Vaksin Rabies: Perlindungan dari Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Hewan

Kesehatan
Vaksin Rabies: Perlindungan dari Penyakit Mematikan Akibat Gigitan Hewan
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

Halo sobat Panti Nirmala!

Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!

Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bisa menyerang otak serta saraf. Penyakit ini hampir selalu berakibat fatal jika gejala sudah muncul. Penularannya biasanya melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing atau kucing.

Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin?

Ada dua jenis pemberian vaksin rabies:

  1. Vaksin Sebelum Terkena Gigitan (Pra-Pajanan)
     Biasanya diberikan kepada orang yang berisiko tinggi, seperti dokter hewan, petugas laboratorium, atau mereka yang tinggal di daerah dengan kasus rabies tinggi.

  2. Vaksin Setelah Digigit Hewan (Pasca-Pajanan)
     Diberikan segera setelah seseorang digigit atau dicakar hewan yang diduga terinfeksi rabies. Langkah ini bisa menyelamatkan nyawa.

Bagaimana Cara Pemberiannya?

  • Pra-Pajanan: Vaksin diberikan 2–3 kali pada hari-hari tertentu (misalnya hari ke-0, ke-7, dan ke-21 atau ke-28).

  • Pasca-Pajanan: Vaksin diberikan 4–5 kali setelah gigitan, dimulai sesegera mungkin pada hari pertama.

Jika luka gigitan tergolong parah, dokter juga akan memberikan suntikan tambahan yang disebut imunoglobulin rabies.

Apakah Vaksin Ini Aman?

Ya, vaksin rabies aman digunakan dan terbukti efektif mencegah penyakit ini. Efek samping biasanya ringan, seperti rasa nyeri di tempat suntikan, demam ringan, atau lelah sesaat.

Mengapa Harus Segera Divaksin?

Karena rabies hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani sebelum gejala muncul. Begitu tanda-tanda seperti demam tinggi, kesulitan menelan, atau kejang mulai terlihat, penanganan medis biasanya sudah terlambat.

 

Jika digigit atau dicakar hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera bersihkan luka dan pergi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Jangan tunggu sampai gejala muncul, karena vaksin adalah satu-satunya cara efektif mencegah penyakit ini berkembang.

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini 

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (0)

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Jangan Tunggu Tekanan Darah Naik! Cegah Hipertensi Mulai Sekarang

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena dapat muncul tanpa gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.Padahal, tekanan darah tinggi sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko penyakit serius di masa depan. Kenapa Hipertensi Perlu Dicegah?Tekanan darah yang terus tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan berbagai organ penting.Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko:StrokeSerangan jantungGagal ginjalGangguan penglihatanPenyakit pembuluh darahKarena sering tidak menimbulkan keluhan, pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Langkah Sederhana Mencegah Hipertensi1. Konsumsi Makanan SehatPola makan sehat membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Perbanyak konsumsi:Buah-buahanSayuranMakanan tinggi seratProtein sehatNutrisi yang seimbang membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.2. Batasi Asupan GaramTerlalu banyak garam dapat membuat tubuh menahan cairan sehingga tekanan darah meningkat.Beberapa sumber garam berlebih yang perlu dibatasi antara lain:Makanan instanFast foodCamilan asinMakanan olahanMengurangi konsumsi garam menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah hipertensi.3. Kurangi Konsumsi Kafein BerlebihanKafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Karena itu, konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein sebaiknya tetap dalam jumlah wajar.4. Berhenti MerokokMerokok dapat merusak pembuluh darah dan membuat tekanan darah meningkat. Tidak hanya bagi perokok aktif, paparan asap rokok juga dapat membahayakan kesehatan orang di sekitarnya.Berhenti merokok membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko hipertensi.5. Rutin BerolahragaAktivitas fisik membantu memperkuat jantung sehingga jantung dapat memompa darah lebih efisien.Olahraga ringan yang dapat dilakukan antara lain:Jalan kakiBersepedaJoggingSenamBerenangLakukan olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.6. Jaga Berat Badan IdealBerat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras sehingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga dapat membantu menurunkan risiko hipertensi.7. Batasi Konsumsi AlkoholKonsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memengaruhi kesehatan jantung. Membatasi atau menghindari alkohol membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.8. Kurangi Lemak JenuhMakanan tinggi lemak jenuh dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi.Pilih makanan yang lebih sehat seperti:IkanKacang-kacanganDaging tanpa lemakMakanan rendah lemak Mulai dari Kebiasaan KecilMencegah hipertensi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti makan sehat, cukup minum air putih, tidur cukup, dan rutin bergerak sudah menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Anggap Sepele! Ini Orang yang Rentan Tekanan Darah Tinggi

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.Banyak orang mengira hipertensi hanya dialami usia lanjut. Padahal, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu. Karena itu, penting untuk mengenali kelompok yang lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Apa Itu Hipertensi?Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Tekanan darah yang terlalu tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ-organ penting dalam tubuh. Siapa Saja yang Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?1. LansiaSemakin bertambah usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku dan kurang elastis. Kondisi ini membuat tekanan darah lebih mudah meningkat.Karena itu, risiko hipertensi biasanya meningkat pada usia lanjut.2. Memiliki Riwayat Keluarga HipertensiFaktor keturunan juga berperan dalam meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki hipertensi, risiko seseorang mengalami kondisi yang sama menjadi lebih besar.Meski demikian, gaya hidup sehat tetap dapat membantu menurunkan risiko tersebut.3. Berat Badan Berlebih atau ObesitasBerat badan berlebih membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat.Selain itu, obesitas juga sering berkaitan dengan gangguan metabolisme lain seperti diabetes dan kolesterol tinggi.4. Kurang Aktivitas FisikJarang bergerak atau kurang olahraga dapat membuat kesehatan jantung dan pembuluh darah menurun. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih berat sehingga meningkatkan risiko hipertensi.Aktivitas fisik yang rutin membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.5. Perokok Aktif Maupun PasifZat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Tidak hanya perokok aktif, orang yang sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.Karena itu, menghindari rokok sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.6. Sering Mengonsumsi Makanan AsinKonsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat.Makanan tinggi garam yang perlu dibatasi antara lain:Makanan instanMakanan olahanCamilan asinFast foodMengurangi asupan garam menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah hipertensi.7. Memiliki Penyakit KronisBeberapa penyakit kronis dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, seperti:DiabetesGangguan ginjalPenyakit jantungKolesterol tinggiKarena itu, penderita penyakit kronis perlu rutin memantau tekanan darah dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. Kenapa Hipertensi Tidak Boleh Diabaikan?Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius, seperti:StrokeSerangan jantungGagal ginjalGangguan penglihatanKerusakan pembuluh darahYang berbahaya, banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisinya karena sering tidak memiliki keluhan. Cara Mencegah Hipertensi Sejak DiniBeberapa langkah sederhana yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi antara lain:Rutin berolahragaMenjaga berat badan idealMengurangi konsumsi garamBerhenti merokokMengelola stresTidur cukupRutin memeriksa tekanan darah Mengenali faktor risiko sejak dini membantu kita lebih waspada dan lebih cepat melakukan pencegahan. Jangan tunggu muncul komplikasi, mulai jaga kesehatan dari sekarang agar tekanan darah tetap terkontrol dan tubuh tetap sehat. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Jangan Sampai Salah! Cara Aman Simpan & Olah Daging Qurban

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian dan pengolahan daging qurban. Namun, penyimpanan dan pengolahan daging yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan gangguan kesehatan.Karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan dan mengolah daging qurban dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga, higienis, dan aman dikonsumsi oleh keluarga.Kenapa Penyimpanan Daging Perlu Diperhatikan?Daging merupakan bahan makanan yang mudah rusak jika tidak ditangani dengan baik. Suhu yang tidak sesuai dapat membuat bakteri berkembang lebih cepat dan menyebabkan:Bau tidak sedapPerubahan warna dan teksturPenurunan kualitas dagingRisiko keracunan makananPenanganan yang tepat membantu menjaga kesegaran daging lebih lama.Cara Aman Menyimpan Daging Qurban1. Tidak Perlu Mencuci Daging Sebelum DisimpanBanyak orang terbiasa mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer. Padahal, mencuci daging mentah justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri melalui percikan air ke area dapur.Sebaiknya daging langsung disimpan dalam kondisi bersih tanpa dicuci terlebih dahulu.2. Potong Sesuai PorsiSebelum disimpan, potong daging sesuai kebutuhan masak harian. Cara ini membuat daging lebih praktis digunakan dan menghindari proses mencairkan seluruh stok berulang kali.Penyimpanan per porsi juga membantu menjaga kualitas daging tetap baik.3. Simpan di Freezer dengan Suhu yang TepatDaging qurban sebaiknya disimpan di dalam freezer dengan suhu ideal sekitar -18°C atau lebih dingin agar tetap awet dan kualitasnya terjaga.Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan untuk membantu mencegah kontaminasi dan menjaga kebersihan freezer.Cara Aman Mengolah Daging Qurban1. Gunakan Prinsip FIFOTerapkan prinsip First In First Out (FIFO), yaitu gunakan daging yang lebih dulu disimpan sebelum menggunakan stok yang baru.Cara ini membantu mencegah daging tersimpan terlalu lama di freezer.2. Cairkan Daging di Dalam KulkasDaging beku sebaiknya dicairkan secara perlahan di dalam kulkas, terutama di rak bagian bawah, menggunakan wadah tertutup.Metode ini membantu menjaga suhu tetap aman dan mencegah cairan daging mencemari makanan lain.3. Hindari Mencairkan Daging di Suhu RuangMembiarkan daging mencair di meja dapur atau suhu ruang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri karena bagian luar daging lebih cepat hangat sementara bagian dalam masih beku.Cara ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan.4. Perhatikan Waktu PencairanSebagai gambaran, proses pencairan daging membutuhkan waktu sekitar:±24 jam untuk setiap 2,5 kg dagingKarena itu, keluarkan daging dari freezer lebih awal sebelum akan dimasak.5. Segera Masak Setelah DicairkanDaging yang sudah dicairkan sebaiknya segera dimasak maksimal dalam waktu 24 jam agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.Hindari membekukan kembali daging mentah yang sudah dicairkan karena dapat memengaruhi kualitas dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.Nikmati Daging Qurban dengan Lebih Aman dan SehatDaging qurban dapat menjadi sumber protein yang baik jika ditangani dengan benar. Penyimpanan dan pengolahan yang tepat membantu menjaga kualitas daging tetap segar, higienis, dan aman dikonsumsi.Dengan menerapkan langkah sederhana ini, keluarga dapat menikmati hidangan Idul Adha dengan lebih sehat, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Waspada Hantavirus: Ancaman Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru dan Ginjal

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui rodensia seperti tikus dan mencit. Virus ini menjadi perhatian dunia kesehatan karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Meski belum sepopuler penyakit menular lainnya, Hantavirus tetap perlu diwaspadai karena tingkat kematiannya cukup tinggi pada kasus tertentu.Menurut FAQ Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus termasuk virus dari genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae yang menyebar melalui urin, tinja, atau air liur rodensia yang terinfeksi.Apa Itu Hantavirus?Hantavirus adalah virus yang menyerang manusia melalui paparan partikel udara yang terkontaminasi kotoran tikus. Penyakit ini terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu:Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) Menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Kasus ini banyak ditemukan di wilayah Amerika.Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) Menyerang ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Umumnya ditemukan di Asia dan Eropa.Virus ini pertama kali diidentifikasi di Korea Selatan pada tahun 1978, setelah muncul ribuan kasus demam berdarah pada masa Perang Korea.Bagaimana Penularannya?Penularan Hantavirus umumnya terjadi ketika seseorang menghirup udara yang telah tercemar partikel dari urin, tinja, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui:Gigitan tikusKontak dengan luka terbukaMenyentuh benda yang terkontaminasiHingga saat ini, penularan dari manusia ke manusia masih sangat jarang ditemukan.Siapa yang Berisiko Terinfeksi?Beberapa aktivitas yang meningkatkan risiko terpapar Hantavirus antara lain:Membersihkan gudang atau rumah kosongBerkemah dan mendaki di area yang banyak tikusBekerja di area pertanian atau bangunan tuaMembersihkan tempat yang lama tidak digunakanLingkungan yang kotor dan banyak tikus menjadi faktor utama penyebaran virus ini.Gejala HantavirusGejala Hantavirus biasanya muncul dalam waktu 1–8 minggu setelah terpapar virus. Gejala awal sering menyerupai flu biasa, seperti:DemamSakit kepalaNyeri ototMualMenggigilPada kasus yang lebih parah, penderita dapat mengalami:Sesak napasBatuk beratTekanan darah rendahGangguan ginjalPenumpukan cairan di paru-paruKasus HPS diketahui memiliki tingkat kematian mencapai 40–50 persen jika tidak ditangani dengan cepat.Apakah Hantavirus Sudah Ada di Indonesia?Di Indonesia, penelitian mengenai Hantavirus masih terus dilakukan. Namun, beberapa studi menunjukkan adanya infeksi Hantavirus dan virus Seoul pada manusia maupun rodensia di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian Kemenkes RI juga menemukan adanya rodensia pembawa Hantavirus di 29 provinsi.Pengobatan HantavirusHingga saat ini belum ada obat khusus maupun vaksin untuk Hantavirus. Pengobatan yang diberikan bersifat suportif, yaitu membantu meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil. Karena itu, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting.Cara Mencegah HantavirusPencegahan utama Hantavirus adalah mengendalikan populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:Menutup lubang tempat masuk tikusMenyimpan makanan di wadah tertutupMembersihkan rumah secara rutinMenggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berdebuMemasang perangkap tikusSelain itu, hindari kontak langsung dengan urin, kotoran, maupun sarang tikus. Hantavirus adalah penyakit serius yang ditularkan melalui tikus dan dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun ginjal. Meski kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, risiko komplikasi dan kematiannya cukup tinggi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus ini. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Lupus: Penyakit “Seribu Wajah” yang Sering Sulit Dikenali

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Lupus dikenal sebagai penyakit “seribu wajah” karena gejalanya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain. Akibatnya, banyak penderita tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami ternyata berkaitan dengan lupus.Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh dan sering berkembang secara perlahan. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Apa Itu Lupus?Lupus adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Akibatnya, terjadi peradangan yang dapat memengaruhi:KulitSendiGinjalParu-paruJantungOtakPembuluh darahLupus lebih sering dialami oleh wanita, terutama pada usia produktif. Faktor Pemicu Lupus yang Perlu DiwaspadaiPenyebab lupus belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu munculnya penyakit ini, antara lain:Faktor keturunan atau genetikPaparan sinar matahari berlebihanInfeksi tertentuPengaruh hormonPaparan asap rokok dan bahan kimiaPenggunaan obat-obatan tertentuPada sebagian orang, kombinasi beberapa faktor tersebut dapat memicu sistem imun menjadi terlalu aktif dan menyerang tubuh sendiri. Jenis Lupus yang Perlu Dikenali1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)Merupakan jenis lupus yang paling umum. SLE dapat menyerang banyak organ tubuh sekaligus, seperti kulit, sendi, ginjal, jantung, dan paru-paru.2. Lupus KulitJenis lupus yang terutama menyerang kulit dan biasanya menimbulkan ruam atau perubahan pada kulit.3. Lupus Akibat ObatDipicu oleh penggunaan obat tertentu. Gejala biasanya membaik setelah penggunaan obat dihentikan sesuai anjuran dokter.4. Lupus pada Bayi (Neonatal Lupus)Jenis lupus yang jarang terjadi pada bayi baru lahir akibat pengaruh antibodi dari ibu. Tanda-Tanda Lupus yang Sering DiabaikanGejala lupus bisa berbeda pada setiap orang dan sering muncul hilang timbul. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:Mudah lelah berlebihanRuam merah di wajah berbentuk kupu-kupuNyeri dan bengkak pada sendiDemam tanpa sebab jelasSensitif terhadap sinar matahariMulut dan mata terasa keringNyeri dada atau sesak napasRambut rontokSakit kepala dan sulit fokusKarena gejalanya mirip berbagai penyakit lain, lupus sering terlambat terdiagnosis. Mengapa Lupus Tidak Boleh Diabaikan?Jika tidak ditangani dengan baik, lupus dapat menyebabkan kerusakan organ yang serius, terutama pada ginjal, jantung, paru-paru, dan sistem saraf.Pada beberapa kasus, gejala dapat kambuh ketika penderita mengalami:StresKelelahanInfeksiPaparan sinar matahari berlebihanKarena itu, penderita lupus membutuhkan pemantauan dan pengobatan jangka panjang untuk membantu mengontrol penyakit.Lupus memang tidak selalu mudah dikenali, tetapi mengenali gejalanya sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat. Jika mulai merasakan tanda-tanda yang mencurigakan, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag