjögren?Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sasaran utamanya adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur sehingga produksinya menurun.Akibatnya, penderita akan mengalami mata dan mulut kering secara terus-menerus. Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat menyerang organ lain, seperti sendi, kulit, paru-paru, hingga ginjal. Apa Penyebabnya?Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Sjögren belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, antara lain:Faktor genetik atau keturunan.Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.Infeksi virus atau bakteri yang diduga menjadi pemicu munculnya reaksi autoimun.Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mengapa Perlu Diwaspadai?Produksi air mata dan air liur yang berkurang dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.Mulut kering sehingga sulit mengunyah atau menelan makanan.Bibir mudah pecah-pecah.Risiko gigi berlubang meningkat karena berkurangnya air liur.Rasa lelah atau nyeri sendi pada sebagian penderita.Jika tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila mata dan mulut kering berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti nyeri sendi, pembengkakan kelenjar, atau rasa lelah yang tidak kunjung membaik.Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Kenali Gejalanya Sejak DiniMata dan mulut yang sering kering bukan selalu disebabkan oleh kurang minum atau kelelahan. Pada beberapa orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda Sindrom Sjögren yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat, sehingga keluhan dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sering Pipis Saat Batuk atau Bersin? Jangan Dianggap Sepele!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami urine keluar tanpa sengaja saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar, terutama setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda inkontinensia urin tipe tekanan (stress urinary incontinence).Kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, sementara otot dasar panggul dan saluran kemih tidak mampu menahan keluarnya urine. Apa Penyebab Inkontinensia Urin Tipe Tekanan?Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah, di antaranya:Otot Dasar Panggul Melemah Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih dan membantu mengontrol pengeluaran urine. Ketika otot ini melemah, urine dapat keluar tanpa disadari saat terjadi tekanan pada perut.Kehamilan dan Persalinan Proses kehamilan dan persalinan dapat meregangkan serta melemahkan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko inkontinensia urin.Menopause dan Perubahan Hormon Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat memengaruhi kekuatan jaringan di sekitar saluran kemih dan dasar panggul, sehingga kontrol terhadap kandung kemih menjadi berkurang.Jangan Anggap Normal Jika Terus BerulangMeskipun tidak selalu berbahaya, inkontinensia urin dapat memengaruhi kualitas hidup. Penderitanya mungkin menjadi kurang percaya diri, membatasi aktivitas fisik, atau merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah karena takut urine keluar tanpa sengaja.Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila urine sering keluar tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan terapi yang paling sesuai, mulai dari latihan otot dasar panggul, perubahan gaya hidup, hingga penanganan medis bila diperlukan.Jangan biarkan keluhan ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag