TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kesehatan
TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

TBC Bukan Sekadar Batuk! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Halo sobat Panti Nirmala!

Apakah Anda masih batuk setelah lebih dari tiga minggu? Ini mungkin menandakan tuberkulosis (TBC), jadi Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Pasien TBC dapat sembuh sepenuhnya jika mereka menerima perawatan yang tepat dan tidak ditunda. Untuk menghindari perburukan gejala dan penularan lebih lanjut, baca informasi seputar TBC berikut.

 

Apa itu tuberkulosis?

Tuberkulosis, juga dikenal sebagai TBC paru, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Bakteri tuberkulosis menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk kronis dan sesak napas. Pasien biasanya juga mengalami gejala lain, seperti demam dan berkeringat pada malam hari.

Pengobatan tuberkulosis biasanya membutuhkan berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat untuk mencegah resistensi antibiotik. TBC dapat fatal jika tidak ditangani segera. Bakteri M. tuberculosis dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang, sendi, kelenjar getah bening, atau selaput otak. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis ekstra paru.

 

Tanda-tanda TBC

Salah satu gejala utama TBC adalah batuk yang bertahan lebih dari tiga minggu. Ini adalah salah satu hal yang membedakan batuk TBC dari batuk biasa. Dahak atau darah dapat menyertai batuk TBC. Pasien biasanya juga mengalami gejala seperti:

·       sesak napas,

·       nyeri dada,

·       kelelahan,

·       penurunan berat badan,

·       kehilangan nafsu makan,

·       menggigil,

·       demam, serta

·       berkeringat pada malam hari.

Namun, gejala TB ekstra paru-paru dapat beragam tergantung pada organ tubuh yang terinfeksi. Jika Anda mengalami gejala tuberkulosis, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah penularan.

 

Faktor yang Menyebabkan Tuberkulosis

Infeksi bakteri M. tuberculosis pada paru-paru menyebabkan tuberkulosis. Di sisi lain, tuberkulosis dapat menular melalui inhalasi udara yang terkontaminasi bakteri TB. Saat pasien tuberkulosis batuk atau bersin, partikel atau percikan lendir dapat membawa bakteri.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi M. tuberculosis dapat menularkannya pada orang lain. Hanya seseorang yang memiliki penyakit TB paru-paru yang aktif yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Untuk memahami bagaimana bakteri penyebab tuberkulosis menginfeksi tubuh dan menimbulkan gejala, Anda perlu memahami tahapan infeksinya. Bakteri M. tuberculosis akan menginfeksi dalam tiga tahap, menurut buku Tuberculosis.

Infeksi primer

Infeksi primer terjadi ketika bakteri penyebab tuberkulosis masuk ke mulut dan hidung. Bakteri ini kemudian masuk ke paru-paru dan mulai berkembang biak.

Infeksi laten

Saat bakteri tumbuh, sistem kekebalan akan melawannya. Jika sistem kekebalan kuat, bakteri akan masuk ke dalam status dorman, yang berarti bakteri tidak menginfeksi atau tidur. Pada tahap yang dikenal sebagai tuberkulosis laten, individu yang terinfeksi tidak akan menunjukkan gejala tuberkulosis. Mereka juga tidak dapat menularkan penyakit kepada orang lain.

Infeksi aktif

Sebaliknya, bakteri akan terus berkembang dan menyerang sel sehat paru-paru jika sistem imun lemah terhadap infeksi. Apabila bakteri sebelumnya dalam keadaan tidur, respons imun yang lemah dapat membuatnya terbangun dan menginfeksi lagi. Ini disebut sebagai awal penyakit TBC paru aktif, atau ketika gejala TBC mulai muncul.

 

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko tuberkulosis

Bakteri M. tuberculosis dapat menyebar ke semua orang, tidak peduli usia atau jenis kelamin. Namun, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena TBC:

·       Sistem kekebalan yang lemah, seperti HIV, diabetes melitus, dan malnutrisi

·       Kontak dengan orang yang menderita tuberkulosis, seperti tenaga medis atau anggota keluarga pasien

·       Tinggal di tempat dengan sistem ventilasi dan sanitasi yang buruk

·       Konsumsi alkohol terlalu banyak

·       Menggunakan obat-obatan yang dilarang

·       Rokok

·       Perjalanan ke daerah yang memiliki tingkat kasus TB yang tinggi

·       Menjalani perawatan untuk kanker, seperti kemoterapi

·       Mengambil obat autoimun seperti RA, penyakit Crohn, dan psoriasis

 

Komplikasi Tuberkulosis

TBC dapat fatal jika tidak ditangani dengan benar. Bakteri ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh melalui pembuluh darah dan saluran limfatik, juga dikenal sebagai getah bening. Tuberkulosis yang tidak segera diobati dapat menyebabkan berbagai masalah yang berikut ini:

·       Rasa sakit di punggung

·       Cedera pada sendi

·       Peradangan selaput otak, juga dikenal sebagai meningitis

·       Masalah ginjal dan hati

·       Kelainan jantung yang dikenal sebagai tamponade jantung

 

Cara Mendiagnosis Tuberkulosis

Dokter akan memeriksa Anda secara fisik dan menanyakan riwayat kesehatan Anda, tempat tinggal dan pekerjaan Anda, serta orang-orang dengan siapa Anda berhubungan. Dokter akan mengetahui apakah Anda memiliki faktor risiko TBC dengan informasi ini.

Dokter juga akan meminta Anda menjalani beberapa tes TBC, salah satunya adalah tes kulit tuberkulin yang dikenal sebagai tes Mantoux. Untuk uji tuberkulin, protein kecil yang mengandung bakteri tuberkulosis akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan. Setelah 48 hingga 72 jam, kulit tersebut akan diperiksa.

Jika hasilnya positif, itu berarti seseorang telah terinfeksi TBC. Namun, tes ini tidak dapat menentukan apakah bakteri dalam kondisi aktif atau laten TBC. Akibatnya, pemeriksaan dahak dan darah untuk memastikan keberadaan bakteri M. tuberculosis akan memperkuat diagnosis. Untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi di dalam paru-paru, rontgen dada juga mungkin diperlukan.

 

Pengobatan TB

TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang ketat. Anda harus mengikuti instruksi dokter tentang cara mengonsumsi obat TBC selama 6–12 bulan. Pengobatan mencakup penggunaan berbagai macam obat antituberkulosis atau antibiotik khusus yang dimaksudkan untuk mencegah infeksi bakteri TBC.

Pengobatan dilakukan dalam dua tahap: tahap intensif selama dua bulan pertama dan tahap lanjutan selama bulan ke empat hingga tujuh. Dokter mungkin mengurangi dosis selama tahap lanjutan. Pengobatan awal TBC terdiri dari obat-obatan berikut.

·       Isoniazid.

·       Rifampin (Rifadin, Rimactane).

·       Ethambutol (Myambutol).

·       Pyrazinamide.

·       Streptomisin.

Jangan berhenti minum obat TBC sebelum waktunya karena dapat menyebabkan resistensi obat TBC (TB RO). TB RO adalah ketika bakteri TB tidak dapat dibunuh dengan pengobatan standar. Ini bisa terjadi karena pasien minum obat secara tidak teratur, berhenti minum obat sebelum waktunya, atau karena ada kondisi tertentu.

Pasien dengan kondisi ini dapat menerima obat lanjutan seperti Sikloserin, Amikasin/Kanamisin, Ethionamide, dan Levofloxacin. TB RO biasanya lebih sulit dikendalikan meskipun ada pilihan pengobatan lini kedua. Bakteri tuberkulosis yang resisten terhadap berbagai antibiotik disebut TB MDR.

 

Mencegah TBC

Mengikuti vaksinasi Bacille Calmette-Guerin (BCG), yang biasanya diberikan pada bayi dan anak-anak, adalah cara yang efektif untuk mencegah TBC. Orang-orang yang sangat rentan terhadap penularan tuberkulosis harus divaksinasi BCG, seperti bayi dan anak-anak.

Karena sistem kekebalan pasien mungkin tidak dapat melawan bakteri yang terkandung dalam vaksin BCG, vaksin ini tidak disarankan untuk diberikan kepada individu dengan sistem kekebalan yang lemah.

Selain itu, vaksin ini tidak dapat diberikan kepada pasien tuberkulosis laten. Mereka yang menderita tuberkulosis laten dapat menerima pengobatan khusus dari dokter untuk mencegah bakteri menjadi aktif kembali. Selain menerima vaksinasi, gaya hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker saat bepergian, dapat membantu mencegah TBC.

Sumber: https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/pengertian-tbc/


Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr.Tri Dyah, Sp.A, praktik setiap hari Senin - Sabtu pukul 08.00 - 12.00 WIB dan Selasa & Kamis pukul 15.00 - 16.00 WIB*

  • dr.Eileen Erica Mardiharto, Sp.A, praktik setiap hari Senin pukul 17.00 - 19.00 WIB dan Rabu pukul 18.00 - 20.00 WIB*

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini  

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Mimisan Berulang Bisa Jadi Tanda Kanker Nasofaring, Benarkah?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Mimisan sering kali dianggap sebagai kondisi ringan yang bisa terjadi karena kelelahan, udara kering, atau iritasi hidung. Namun, jika mimisan terjadi berulang tanpa sebab yang jelas, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda penyakit serius, termasuk kanker nasofaring.Apa Itu Kanker Nasofaring?Kanker nasofaring adalah kanker yang berkembang di bagian belakang hidung dan atas tenggorokan (nasofaring). Penyakit ini termasuk salah satu kanker yang cukup sering ditemukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia.Sayangnya, kanker nasofaring sering terlambat terdeteksi karena gejalanya pada tahap awal cenderung ringan dan mirip dengan penyakit saluran pernapasan biasa. Mengapa Mimisan Bisa Menjadi Gejala?Mimisan berulang dapat terjadi pada kanker nasofaring karena adanya tumor yang melukai jaringan dan pembuluh darah di area hidung bagian dalam.Selain itu, mimisan pada kondisi ini biasanya:Terjadi berulangBisa hanya dari satu sisi hidungTidak selalu disertai perdarahan yang banyakKarena itu, mimisan yang tidak biasa perlu diperhatikan, terutama jika sering kambuh. Gejala Lain yang Perlu DiwaspadaiSelain mimisan berulang, kanker nasofaring juga dapat menimbulkan berbagai gejala lain, seperti:Hidung tersumbat atau pilek yang tidak kunjung sembuhTelinga berdengung atau terasa penuhGangguan pendengaran, biasanya pada satu sisiBenjolan di leher yang tidak nyeriSakit kepala yang menetapPenglihatan kabur atau gandaGejala-gejala ini sering muncul ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut. Penyebab dan Faktor RisikoPenyebab pasti kanker nasofaring belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:Infeksi virus Epstein-Barr (EBV)Faktor genetik atau riwayat keluargaKebiasaan merokokKonsumsi makanan yang diawetkanPaparan zat kimia atau polusi Mimisan memang umumnya tidak berbahaya, tetapi jika terjadi berulang dan disertai gejala lain, kondisi ini bisa menjadi tanda kanker nasofaring.Oleh karena itu, jangan abaikan gejala yang tidak biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius dan meningkatkan peluang kesembuhan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Osteosarkoma: Penyakit Tulang Langka yang Bisa Menyerang Anak

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Osteosarkoma adalah salah satu jenis kanker tulang yang paling sering terjadi pada anak dan remaja. Meskipun tergolong jarang, penyakit ini bersifat ganas dan dapat berkembang dengan cepat, sehingga penting untuk dikenali sejak dini. Apa Itu Osteosarkoma?Osteosarkoma adalah kanker tulang yang berasal dari sel pembentuk tulang (osteoblas). Kanker ini umumnya menyerang tulang panjang yang sedang aktif tumbuh, seperti tulang paha, tulang kering, dan tulang lengan atas.Penyakit ini paling sering terjadi pada anak dan remaja, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dan lebih banyak dialami oleh anak laki-laki. Penyebab OsteosarkomaPenyebab pasti osteosarkoma belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat perubahan atau mutasi pada sel tulang saat masa pertumbuhan sehingga sel berkembang tidak terkendali dan membentuk tumor.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:Riwayat paparan radiasi atau kemoterapiKelainan genetik tertentuPertumbuhan tulang yang cepat pada masa remaja Gejala Osteosarkoma pada AnakGejala osteosarkoma bisa berbeda-beda tergantung lokasi tumor, tetapi beberapa tanda yang umum meliputi:Nyeri pada tulang atau sendi yang semakin memburukPembengkakan atau benjolan di sekitar tulang, terutama di lutut atau bahuTulang mudah patah meski tanpa cedera beratKeterbatasan gerak atau pincangDemam, cepat lelah, dan penurunan berat badanGejala ini sering dianggap sebagai nyeri biasa akibat aktivitas atau pertumbuhan, sehingga kerap terlambat dikenali. Bagaimana Diagnosis Dilakukan?Untuk memastikan diagnosis osteosarkoma, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:Foto rontgenCT scan atau MRIBiopsi (pengambilan sampel jaringan tumor)Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui lokasi, ukuran, dan penyebaran kanker. Penanganan OsteosarkomaPengobatan osteosarkoma biasanya dilakukan dengan kombinasi beberapa metode, antara lain:1. OperasiDilakukan untuk mengangkat tumor. Pada beberapa kasus, anggota tubuh masih dapat dipertahankan, namun pada kondisi berat bisa diperlukan amputasi.2. KemoterapiDigunakan untuk membunuh sel kanker dan mencegah penyebaran ke bagian tubuh lain.3. RadioterapiDilakukan untuk menghancurkan sisa sel kanker setelah operasi.Penanganan yang tepat sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Osteosarkoma adalah kanker tulang yang sering menyerang anak dan remaja, terutama pada masa pertumbuhan. Gejala utamanya berupa nyeri tulang, pembengkakan, dan risiko patah tulang. Meskipun serius, peluang kesembuhan dapat meningkat jika penyakit ini dikenali dan ditangani sejak dini. Peran orang tua dalam memperhatikan gejala pada anak sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Ortopedi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Istan Irmansyah, Sp.OT (K), praktek setiap hari Senin pukul 16.00 - 18.00 WIB*Dr. dr. Thomas Erwin C. J. Huwae, Sp.OT (K) Handpraktek setiap hari Rabu pukul 14.00 - 18.00 WIB*dr. Ery Satriawan, Sp.OT praktek setiap hari Sabtu pukul 07.00 - 11.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Lindungi Diri dari Kanker Serviks dengan Deteksi dan Pencegahan Tepat

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan dan kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.Kanker serviks umumnya berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, penting bagi setiap perempuan untuk memahami gejala, risiko, serta langkah pencegahannya sejak dini. Gejala yang Perlu DiwaspadaiPada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan keluhan. Namun, ketika penyakit berkembang, beberapa gejala berikut dapat muncul:Keputihan berlebihan, terkadang bercampur darah dan berbau tidak sedapPerdarahan di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan, atau setelah menopauseNyeri saat berhubungan seksualNyeri panggul atau perut bagian bawahMenstruasi lebih lama dan lebih banyak dari biasanyaJika kanker telah menyebar, gejala tambahan dapat berupa:Nyeri saat buang air kecil atau terdapat darah dalam urinePembengkakan pada kakiMudah lelah dan penurunan berat badan Faktor Risiko dan PenyebabPenyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV. Selain itu, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, antara lain:Aktivitas seksual pada usia diniBerganti-ganti pasangan seksualRiwayat penyakit menular seksualSistem kekebalan tubuh lemahKebiasaan merokok Komplikasi yang Dapat TerjadiJika tidak ditangani dengan baik, kanker serviks dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti:Nyeri hebat akibat penyebaran kankerPerdarahan dari organ sekitarGangguan fungsi ginjalPembentukan saluran abnormal (fistula)Pembengkakan pada anggota tubuh (limfedema) Upaya PencegahanPencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun efektif, yaitu:Vaksinasi HPVMelakukan skrining rutin seperti Pap smear atau IVAMenjalani pola hidup sehatMenghindari perilaku seksual berisikoBerhenti merokokDeteksi dini sangat penting karena peluang kesembuhan akan jauh lebih tinggi jika kanker ditemukan pada stadium awal. Kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. Mengenali gejala, memahami faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan rutin adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan perempuan. Jangan menunggu munculnya gejala lakukan pencegahan sejak sekarang untuk masa depan yang lebih sehat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Obgyn (Kandungan) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana, Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 10.00 WIB*dr. Adityo Prabowo, Sp.OG, M.Ked.Klin praktek setiap hari Kamis pukul 19.00 - 21.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Yuk, Sarapan Pagi! Tubuh Sehat, Aktivitas Lancar

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Sarapan pagi sering kali dianggap sepele dan kerap dilewatkan karena kesibukan. Padahal, sarapan merupakan salah satu kebiasaan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan menunjang aktivitas sehari-hari.Menurut Kementerian Kesehatan, sarapan pagi berperan sebagai sumber energi utama untuk memulai aktivitas setelah tubuh berpuasa semalaman. Mengapa Sarapan Pagi Penting?Selama tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama beberapa jam. Akibatnya, kadar gula darah menurun dan tubuh membutuhkan energi baru untuk beraktivitas.Sarapan membantu mengisi kembali energi tersebut sehingga tubuh siap menjalani aktivitas dengan optimal. Selain itu, sarapan juga menyumbang sekitar 15–30% kebutuhan gizi harian. Manfaat Sarapan Pagi bagi Kesehatan1. Sumber Energi untuk BeraktivitasSarapan memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk memulai hari. Tanpa sarapan, tubuh cenderung terasa lemas dan kurang bertenaga.2. Meningkatkan Konsentrasi dan FokusAsupan nutrisi dari sarapan membantu otak bekerja lebih optimal, sehingga meningkatkan konsentrasi saat belajar maupun bekerja.3. Menjaga Mood dan ProduktivitasOrang yang tidak sarapan cenderung mudah lelah, mengantuk, bahkan lebih mudah marah. Sebaliknya, sarapan membantu menjaga suasana hati tetap stabil.4. Mengurangi Risiko PenyakitSarapan sehat dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung.5. Mengontrol Nafsu MakanDengan sarapan, rasa lapar lebih terkontrol sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan atau tidak sehat di siang hari. Dampak Jika Melewatkan SarapanMelewatkan sarapan dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:Mudah lelah dan lemasSakit kepalaSulit berkonsentrasiMudah marah dan cemasDalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan menurunkan produktivitas. Menu Sarapan Sehat yang DianjurkanAgar manfaat sarapan maksimal, pilih menu yang mengandung gizi seimbang, seperti:Karbohidrat (nasi, roti gandum, oatmeal)Protein (telur, susu, tempe, tahu)Sayur dan buahAir putih yang cukupMenu sarapan yang sehat membantu tubuh mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan sepanjang hari. Tips Membiasakan SarapanBagi yang belum terbiasa sarapan, berikut beberapa tips sederhana:Bangun lebih awal agar punya waktu sarapanSiapkan menu praktis seperti roti dan susuHindari makanan tinggi gula dan lemakBiasakan sarapan secara rutin setiap hari Sarapan pagi adalah kebiasaan sederhana dengan manfaat besar bagi kesehatan. Selain sebagai sumber energi, sarapan juga membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga mood, dan mencegah berbagai penyakit.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Kenali Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Autisme dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan dua kondisi yang sering dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan perkembangan anak. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari segi gejala, perilaku, maupun cara penanganannya.Memahami perbedaan ini penting agar anak mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat. Apa Itu Autisme dan ADHD?Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku anak.Sementara itu, ADHD adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsif.Keduanya termasuk dalam gangguan perkembangan, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan Autisme dan ADHD pada Anak1. Kemampuan Fokus dan PerhatianAutisme: Anak cenderung dapat fokus pada hal yang disukai, bahkan sangat mendalam pada satu aktivitas tertentu.ADHD: Anak sulit mempertahankan perhatian, mudah terdistraksi, dan cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.2. Interaksi Sosial dan KomunikasiAutisme: Mengalami kesulitan dalam berinteraksi, memahami emosi orang lain, serta berkomunikasi (verbal maupun nonverbal).ADHD: Cenderung aktif berbicara, tetapi sering memotong pembicaraan, tidak fokus saat mendengarkan, dan sulit mengikuti aturan sosial.3. Perilaku dan AktivitasAutisme: Menunjukkan perilaku berulang, menyukai rutinitas, dan sulit menerima perubahan.ADHD: Bersifat hiperaktif, impulsif, dan sulit diam dalam waktu lama.4. Rutinitas HarianAutisme: Lebih nyaman dengan rutinitas yang teratur dan tetapADHD: Mudah bosan dan tidak menyukai aktivitas yang berulang atau monoton5. Waktu Munculnya GejalaAutisme: Gejala biasanya sudah terlihat sejak usia di bawah 2–3 tahunADHD: Gejala umumnya mulai tampak pada usia prasekolah atau sekitar 3 tahun ke atas Apakah Autisme dan ADHD Bisa Terjadi Bersamaan?Dalam beberapa kasus, seorang anak dapat mengalami autisme dan ADHD secara bersamaan. Hal ini membuat diagnosis menjadi lebih kompleks dan membutuhkan evaluasi dari tenaga profesional. Pentingnya Diagnosis yang TepatKarena gejalanya bisa terlihat mirip, penting bagi orang tua untuk tidak langsung menyimpulkan kondisi anak. Diagnosis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui pemeriksaan yang menyeluruh.Penanganan yang tepat akan membantu anak:Mengembangkan kemampuan sosialMeningkatkan konsentrasiMengelola perilaku dengan lebih baik Peran Orang TuaOrang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak dengan autisme maupun ADHD. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:Memberikan lingkungan yang mendukungMembuat rutinitas yang sesuai dengan kebutuhan anakMemberikan stimulasi dan terapi secara konsistenBerkonsultasi rutin dengan tenaga kesehatan Autisme dan ADHD adalah dua kondisi yang berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan perkembangan anak. Autisme lebih berfokus pada gangguan komunikasi dan interaksi sosial, sedangkan ADHD berkaitan dengan kesulitan fokus, hiperaktivitas, dan impulsivitas.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Tri Dyah, Sp.A, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 08.00 - 10.00 WIB*dr. Eileen Erica Mardiharto, Sp.A, praktek setiap Rabu pukul 18.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag