Rheumatoid Arthritis: Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi

Kesehatan
Rheumatoid Arthritis: Penyakit Autoimun yang Menyerang Sendi
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

Halo sobat Panti Nirmala!

Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!

Apa Itu Rheumatoid Arthritis?

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri khususnya lapisan sendi (sinovium) sehingga memicu peradangan, nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Tanpa penanganan tepat, proses peradangan ini dapat merusak tulang rawan dan tulang di sekitar sendi serta mengganggu fungsi gerak sehari-hari.

Berbeda dengan osteoarthritis yang terjadi akibat “aus” sendi, RA ditandai oleh peradangan sistemik yang tidak hanya memengaruhi persendian tetapi dapat berdampak pada jaringan lain di tubuh seiring waktu.

 

Bagaimana Terjadinya RA?

Pada RA, tubuh melakukan reaksi yang seharusnya dilancarkan untuk melawan infeksi, tetapi justru menyerang jaringan sendiri terutama membran yang melapisi sendi. Akibatnya, lapisan ini menebal dan menghasilkan enzim yang bisa mengurai kolagen dan struktur jaringan lain, menyebabkan pembengkakan serta memicu pembentukan jaringan abnormal yang memperparah kerusakan sendi.

 

Gejala Utama Rheumatoid Arthritis

RA biasanya berkembang perlahan namun progresif dan memiliki beberapa tanda yang khas:

Keluhan Sendi

  • Nyeri, pembengkakan, dan rasa hangat pada sendi

  • Kekakuan sendi, terutama di pagi hari dan berlangsung lebih dari 30 menit

  • Nyeri yang semakin terasa saat sendi digerakkan

  • Biasanya terjadi secara simetris pada kedua sisi tubuh misalnya kedua tangan atau kedua pergelangan kaki

  • Sendi kecil seperti jari-jari dan pergelangan tangan sering terkena lebih awal

Keterbatasan Aktivitas

Pembengkakan dan nyeri dapat membuat aktivitas sehari-hari seperti memegang benda, menulis, atau berjalan menjadi sulit.

Gejala Sistemik

Beberapa pasien juga mengalami:

  • Kelelahan ekstrem

  • Demam ringan

  • Turunnya nafsu makan
    Selain gejala sendi, peradangan kronis dapat memengaruhi organ lain jika tidak ditangani tepat waktu.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami RA?

Penyebab pasti RA masih belum diketahui, tetapi beberapa faktor risiko yang diidentifikasi meliputi:

·         Penyakit autoimun lain dalam keluarga

·         Jenis kelamin (lebih sering terjadi pada wanita)

·         Usia dewasa hingga lanjut

·         Faktor gaya hidup seperti merokok atau paparan polusi

Wanita dan orang yang lebih tua cenderung memiliki risiko lebih tinggi, dan gejala sering mulai berkembang di usia pertengahan hingga lanjut.

 

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

RA adalah penyakit sistemik: meskipun gejala utamanya pada sendi, kondisi ini dapat memengaruhi bagian tubuh lain jika tidak dikontrol dengan baik, termasuk:

  • Kerusakan jaringan sendi yang permanen

  • Keterbatasan fungsi fisik dan kecacatan

  • Keterlibatan organ lain seperti paru-paru, jantung, mata, dan kulit

  • Dampak psikologis seperti penurunan kualitas hidup

Pencegahan komplikasi dimulai dengan diagnosis dan penanganan sedini mungkin oleh tenaga kesehatan profesional.

 

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Segera temui dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri sendi persisten lebih dari beberapa minggu

  • Pembengkakan sendi yang tidak kunjung membaik

  • Kekakuan sendi yang membatasi aktivitas sehari-hari
    Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat membantu meminimalkan risiko kerusakan sendi permanen dan meningkatkan hasil jangka panjang.

 

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan sendi dan dapat berdampak luas jika tidak ditangani dengan baik. Dengan pengawasan medis yang tepat, kombinasi terapi obat, dan dukungan tim kesehatan, pasien RA dapat mengendalikan gejala yang muncul dan mempertahankan fungsi sendi dalam kehidupan sehari-hari. Diagnosis dini dan pengobatan yang terarah merupakan kunci untuk mencegah kecacatan dan menjaga kualitas hidup.

Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Istan Irmansyah, Sp.OT (K), praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*

  • Dr. dr. Thomas Erwing C.J. Huwae, Sp.OT (K) Hand, praktek setiap hari Rabu pukul 14.00 - 18.00 WIB*

  • dr. Ery Satriawan, Sp.OT, praktek setiap hari Sabtu pukul 07.00 - 11.00 WIB*

  • dr. Maksum Pandeliman, Sp.OT, praktek setiap hari Sabtu pukul 11.00 - 13.00 WIB*

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) 

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini 

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Kulit Kering pada Lansia Bukan Sekadar Faktor Usia

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kulit yang terasa kering dan gatal merupakan keluhan yang sering dialami oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan akan menurun sehingga kulit menjadi lebih mudah kering, pecah-pecah, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman.Meski terlihat ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi kulit. Mengapa Kulit Lansia Lebih Mudah Kering?Seiring proses penuaan, produksi minyak alami kulit berkurang sehingga lapisan pelindung kulit menjadi lebih tipis. Akibatnya, kulit lebih mudah kehilangan cairan dan terasa kering, terutama jika dipengaruhi oleh cuaca, penggunaan sabun yang kurang sesuai, atau kebiasaan mandi dengan air panas. Cara Merawat Kulit LansiaBeberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kelembapan kulit, antara lain:Gunakan Pelembap Secara Rutin Oleskan pelembap setelah mandi atau saat kulit mulai terasa kering untuk membantu menjaga kelembapan kulit.Hindari Mandi Terlalu Lama dengan Air Panas Mandi menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit semakin kering.Pilih Sabun yang Lembut Gunakan sabun dengan kandungan yang lembut agar tidak menyebabkan iritasi dan membantu menjaga kelembapan kulit.Cukupi Kebutuhan Cairan Minum air putih yang cukup setiap hari dapat membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jangan Abaikan Keluhan Kulit KeringApabila kulit terasa sangat gatal, pecah-pecah, muncul kemerahan, atau tidak membaik meski sudah dirawat di rumah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.Perawatan kulit yang tepat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan lansia. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara rutin, kulit dapat tetap lembap, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup di usia lanjut tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Membaik! Stroke Butuh Penanganan Secepatnya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Tanpa penanganan yang cepat, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kecacatan permanen, bahkan mengancam nyawa.Karena itu, mengenali gejala dan segera membawa pasien ke rumah sakit menjadi langkah yang sangat penting. Mengapa Penanganan Harus Cepat?Pada stroke, terdapat golden period atau periode emas penanganan, yaitu sekitar 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Namun, pasien sebaiknya sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam setelah gejala muncul agar peluang mendapatkan terapi yang optimal semakin besar.Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar pula kemungkinan fungsi otak dapat diselamatkan dan risiko komplikasi dapat dikurangi. Penanganan Stroke Sesuai PenyebabnyaPenanganan stroke akan disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami pasien.Stroke Akibat Sumbatan Jika stroke disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat, dokter dapat memberikan obat atau melakukan tindakan khusus untuk membuka sumbatan sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal.Stroke Akibat Perdarahan Apabila stroke terjadi karena pecahnya pembuluh darah, penanganan difokuskan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan pada otak. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan. Kenali Gejalanya Sejak DiniSegera bawa pasien ke IGD apabila muncul gejala seperti:Wajah tampak mencong.Bicara pelo atau sulit berbicara.Tangan atau kaki mendadak lemas, terutama pada salah satu sisi tubuh.Gangguan keseimbangan atau penurunan kesadaran.Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya karena setiap menit sangat berharga. Setiap Detik MenentukanStroke membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Datang lebih cepat ke rumah sakit dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala stroke, segera menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pada stroke, setiap detik dapat menentukan masa depan pasien.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Hati-Hati! Olahraga Favoritmu Bisa Memperparah Saraf Kejepit

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak semua jenis latihan aman dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Beberapa gerakan tertentu justru dapat memberikan tekanan lebih besar pada saraf dan tulang belakang sehingga keluhan semakin berat.Karena itu, penting untuk mengetahui jenis olahraga yang sebaiknya dihindari agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lebih optimal.Olahraga yang Sebaiknya DihindariBeberapa gerakan yang berisiko memperparah saraf kejepit antara lain:Sit Up Gerakan ini dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat.Squat Squat dengan beban berat dapat meningkatkan tekanan pada area pinggang dan punggung bawah.Deadlift Latihan ini melibatkan beban besar pada tulang belakang sehingga berpotensi memperparah saraf yang terjepit.Leg Press Tekanan yang dihasilkan saat melakukan leg press dapat memperberat keluhan pada punggung bagian bawah.Straight Leg Raises Gerakan mengangkat kaki lurus dapat menarik saraf yang sedang mengalami iritasi sehingga memicu nyeri.Bersepeda Terlalu Lama Posisi duduk yang terlalu lama saat bersepeda dapat memberikan tekanan berulang pada punggung dan memperburuk gejala.Apa Dampaknya?Jika tetap memaksakan olahraga yang tidak sesuai, tekanan pada saraf dapat meningkat sehingga menyebabkan:Nyeri yang semakin berat.Kesemutan pada lengan atau tungkai.Mati rasa.Keterbatasan dalam bergerak dan beraktivitas.Tetap Boleh BerolahragaMemiliki saraf kejepit bukan berarti harus berhenti berolahraga. Aktivitas fisik tetap penting untuk menjaga kebugaran dan membantu proses pemulihan, asalkan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.Sebelum memulai atau kembali berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Mereka dapat merekomendasikan latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda sehingga manfaat olahraga tetap diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera. Jangan Memaksakan DiriApabila nyeri punggung, kesemutan, atau kelemahan pada lengan maupun tungkai semakin memburuk saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Neurologi (Saraf) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Chandra Iwan, Sp.N, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 11.00 - 14.00 WIB*Dr. dr. Emmy Endang Sulatri, Sp.N, CIPS, FIN, praktek setiap hari Rabu & Jumat pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Endang Ekawati, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 09.00 - 14.00 WIB*dr. Dessika Rahmawati, Sp.S(K), praktek setiap hari Senin & Rabu pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Anica Hadi, Sp.N, praktek setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pukul 10.00 - 12.00 WIB*dr. Bisma Dewanto Ari Prabowo, Sp.N, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Abaikan Mata dan Mulut Kering, Bisa Jadi Sindrom Sjögren

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mata terasa perih, kering, atau mulut sering terasa kering mungkin terdengar seperti keluhan ringan. Namun, jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, jangan anggap sepele. Keluhan ini bisa menjadi tanda Sindrom Sjögren, yaitu penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.Sindrom Sjögren dapat memengaruhi kualitas hidup karena membuat aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga melihat, menjadi kurang nyaman. Apa Itu Sindrom Sjögren?Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sasaran utamanya adalah kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur sehingga produksinya menurun.Akibatnya, penderita akan mengalami mata dan mulut kering secara terus-menerus. Pada beberapa kasus, Sindrom Sjögren juga dapat menyerang organ lain, seperti sendi, kulit, paru-paru, hingga ginjal. Apa Penyebabnya?Hingga saat ini, penyebab pasti Sindrom Sjögren belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, antara lain:Faktor genetik atau keturunan.Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.Infeksi virus atau bakteri yang diduga menjadi pemicu munculnya reaksi autoimun.Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Mengapa Perlu Diwaspadai?Produksi air mata dan air liur yang berkurang dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mata terasa kering, perih, atau seperti berpasir.Mulut kering sehingga sulit mengunyah atau menelan makanan.Bibir mudah pecah-pecah.Risiko gigi berlubang meningkat karena berkurangnya air liur.Rasa lelah atau nyeri sendi pada sebagian penderita.Jika tidak ditangani, keluhan tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila mata dan mulut kering berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain seperti nyeri sendi, pembengkakan kelenjar, atau rasa lelah yang tidak kunjung membaik.Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Kenali Gejalanya Sejak DiniMata dan mulut yang sering kering bukan selalu disebabkan oleh kurang minum atau kelelahan. Pada beberapa orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda Sindrom Sjögren yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.Mengenali gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter merupakan langkah penting untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat, sehingga keluhan dapat dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sering Pipis Saat Batuk atau Bersin? Jangan Dianggap Sepele!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Pernah mengalami urine keluar tanpa sengaja saat batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang wajar, terutama setelah melahirkan atau seiring bertambahnya usia. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda inkontinensia urin tipe tekanan (stress urinary incontinence).Kondisi ini terjadi ketika tekanan di dalam perut meningkat, sementara otot dasar panggul dan saluran kemih tidak mampu menahan keluarnya urine. Apa Penyebab Inkontinensia Urin Tipe Tekanan?Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan otot dasar panggul melemah, di antaranya:Otot Dasar Panggul Melemah Otot dasar panggul berfungsi menopang kandung kemih dan membantu mengontrol pengeluaran urine. Ketika otot ini melemah, urine dapat keluar tanpa disadari saat terjadi tekanan pada perut.Kehamilan dan Persalinan Proses kehamilan dan persalinan dapat meregangkan serta melemahkan otot dasar panggul sehingga meningkatkan risiko inkontinensia urin.Menopause dan Perubahan Hormon Penurunan hormon estrogen setelah menopause dapat memengaruhi kekuatan jaringan di sekitar saluran kemih dan dasar panggul, sehingga kontrol terhadap kandung kemih menjadi berkurang.Jangan Anggap Normal Jika Terus BerulangMeskipun tidak selalu berbahaya, inkontinensia urin dapat memengaruhi kualitas hidup. Penderitanya mungkin menjadi kurang percaya diri, membatasi aktivitas fisik, atau merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah karena takut urine keluar tanpa sengaja.Semakin cepat kondisi ini dikenali, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Kapan Harus Berkonsultasi?Segera periksakan diri ke dokter apabila urine sering keluar tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan terapi yang paling sesuai, mulai dari latihan otot dasar panggul, perubahan gaya hidup, hingga penanganan medis bila diperlukan.Jangan biarkan keluhan ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sehingga kualitas hidup tetap terjaga.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag