TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kesehatan
TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Halo sobat Panti Nirmala!

Apakah Anda masih batuk setelah lebih dari tiga minggu? Ini mungkin menandakan tuberkulosis (TBC), jadi Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Pasien TBC dapat sembuh sepenuhnya jika mereka menerima perawatan yang tepat dan tidak ditunda. Untuk menghindari perburukan gejala dan penularan lebih lanjut, baca informasi seputar TBC berikut.

 

Apa itu tuberkulosis?

Tuberkulosis, juga dikenal sebagai TBC paru, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk kronis dan sesak napas. Pasien biasanya juga mengalami gejala lain, seperti demam dan berkeringat pada malam hari.

Pengobatan tuberkulosis biasanya membutuhkan berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat untuk mencegah resistensi antibiotik. TBC dapat fatal jika tidak ditangani segera. Bakteri M. tuberculosis dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang, sendi, kelenjar getah bening, atau selaput otak. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ekstra paru.

 

Tanda-tanda TBC

Salah satu gejala utama TBC adalah batuk yang bertahan lebih dari tiga minggu. Ini adalah salah satu hal yang membedakan batuk TBC dari batuk biasa. Dahak atau darah dapat menyertai batuk TBC. Pasien biasanya juga mengalami gejala seperti:

·       sesak napas,

·       nyeri dada,

·       kelelahan,

·       penurunan berat badan,

·       kehilangan nafsu makan,

·       menggigil,

·       demam, serta

·       berkeringat pada malam hari.

Namun, gejala TB ekstra paru-paru dapat beragam tergantung pada organ tubuh yang terinfeksi. Jika Anda mengalami gejala tuberkulosis, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah penularan.

 

Faktor yang Menyebabkan Tuberkulosis

Infeksi bakteri M. tuberculosis pada paru-paru menyebabkan tuberkulosis. Di sisi lain, tuberkulosis dapat menular melalui inhalasi udara yang terkontaminasi bakteri TB. Saat pasien tuberkulosis batuk atau bersin, partikel atau percikan lendir dapat membawa bakteri.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi M. tuberculosis dapat menularkannya pada orang lain. Hanya seseorang yang memiliki penyakit TB paru-paru yang aktif yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Untuk memahami bagaimana bakteri penyebab tuberkulosis menginfeksi tubuh dan menimbulkan gejala, Anda perlu memahami tahapan infeksinya. Bakteri M. tuberculosis akan menginfeksi dalam tiga tahap, menurut buku Tuberculosis.

Infeksi primer

Infeksi primer terjadi ketika bakteri penyebab tuberkulosis masuk ke mulut dan hidung. Bakteri ini kemudian masuk ke paru-paru dan mulai berkembang biak.

Infeksi laten

Saat bakteri tumbuh, sistem kekebalan akan melawannya. Jika sistem kekebalan kuat, bakteri akan masuk ke dalam status dorman, yang berarti bakteri tidak menginfeksi atau tidur. Pada tahap yang dikenal sebagai tuberkulosis laten, individu yang terinfeksi tidak akan menunjukkan gejala tuberkulosis. Mereka juga tidak dapat menularkan penyakit kepada orang lain.

Infeksi aktif

Sebaliknya, bakteri akan terus berkembang dan menyerang sel sehat paru-paru jika sistem imun lemah terhadap infeksi. Apabila bakteri sebelumnya dalam keadaan tidur, respons imun yang lemah dapat membuatnya terbangun dan menginfeksi lagi. Ini disebut sebagai awal penyakit TBC paru aktif, atau ketika gejala TBC mulai muncul.

 

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko tuberkulosis

Bakteri M. tuberculosis dapat menyebar ke semua orang, tidak peduli usia atau jenis kelamin. Namun, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena TBC:

·       Sistem kekebalan yang lemah, seperti HIV, diabetes melitus, dan malnutrisi

·       Kontak dengan orang yang menderita tuberkulosis, seperti tenaga medis atau anggota keluarga pasien

·       Tinggal di tempat dengan sistem ventilasi dan sanitasi yang buruk

·       Konsumsi alkohol terlalu banyak

·       Menggunakan obat-obatan yang dilarang

·       Rokok

·       Perjalanan ke daerah yang memiliki tingkat kasus TB yang tinggi

·       Menjalani perawatan untuk kanker, seperti kemoterapi

·       Mengambil obat autoimun seperti RA, penyakit Crohn, dan psoriasis

 

Komplikasi Tuberkulosis

TBC dapat fatal jika tidak ditangani dengan benar. Bakteri ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh melalui pembuluh darah dan saluran limfatik, juga dikenal sebagai getah bening. Tuberkulosis yang tidak segera diobati dapat menyebabkan berbagai masalah yang berikut ini:

·       Rasa sakit di punggung

·       Cedera pada sendi

·       Peradangan selaput otak, juga dikenal sebagai meningitis

·       Masalah ginjal dan hati

·       Kelainan jantung yang dikenal sebagai tamponade jantung

 

Cara Mendiagnosis Tuberkulosis

Dokter akan memeriksa Anda secara fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda, tempat tinggal dan pekerjaan Anda, serta orang-orang dengan siapa Anda berhubungan. Dokter akan mengetahui apakah Anda memiliki faktor risiko TBC dengan informasi ini.

Dokter juga akan meminta Anda menjalani beberapa tes TBC, salah satunya adalah tes kulit tuberkulin yang dikenal sebagai tes Mantoux. Untuk uji tuberkulin, protein kecil yang mengandung bakteri tuberkulosis akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan. Setelah 48 hingga 72 jam, kulit tersebut akan diperiksa.

Jika hasilnya positif, itu berarti seseorang telah terinfeksi TBC. Namun, tes ini tidak dapat menentukan apakah bakteri dalam kondisi aktif atau laten TBC. Akibatnya, pemeriksaan dahak dan darah untuk memastikan keberadaan bakteri M. tuberculosis akan memperkuat diagnosis. Untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi di dalam paru-paru, rontgen dada juga mungkin diperlukan.

 

Pengobatan TB

TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang ketat. Anda harus mengikuti instruksi dokter tentang cara mengonsumsi obat TBC selama 6–12 bulan. Pengobatan mencakup penggunaan berbagai macam obat antituberkulosis atau antibiotik khusus yang dimaksudkan untuk mencegah infeksi bakteri TBC.

Pengobatan dilakukan dalam dua tahap: tahap intensif selama dua bulan pertama dan tahap lanjutan selama bulan ke empat hingga tujuh. Dokter mungkin mengurangi dosis selama tahap lanjutan. Pengobatan awal TBC terdiri dari obat-obatan berikut.

·       Isoniazid.

·       Rifampin (Rifadin, Rimactane).

·       Ethambutol (Myambutol).

·       Pyrazinamide.

·       Streptomisin.

Jangan berhenti minum obat TBC sebelum waktunya karena dapat menyebabkan resistensi obat TBC (TB RO). TB RO adalah ketika bakteri TB tidak dapat dibunuh dengan pengobatan standar. Ini bisa terjadi karena pasien minum obat secara tidak teratur, berhenti minum obat sebelum waktunya, atau karena ada kondisi tertentu.

Pasien dengan kondisi ini dapat menerima obat lanjutan seperti Sikloserin, Amikasin/Kanamisin, Ethionamide, dan Levofloxacin. TB RO biasanya lebih sulit dikendalikan meskipun ada pilihan pengobatan lini kedua. Bakteri tuberkulosis yang resisten terhadap berbagai antibiotik disebut TB MDR.

 

Mencegah TBC

Mengikuti vaksinasi Bacille Calmette-Guerin (BCG), yang biasanya diberikan pada bayi dan anak-anak, adalah cara yang efektif untuk mencegah TBC. Orang-orang yang sangat rentan terhadap penularan tuberkulosis harus divaksinasi BCG, seperti bayi dan anak-anak.

Karena sistem kekebalan pasien mungkin tidak dapat melawan bakteri yang terkandung dalam vaksin BCG, vaksin ini tidak disarankan untuk diberikan kepada individu dengan sistem kekebalan yang lemah.

Selain itu, vaksin ini tidak dapat diberikan kepada pasien tuberkulosis laten. Mereka yang menderita tuberkulosis laten dapat menerima pengobatan khusus dari dokter untuk mencegah bakteri menjadi aktif kembali. Selain menerima vaksinasi, gaya hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker saat bepergian, dapat membantu mencegah TBC.

Sumber: https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/pengertian-tbc/


Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr.Tri Dyah, Sp.A, praktik setiap hari Senin - Sabtu pukul 08.00 - 12.00 WIB dan Selasa & Kamis pukul 15.00 - 16.00 WIB*

  • dr.Eileen Erica Mardiharto, Sp.A, praktik setiap hari Senin pukul 17.00 - 19.00 WIB dan Rabu pukul 18.00 - 20.00 WIB*

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini  

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Mengapa Sariawan Muncul di Bawah Lidah? Ini Faktor yang Bisa Memicu!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Sariawan di bawah lidah sering menimbulkan rasa perih dan tidak nyaman, terutama saat makan, minum, atau berbicara. Meski umumnya bukan kondisi berbahaya, sariawan yang sering muncul atau sulit sembuh tetap perlu diperhatikan.Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sariawan di bawah lidah, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi kesehatan tertentu. Kenapa Sariawan Bisa Muncul di Bawah Lidah?Bagian bawah lidah memiliki jaringan yang cukup sensitif sehingga lebih mudah mengalami iritasi atau luka. Ketika lapisan jaringan mulut mengalami gangguan, dapat muncul luka kecil yang terasa nyeri atau perih.Berikut beberapa faktor yang sering menjadi penyebab sariawan di bawah lidah.1. Cedera Ringan pada MulutCedera ringan menjadi salah satu penyebab paling umum sariawan.Luka dapat terjadi karena:Tidak sengaja tergigitMenyikat gigi terlalu kerasTerkena makanan yang keras atau tajamGesekan saat makanCedera kecil ini dapat memicu peradangan dan menyebabkan sariawan.2. Penggunaan Alat GigiBeberapa alat di dalam mulut juga dapat menyebabkan iritasi pada jaringan lidah dan mulut, seperti:Kawat gigiRetainerGigi palsuTambalan gigi yang permukaannya tidak halusGesekan yang terjadi terus-menerus dapat menimbulkan luka dan sariawan.3. Perubahan HormonPerubahan hormon pada wanita dapat meningkatkan risiko sariawan, terutama saat:MenstruasiKehamilanMenopausePerubahan hormon dapat membuat jaringan mulut menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.4. Paparan Bahan KimiaBeberapa kandungan dalam produk perawatan mulut dapat memicu iritasi pada jaringan mulut.Salah satunya adalah sodium lauryl sulfate (SLS), bahan yang sering ditemukan pada:Pasta gigiObat kumurPada sebagian orang, bahan ini dapat memicu munculnya sariawan.5. Konsumsi Makanan TertentuMakanan yang terlalu pedas, panas, atau asam dapat mengiritasi jaringan mulut dan memicu luka di bawah lidah.Beberapa contoh makanan yang dapat menjadi pemicu antara lain:Makanan pedasJeruk dan makanan asamMakanan atau minuman terlalu panasKonsumsi berlebihan dapat membuat mulut lebih mudah mengalami iritasi.6. Kekurangan NutrisiKurangnya asupan nutrisi tertentu dapat melemahkan lapisan pelindung mulut sehingga lebih mudah terjadi sariawan.Nutrisi yang berperan penting antara lain:Vitamin B3Vitamin B12Vitamin CZat besiAsam folatKarena itu, pola makan bergizi seimbang penting untuk menjaga kesehatan mulut.7. Alergi MakananPada beberapa orang, reaksi alergi terhadap makanan tertentu dapat memicu munculnya sariawan.Makanan yang sering memicu alergi misalnya:SusuTelurMakanan lautJika sariawan sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut.8. Infeksi BakteriInfeksi bakteri tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan, salah satunya bakteri Helicobacter pylori yang dikenal sebagai penyebab gangguan lambung.Infeksi dapat memengaruhi kondisi kesehatan mulut dan memicu peradangan.9. StresStres dan tekanan emosional dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan mengalami sariawan.Kurang istirahat dan kelelahan juga dapat memperburuk kondisi ini. Jaga Kesehatan Mulut Sejak DiniMenjaga kebersihan mulut, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari pemicu iritasi dapat membantu mencegah sariawan muncul kembali.Jangan abaikan sariawan yang terus berulang, karena deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat membantu mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Cegah Hepatitis Sejak Dini: Terapkan Hidup Bersih dan Sehat Setiap Hari

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, pola hidup tidak sehat, maupun faktor lainnya. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi gangguan hati yang serius jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik.Selain melalui imunisasi, pencegahan hepatitis juga dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengurangi risiko penularan dan menjaga kesehatan hati. Apa Itu Hepatitis?Hepatitis adalah kondisi peradangan pada organ hati. Beberapa jenis hepatitis disebabkan oleh virus, seperti:Hepatitis AHepatitis BHepatitis CHepatitis DHepatitis EPenularannya dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan darah atau cairan tubuh, hingga penggunaan alat pribadi secara bergantian.Gejala hepatitis dapat berupa:Mudah lelahMual dan muntahNyeri perutKulit dan mata menguningUrine berwarna gelapNafsu makan menurunPada beberapa kasus, hepatitis juga bisa muncul tanpa gejala sehingga sering tidak disadari. Cara Mencegah Hepatitis Sejak Dini1. Jaga Kebersihan DiriMencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting untuk membantu mencegah penularan hepatitis, terutama hepatitis A dan E.Biasakan mencuci tangan:Sebelum makanSetelah dari toiletSetelah beraktivitas di luar rumahSebelum mengolah makananKebiasaan ini membantu mengurangi risiko masuknya kuman dan virus ke dalam tubuh.2. Konsumsi Makanan yang AmanMakanan yang tidak higienis dapat menjadi salah satu sumber penularan hepatitis.Beberapa hal yang perlu diperhatikan:Cuci bahan makanan hingga bersih sebelum dimasakPastikan makanan dimasak matang sempurnaHindari makanan mentah yang kebersihannya tidak terjaminGunakan air bersih untuk memasak dan minumPola konsumsi yang aman membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan hati.3. Perhatikan Kebersihan LingkunganLingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit, termasuk hepatitis.Pastikan untuk:Menjaga kebersihan rumahMengelola sampah dengan baikMenggunakan sumber air yang bersihMenjaga kebersihan kamar mandi dan dapurLingkungan yang sehat mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.4. Terapkan Pola Hidup SehatMenjaga daya tahan tubuh juga penting untuk membantu tubuh melawan infeksi.Beberapa langkah yang dapat dilakukan:Konsumsi makanan bergizi seimbangRutin berolahragaTidur dan istirahat yang cukupKelola stres dengan baikTubuh yang sehat membantu fungsi organ hati tetap optimal.5. Hindari Berbagi Barang PribadiBeberapa jenis hepatitis dapat menular melalui darah atau cairan tubuh. Karena itu, hindari menggunakan barang pribadi secara bergantian, seperti:Sikat gigiAlat cukurJarum suntikAlat tindik atau tato yang tidak sterilKebiasaan ini membantu mengurangi risiko penularan hepatitis B dan C.6. Hindari Kebiasaan BerisikoKonsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan obat atau narkoba tanpa pengawasan dapat merusak hati dan meningkatkan risiko hepatitis.Menjaga pola hidup sehat dan menghindari kebiasaan berisiko menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan hati dalam jangka panjang. Mulai dari Kebiasaan SederhanaHepatitis dapat dicegah dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup sehat bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Lansia Tetap Aktif dan Bugar: Pilihan Aktivitas Fisik yang Aman dan Menyenangkan

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Memasuki usia lanjut bukan berarti harus berhenti aktif bergerak. Justru, aktivitas fisik yang rutin dan sesuai kemampuan sangat penting untuk membantu lansia menjaga kesehatan tubuh, kebugaran, serta kualitas hidup sehari-hari.Tetap aktif dapat membantu lansia merasa lebih sehat, mandiri, dan nyaman menjalani aktivitas. Selain baik untuk fisik, olahraga juga membantu menjaga suasana hati dan kesehatan mental. Kenapa Lansia Perlu Tetap Aktif?Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh secara alami akan mengalami penurunan, seperti:Otot menjadi lebih lemahSendi terasa kakuKeseimbangan tubuh menurunRisiko penyakit kronis meningkatKarena itu, aktivitas fisik membantu menjaga tubuh tetap kuat dan mencegah penurunan fungsi tubuh terjadi lebih cepat.Manfaat olahraga rutin bagi lansia antara lain:Menjaga kesehatan jantungMemperkuat otot dan tulangMelancarkan peredaran darahMenjaga keseimbangan tubuhMengurangi risiko jatuhMembantu menjaga berat badanMeningkatkan kualitas tidur dan suasana hati Pilihan Aktivitas Fisik yang Aman untuk Lansia1. Jalan SantaiJalan santai menjadi salah satu aktivitas paling mudah dan aman dilakukan lansia. Aktivitas ini dapat membantu:Meningkatkan staminaMembakar kaloriMenjaga kesehatan jantungMelancarkan sirkulasi darahJalan santai bisa dilakukan di pagi atau sore hari dengan durasi yang disesuaikan kondisi tubuh.2. BersepedaBersepeda termasuk olahraga ringan yang baik untuk kesehatan sendi dan otot. Aktivitas ini juga membantu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran tubuh.Namun, keamanan tetap perlu diperhatikan, seperti:Menggunakan sepeda yang nyamanMemilih jalur yang amanMenggunakan pelindung bila diperlukanTidak memaksakan diri jika tubuh lelah3. Dansa atau SenamSenam dan dansa dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan karena dilakukan dengan iringan musik dan gerakan yang ringan.Selain membantu tubuh tetap aktif, aktivitas ini juga bermanfaat untuk:Melatih keseimbangan tubuhMeningkatkan koordinasi gerakMenjaga kelenturan tubuhMembantu mengurangi stresKegiatan bersama kelompok juga dapat membantu lansia tetap aktif secara sosial.4. BerenangBerenang termasuk olahraga yang baik untuk lansia karena gerakannya relatif ringan bagi sendi.Manfaat berenang antara lain:Memperkuat ototMenjaga kesehatan sendiMelancarkan peredaran darahMendukung kesehatan jantung dan paru-paruOlahraga air juga membantu mengurangi tekanan pada lutut dan tulang belakang sehingga terasa lebih nyaman. Tips Aman Berolahraga untuk LansiaAgar aktivitas fisik tetap aman dan nyaman, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:Pilih olahraga sesuai kondisi tubuhMulai dengan intensitas ringanLakukan pemanasan dan pendinginanGunakan pakaian dan alas kaki yang nyamanMinum cukup airBeristirahat jika merasa lelah atau pusingKonsultasikan dengan dokter jika memiliki penyakit tertentuYang terpenting, olahraga dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan. Tetap Aktif untuk Menjaga Kualitas HidupAktivitas fisik tidak harus berat untuk memberikan manfaat bagi tubuh. Gerakan sederhana yang dilakukan rutin dapat membantu lansia tetap sehat, bugar, dan lebih mandiri dalam menjalani keseharian.Dengan memilih aktivitas yang aman dan menyenangkan, lansia dapat menikmati masa tua dengan tubuh yang lebih sehat, pikiran lebih segar, dan kualitas hidup yang lebih baik. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Sendi Sering Nyeri & Kaku? Waspada Rheumatoid Arthritis!

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Nyeri dan kaku pada sendi sering dianggap sebagai keluhan biasa akibat kelelahan atau faktor usia. Namun, jika keluhan terjadi terus-menerus, terutama di pagi hari, kondisi ini bisa menjadi tanda rheumatoid arthritis.Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang dapat menyebabkan peradangan sendi secara kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat merusak sendi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Apa Itu Rheumatoid Arthritis?Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri, terutama lapisan sendi.Akibatnya, sendi mengalami:PeradanganPembengkakanNyeriKekakuanDalam jangka panjang, peradangan dapat merusak sendi bahkan memengaruhi organ tubuh lain.Penyakit ini lebih sering dialami wanita, terutama pada usia 40–60 tahun, dan biasanya menyerang kedua sisi tubuh secara bersamaan. Penyebab dan Faktor RisikoPenyebab pasti rheumatoid arthritis belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan sistem imun yang dipengaruhi beberapa faktor risiko, seperti:MerokokObesitasPaparan bahan kimia seperti asbes dan silikaInfeksi tertentuCedera pada sendiFaktor genetik atau keturunanFaktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada sendi. Gejala Rheumatoid Arthritis yang Perlu DiwaspadaiGejala rheumatoid arthritis biasanya berkembang secara perlahan dan dapat memburuk seiring waktu.Beberapa keluhan yang sering muncul antara lain:Nyeri sendiBengkak pada sendiSendi terasa hangat dan kemerahanKaku pada sendi, terutama di pagi hariMudah lelahSulit bergerakKekakuan sendi pada rheumatoid arthritis umumnya berlangsung cukup lama setelah bangun tidur. Keluhan yang Sering Terjadi pada KakiRheumatoid arthritis juga sering menyerang area kaki dan pergelangan kaki. Keluhan yang dapat muncul meliputi:Nyeri saat berjalanNyeri yang terasa lebih berat saat naik tanjakanNyeri pada tumit atau tulang keringPerubahan bentuk kakiSulit menggunakan sepatu karena bentuk kaki berubahJika terus berlanjut, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan berjalan dan aktivitas sehari-hari. Mengapa Rheumatoid Arthritis Tidak Boleh Diabaikan?Peradangan yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Selain itu, rheumatoid arthritis juga dapat memengaruhi organ lain seperti:JantungParu-paruMataPembuluh darahKarena itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk membantu memperlambat kerusakan sendi. Cara Mengelola Rheumatoid ArthritisMeski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, rheumatoid arthritis dapat dikontrol dengan penanganan yang tepat.Beberapa langkah yang biasanya dilakukan antara lain:Konsumsi obat sesuai anjuran dokterMenjaga berat badan idealRutin berolahraga ringanMenghindari rokokIstirahat yang cukupFisioterapi bila diperlukanKontrol rutin ke dokterPenanganan yang tepat membantu mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Pentingnya Mengenali Gejala Sejak DiniRheumatoid arthritis dapat berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal. Jangan abaikan jika sendi sering terasa nyeri, bengkak, atau kaku, terutama bila keluhan terjadi berulang dan mengganggu aktivitas.Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih berat dan menjaga kualitas hidup tetap baik. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Tekanan Darah Naik! Cegah Hipertensi Mulai Sekarang

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena dapat muncul tanpa gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.Padahal, tekanan darah tinggi sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit serius di masa depan. Kenapa Hipertensi Perlu Dicegah?Tekanan darah yang terus tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan berbagai organ penting.Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko:StrokeSerangan jantungGagal ginjalGangguan penglihatanPenyakit pembuluh darahKarena sering tidak menimbulkan keluhan, pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Langkah Sederhana Mencegah Hipertensi1. Konsumsi Makanan SehatPola makan sehat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Perbanyak konsumsi:Buah-buahanSayuranMakanan tinggi seratProtein sehatNutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.2. Batasi Asupan GaramTerlalu banyak garam dapat membuat tubuh menahan cairan sehingga tekanan darah meningkat.Beberapa sumber garam berlebih yang perlu dibatasi antara lain:Makanan instanFast foodCamilan asinMakanan olahanMengurangi konsumsi garam menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah hipertensi.3. Kurangi Konsumsi Kafein BerlebihanKafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Karena itu, konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein sebaiknya tetap dalam jumlah wajar.4. Berhenti MerokokMerokok dapat merusak pembuluh darah dan membuat tekanan darah meningkat. Tidak hanya bagi perokok aktif, paparan asap rokok juga dapat membahayakan kesehatan orang di sekitarnya.Berhenti merokok membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko hipertensi.5. Rutin BerolahragaAktivitas fisik membantu memperkuat jantung sehingga jantung dapat memompa darah lebih efisien.Olahraga ringan yang dapat dilakukan antara lain:Jalan kakiBersepedaJoggingSenamBerenangLakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.6. Jaga Berat Badan IdealBerat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga dapat membantu menurunkan risiko hipertensi.7. Batasi Konsumsi AlkoholKonsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi kesehatan jantung. Membatasi atau menghindari alkohol membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.8. Kurangi Lemak JenuhMakanan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi.Pilih makanan yang lebih sehat seperti:IkanKacang-kacanganDaging tanpa lemakMakanan rendah lemak Mulai dari Kebiasaan KecilMencegah hipertensi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti makan sehat, cukup minum air putih, tidur cukup, dan rutin bergerak sudah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag