Penyuluhan Edukasi Kepada Geriatri Terkait Fisioterapi Mandiri Nyeri Lutut Dan Punggung Bawah Bersama Fisioterapis Rumah Sakit Panti Nirmala!

Kesehatan
Penyuluhan Edukasi Kepada Geriatri Terkait Fisioterapi Mandiri Nyeri Lutut Dan Punggung Bawah Bersama Fisioterapis Rumah Sakit Panti Nirmala!
RS Pantinirmala

RS Pantinirmala

Administrator

Halo sobat Panti Nirmala!

Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Klinik Griya Bromo untuk melakukan kegiatan prolanis, penyuluhan dan edukasi kesehatan, pada hari Sabtu, 29 Juni 2024.

Pada event kali ini Rumah Sakit Panti Nirmala menghadirkan fisioterapis sebagai narasumber oleh Ihsanul Pikri, S.Kes.Ftr dengan membawakan materi edukasi yang berkaitan dengan bagaimana melakukan fisioterapi secara mandiri pada nyeri lutut serta punggung bagian bawah dan bisa dilakukan di rumah saja. Berikut rangkuman singkat dari beberapa poin yang disampaikan dalam kegiatan edukasi kali ini,

Adapun konsep nyeri yang sobat Nirmala sebaiknya ketahui dahulu. Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik secara aktual maupun potensial atau juga yang dijelaskan dalam bentuk kerusakan tersebut. Nyeri lutut dan juga nyeri punggung bawah sendiri ada beberapa penyebabnya diantaranya, kerusakan jaringan lunak, kerusakan saraf, kerusakan jaringan keras, kerusakan pembuluh darah.

Untuk gejala dari nyeri lutut yaitu,

  • Lutut terasa kaku

  • Lutut tampak kemerahan, bengkak, dan terasa hangat

  • Lutut terasa lemah, tidak stabil, serta sulit untuk diluruskan

  • Lutut mengeluarkan suara gemeretak (bunyi ‘kretek-kretek’)

Dan untuk gejala nyeri punggung bawah yaitu,

  • Nyeri terasa seperti ditusuk atau kesetrum listrik

  • Nyeri dapat dirasakan di punggung saja atau menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya ke kaki

  • Nyeri timbul saat berada pada posisi tertentu, seperti saat duduk atau berjalan, namun membaik saat berdiri atau berbaring

  • Nyeri punggung kumat atau semakin berat setelah mengangkat benda berat

  • Nyeri punggung dapat disertai kedutan otot (spasme)

Jika sobat Nirmala mengalami dari gejala di atas, maka upaya penanganan secara mandiri yang dapat dilakukan adalah dengan sebagai berikut. Latihan nyeri lutut, stretching dan strengthening, serta upaya penanganannya dengan kompres es, istirahatkan sendi, kompres hangat, lilit lutut, pakai dekker sangga lutut. Latihan nyeri punggung bawah, stretching dan strengthening, serta upaya penanganan di rumah dengan kompres hangat, oleskan pereda nyeri dan pelemas otot, kompres es jika baru saja nyeri, jangan dipijat terlalu keras, jangan dikretek, stretching, istirahat, jangan mengangkat benda berat, jangan membungkuk mengambil barang.

Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Rehabilitasi Medis RS Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, ada

  • dr. Djoko Witjaksono, Sp.KFR, praktek setiap hari Senin & Kamis pukul 08.00 - 11.30 WIB*

  • dr. FX Dimas Bagus Respati, Sp.KFR, M.Ked.Klin, praktek setiap Senin-Jum’at pukul 15.00 - 16.30 WIB*

*Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktu

Download juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini

Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini

#MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Komentar (57)

Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
5554eB71EfT
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
-1 OR 2+61-61-1=0+0+0+1 --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
-1 OR 2+707-707-1=0+0+0+1
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
-1' OR 2+471-471-1=0+0+0+1 --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
-1' OR 2+188-188-1=0+0+0+1 or 'dValqISi'='
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
-1" OR 2+21-21-1=0+0+0+1 --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555*if(now()=sysdate(),sleep(15),0)
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
5550'XOR(555*if(now()=sysdate(),sleep(15),0))XOR'Z
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
5550"XOR(555*if(now()=sysdate(),sleep(15),0))XOR"Z
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
(select(0)from(select(sleep(15)))v)/*'+(select(0)from(select(sleep(15)))v)+'"+(select(0)from(select(sleep(15)))v)+"*/
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1; waitfor delay '0:0:15' --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1); waitfor delay '0:0:15' --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1 waitfor delay '0:0:15' --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555MD6YTiU5'; waitfor delay '0:0:15' --
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1 OR 233=(SELECT 233 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1) OR 943=(SELECT 943 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555-1)) OR 865=(SELECT 865 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555c8fX7GZx' OR 373=(SELECT 373 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555hSpPlytR') OR 181=(SELECT 181 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555fKvua9fv')) OR 559=(SELECT 559 FROM PG_SLEEP(15))--
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555*DBMS_PIPE.RECEIVE_MESSAGE(CHR(99)||CHR(99)||CHR(99),15)
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555'||DBMS_PIPE.RECEIVE_MESSAGE(CHR(98)||CHR(98)||CHR(98),15)||'
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555'"
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
@@tptCE
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaatmGR9kWN
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
-1 OR 2+229-229-1=0+0+0+1 --
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
-1 OR 2+140-140-1=0+0+0+1
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
-1' OR 2+572-572-1=0+0+0+1 --
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
-1' OR 2+738-738-1=0+0+0+1 or '5T59Zy6n'='
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
-1" OR 2+964-964-1=0+0+0+1 --
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
if(now()=sysdate(),sleep(15),0)
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa0'XOR(if(now()=sysdate(),sleep(15),0))XOR'Z
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa0"XOR(if(now()=sysdate(),sleep(15),0))XOR"Z
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
(select(0)from(select(sleep(15)))v)/*'+(select(0)from(select(sleep(15)))v)+'"+(select(0)from(select(sleep(15)))v)+"*/
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa-1 waitfor delay '0:0:15' --
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaaZtS7TY6G'; waitfor delay '0:0:15' --
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa7mSV0yQj' OR 756=(SELECT 756 FROM PG_SLEEP(15))--
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaaurzAZiF5') OR 272=(SELECT 272 FROM PG_SLEEP(15))--
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaaXk7I9DZe')) OR 96=(SELECT 96 FROM PG_SLEEP(15))--
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa'||DBMS_PIPE.RECEIVE_MESSAGE(CHR(98)||CHR(98)||CHR(98),15)||'
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa'"
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
@@vkfsa
16 Jul, 2024
555
Generic placeholder image
lxbfYeaa
16 Jul, 2024
555

Artikel Lainnya

  • Kesehatan

    Pilah Makanan Anda: Langkah Sederhana Mencegah Kanker

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker adalah penyakit serius yang melibatkan pertumbuhan sel abnormal yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Meskipun penyebab kanker tidak sepenuhnya jelas, faktor gaya hidup terutama pola makan memegang peranan penting dalam pencegahan.Data dari WHO menyebutkan bahwa sebagian besar jenis kanker bisa dicegah dengan mengurangi paparan risiko tertentu. Salah satunya adalah risiko yang berasal dari konsumsi makanan yang bersifat karsinogenik. Makanan Pemicu Kanker: Jenis-jenis yang Perlu DiwaspadaiBeberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus. Berikut contoh-contohnya menurut Kemenkes:Makanan yang diasap atau diawetkan: Seperti daging asap dan makanan acar, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung.Minuman beralkohol: Konsumsi alkohol berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan dan organ lainnya.Makanan dengan zat tambahan: Pewarna dan bahan tambahan pangan tertentu dapat memicu kanker pada sistem pencernaan seperti lambung dan kolon.Kontaminan lingkungan dalam pangan: Seperti logam berat (contoh: merkuri pada beberapa jenis ikan), aflatoksin, dioxin, atau melamin yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, paru, ginjal, dan lainnya.Daging olahan dan tepung manis: Produk olahan dari daging (seperti sosis, kornet) serta makanan dari tepung rafinasi atau manisan tinggi dapat berkontribusi pada risiko kanker kolon atau pankreas. Makanan Pelindung KankerSebagai lawan dari pemicu kanker, ada jenis makanan yang justru bisa membantu menurunkan risiko. Kemenkes menyarankan untuk meningkatkan asupan makanan nabati yang alami dan diolah secara higienis, seperti:Sereal dan biji-bijian utuhUmbi-umbian dan kacang-kacanganPolong-polongan seperti lentil dan kacang hijauMakanan nabati ini kaya akan serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif antioksidan yang bisa membantu melawan pembentukan sel kanker. Strategi Pencegahan Kanker melalui Pola MakanBerikut beberapa langkah strategi yang dapat diambil untuk mengurangi risiko kanker melalui pemilihan makanan:Pilih bahan makanan yang alami dan segar, dan olah dengan cara sederhana.Batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan daging merah olahan.Hindari minuman beralkohol.Perhatikan kebersihan dan cara pengolahan makanan agar menghindari kontaminan seperti aflatoksin atau logam berat.Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan bahan nabati lainnya.Menjaga berat badan ideal dan aktif secara fisik juga sangat penting, karena obesitas merupakan faktor risiko kanker. Mencegah kanker sejak dini bisa dimulai dari hal sederhana: memilih makanan dengan lebih cermat. Dengan memilah bahan pangan dan membatasi jenis-jenis yang berpotensi karsinogenik, kita bisa menurunkan risiko terkena kanker. Kombinasi pola makan sehat, pengolahan higienis, dan gaya hidup aktif adalah kunci pencegahan kanker. Kesadaran ini sangat penting karena pengobatan kanker membutuhkan biaya besar dan bisa sangat berat bagi penderitanya.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    1
  • Kesehatan

    Apa Itu Koma Makanan (Food Coma) dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Apa Itu Koma Makanan?Koma makanan, atau food coma, adalah kondisi rasa kantuk atau ngantuk yang muncul setelah makan. Hal ini sudah cukup umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Setelah makan makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, tubuh akan memproduksi insulin untuk membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel sebagai energi. Namun, proses ini bisa membuat seseorang merasa mengantuk.Meski terasa berat dan mengganggu konsentrasi, sejauh ini belum ada bukti ilmiah bahwa koma makanan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang serius. Mengapa Kita Mengantuk Setelah MakanBeberapa faktor bisa membuat ngantuk setelah makan semakin kuat:Konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula: Jenis makanan ini memicu lonjakan insulin lebih besar.Proses metabolisme: Setelah makan, tubuh mengalihkan energi untuk mencerna, dan aliran darah lebih banyak menuju saluran pencernaan, sehingga sirkulasi ke otak bisa berkurang sementara.Jarang bergerak setelah makan: Kalau langsung duduk atau beristirahat setelah makan, tubuh tidak “stimulasi” untuk tetap aktif, memperkuat rasa kantuk. Risiko yang Mungkin TimbulWalaupun food coma umumnya tidak berbahaya, ada beberapa situasi yang bisa jadi masalah jika sering terjadi:Mengantuk saat menyetir setelah makan, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.Menurunnya konsentrasi saat bekerja sesaat setelah makan.Beberapa orang khawatir kondisi ini merupakan tanda diabetes, tetapi ngantuk setelah makan belum tentu berarti ada penyakit serius, kecuali disertai gejala lain. Cara Mengatasi Koma MakananBerikut beberapa strategi dari HelloSehat untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan:Jalan kaki atau regangkan tubuh selama 15 menit Aktivitas ringan seperti berjalan atau stretching dapat membantu meningkatkan aliran darah dan membuat Anda tetap terjaga.Konsumsi makanan bergizi seimbang Gabungkan karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat agar kenaikan gula darah lebih stabil.Makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering Makan banyak sekaligus cenderung memberi beban besar pada tubuh dan meningkatkan risiko kantuk berat.Tidur siang selama sekitar 30 menit Jika memungkinkan, tidur singkat bisa membantu mengembalikan energi.Pastikan asupan cairan cukup Dehidrasi bisa memperparah rasa lelah, jadi minum air yang cukup penting.Istirahat malam yang cukup Kurang tidur di malam hari membuat tubuh lebih rentan lelah setelah makan. Kapan Harus Khawatir?Meski ngantuk setelah makan biasanya normal, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika:Rasa kantuk sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.Anda mencurigai adanya gangguan gula darah atau diabetes.Ada gejala lain seperti pusing ekstrem, jantung berdebar, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Food coma merupakan reaksi tubuh yang wajar setelah makan dan terjadi akibat proses pencernaan serta perubahan hormon. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bila terjadi terlalu sering. Mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang tepat, menjaga kualitas tidur, dan tetap aktif setelah makan dapat membantu mencegah munculnya food coma. Namun, jika rasa kantuk terasa tidak biasa, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah tepat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Pentingnya Memenuhi Nutrisi Ibu Hamil untuk Kehamilan yang Sehat

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kehamilan adalah fase kritis di mana kebutuhan nutrisi ibu meningkat secara signifikan. Menurut Kementerian Kesehatan melalui, menjaga pola makan yang sehat dan seimbang selama hamil sangat penting bukan hanya untuk kesehatan ibu, tetapi juga untuk perkembangan janin.Berikut ulasan mengenai zat gizi yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil, serta tips praktis agar kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan baik. Zat Gizi Penting yang Dibutuhkan Ibu HamilBukan hanya kalori tambahan, ibu hamil juga perlu asupan zat mikro yang cukup agar proses tumbuh kembang janin berjalan optimal:Asam FolatDibutuhkan untuk pembentukan sel, terutama organ janin, dan penting untuk mencegah cacat tabung saraf.Kebutuhan harian ibu hamil: sekitar 600–800 mcg.Sumber: kacang-kacangan (kedelai, polong), hati, telur, sayuran hijau.KalsiumPenting untuk pembentukan tulang dan gigi bayi, serta menjaga kesehatan tulang ibu.Sumber kalsium: susu, yoghurt, keju, ikan, tahu, dan sayuran hijau tua.ProteinPerlu untuk membangun jaringan tubuh janin dan pertumbuhan volume darah ibu.Sumber: daging tanpa lemak, ayam, telur, ikan (dimasak sampai matang).Lemak SehatOmega-3 (termasuk DHA) sangat penting untuk perkembangan otak dan mata janin.Sumber lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak seperti salmon atau sarden.Zat BesiDiperlukan untuk pembentukan sel darah merah agar ibu tidak anemia.Sumber: daging merah tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau.Ibu hamil juga sering dianjurkan mengonsumsi suplemen zat besi (Tablet Tambah Darah, TTD).VitaminVitamin B (B1, B2, B6, B9, B12) penting untuk energi, pembentukan plasenta, dan kesehatan janin.Vitamin D (terutama D3) membantu penyerapan kalsium dan pertumbuhan tulang janin.Sumber vitamin: daging, kacang-kacangan, susu, ikan, paparan sinar matahari pagi. Nutrisi Saat Ibu Hamil BerpuasaBagi ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa dengan izin medis atau kondisi sehat, kebutuhan nutrisinya tetap harus diperhatikan secara seksama:Saat sahur, pilih makanan yang memberi energi tahan lama seperti nasi, roti gandum, atau sereal berserat tinggi, disertai buah seperti pisang atau kurma.Untuk buka puasa, awali dengan camilan ringan dan bergizi sebelum makan berat, agar gula darah stabil.Minum susu saat berbuka dan sahur sangat dianjurkan karena sumber kalsium dan protein.Kurangi minuman berkafein, perbanyak asupan air putih dan buah-buahan yang kaya cairan untuk menjaga hidrasi.Lanjutkan konsumsi suplemen yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan, seperti TTD. Hidrasi yang CukupSelain zat gizi, cairan juga sangat penting selama kehamilan. Ibu hamil perlu minum air yang cukup agar kebutuhan tubuhnya dan janin tetap terpenuhi: menurut pedoman, konsumsi air ideal berada di kisaran 8–10 gelas per hari tergantung berat badan. Mengapa Nutrisi Ibu Hamil Sangat Penting?Status gizi ibu akan sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.Kekurangan zat gizi dapat membawa risiko serius, seperti anemia, tekanan darah tinggi, kelahiran prematur, hingga gangguan tumbuh-kembang janin.Nutrisi yang baik juga membantu persiapan menyusui setelah bayi lahir, karena akan memengaruhi kualitas ASI. Tips Praktis untuk Pemenuhan Nutrisi Ibu HamilMakan beragam: kombinasikan kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, susu, dan daging tanpa lemak agar semua zat gizi terpenuhi.Pantau suplemen: minum suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan (misalnya TTD atau multivitamin) agar kebutuhan mikro tercukupi.Istirahat dan hidrasi: cukup tidur dan minum air secara teratur untuk mendukung fungsi tubuh dan penyerapan nutrisi.Aktivitas fisik ringan: seperti berjalan atau senam hamil, bisa membantu metabolisme dan menjaga kesehatan. Memenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil bukan soal “makan untuk dua orang,” melainkan memilih makanan yang tepat dengan komposisi gizi seimbang. Asupan asam folat, zat besi, kalsium, protein, serta lemak sehat sangat krusial untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin. Ditambah dengan suplemen dan hidrasi yang cukup, ibu hamil bisa menjaga kehamilan tetap sehat dan mendukung pertumbuhan optimal bagi buah hatinya.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Obgyn (Kandungan) Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana, Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Mengenal Aligner Gigi: Alternatif Rapi Tanpa Behel

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Aligner gigi adalah alat ortodontik modern yang berbahan plastik transparan dan dirancang khusus untuk membantu merapikan gigi. Dengan aligner, Anda bisa mendapatkan susunan gigi yang lebih rapi tanpa harus memakai kawat atau behel logam seperti biasa. Cara Kerja AlignerAligner bekerja dengan cara memindahkan gigi secara bertahap: setiap aligner dibuat selaras dengan posisi gigi saat itu dan dirancang untuk menggeser gigi sedikit demi sedikit menuju posisi ideal.Saat awal pemakaian, wajar jika muncul rasa tekanan atau tidak nyaman, karena gigi sedang beradaptasi. Seiring waktu, penggunaannya menjadi lebih mudah. Durasi PerawatanSetiap set aligner biasanya dipakai selama 1–2 minggu, sesuai petunjuk dokter.Idealnya, aligner harus dipakai setidaknya 20–22 jam per hari agar hasil maksimal.Perawatan total bisa memakan waktu 6–12 bulan, tergantung dari kondisi gigi dan sejauh mana pergeseran yang diperlukan.Setelah perawatan selesai, biasanya Anda perlu memakai retainer untuk menjaga agar gigi tetap di posisi baru. Keunggulan Aligner Dibandingkan BehelMenurut HelloSehat, berikut beberapa keuntungan memakai aligner:Estetika Lebih Baik Alignernya transparan, jadi jauh lebih “tidak terlihat” dibanding behel logam.Bisa Dilepas-Pasang Saat makan atau menyikat gigi, aligner bisa dilepas; ini memudahkan perawatan gigi dan kebersihan.Minim Iritasi Karena tidak ada kawat yang tajam atau braket, risiko luka pada gusi atau pipi lebih rendah. Kapan Aligner Tidak DirekomendasikanTidak semua kondisi gigi bisa ditangani hanya dengan aligner. Beberapa situasi yang mungkin tidak cocok antara lain:Gigi terlalu rapat atau terlalu renggang (lebih dari ukuran tertentu)Posisi rotasi gigi yang ekstremStruktur gigi sudah memiliki crown atau bridge yang kompleksOleh karena itu, sangat penting untuk konsultasi dengan dokter gigi spesialis ortodontik sebelum memulai perawatan. Efek Samping yang Mungkin TerjadiBeberapa efek samping yang bisa muncul saat memakai aligner:Rasa tidak nyaman atau nyeri ringan di gigi saat mulai memakai set baru aligner.Nyeri di area gusi jika tekanan pergeseran gigi cukup besar.Iritasi lidah atau tenggorokan pada beberapa orang (walaupun jarang).Risiko peradangan gusi jika kebersihan aligner dan gigi tidak dijaga dengan baik. Hal Penting Lain untuk DipertimbangkanPasang aligner melalui dokter gigi lebih aman daripada memesan secara online tanpa pengawasan. Dokter akan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi Anda.Setelah selesai dengan serangkaian aligner, seringkali diperlukan retainer untuk menjaga agar gigi tidak kembali ke posisi awal.Perawatan yang sukses sangat bergantung pada kedisiplinan penggunaan: pemakaian kurang dari waktu yang disarankan bisa memperlambat atau mengurangi efektivitas. Aligner gigi adalah solusi estetis dan nyaman untuk merapikan gigi tanpa harus memakai behel logam konvensional. Meski tidak cocok untuk semua kasus, terutama yang kompleks, keuntungan seperti transparansi, kemudahan dilepas, dan minim iritasi menjadikannya pilihan menarik. Namun, sebelum memutuskan, diskusi dengan dokter gigi dan pertimbangan komitmen jangka panjang sangat penting agar hasil perawatan benar-benar optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Spesialis Gigi Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadrg. Dimas Surya Saputra, Sp.KGA, praktek setiap hari Senin pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Kesehatan

    Kenali Faktor Risiko Utama Kanker Serviks untuk Lindungi Diri Anda

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu penyakit kanker yang paling sering diderita wanita di Indonesia namun kabar baiknya, banyak faktor-risiko yang bisa kita kenali lebih awal dan upaya pencegahan yang terbukti efektif. berikut ini faktor-risiko penting yang perlu Anda dan orang terdekat pahami. Faktor-Risiko yang Sering Terabaikan Memulai hubungan seksual pada usia muda (<18 tahun) Wanita yang aktif secara seksual sangat dini memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus utama penyebab kanker serviks. Berganti-ganti pasangan seksual atau pasangan pria yang sering berganti pasangan Kontak seksual dengan banyak orang atau melalui pasangan yang memiliki banyak pasangan meningkatkan kemungkinan penularan HPV. Merokok atau terpapar asap rokok Wanita yang merokok (atau sering berada di sekitar perokok) memiliki risiko sekitar dua kali lipat dibanding yang tidak. Zat kimia dalam rokok merusak sistem kekebalan dan sel di serviks. Infeksi berulang pada organ intim & kebersihan yang kurang Keputihan berulang, infeksi saluran kelamin, atau kebersihan alat genital yang kurang dapat memperbesar peluang sel serviks berubah secara abnormal. Riwayat keluarga dengan kanker serviks Faktor genetik atau lingkungan yang sama bisa membuat seseorang lebih rentan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah Kondisi yang melemahkan sistem imun, seperti HIV, penggunaan imunomodulator, atau penyakit kronis, dapat mempercepat perkembangan sel kanker akibat infeksi HPV.  Apa Yang Bisa Anda Lakukan untuk Mengurangi Risiko Lakukan skrining rutin seperti pemeriksaan IVA atau Pap smear sesuai rekomendasi agar pertumbuhan sel abnormal bisa dideteksi sejak dini. Pertimbangkan vaksinasi HPV sesuai usia yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Hindari merokok dan paparan asap rokok baik aktif maupun pasif. Jaga kebersihan alat genital dan hindari hubungan seksual risiko tinggi. Bangun gaya hidup sehat: konsumsi sayur dan buah, lakukan aktivitas fisik teratur, dan kontrol berat badan.  Mengetahui factor risiko bukanlah menakut-nakuti, tapi memberi kuasa pada diri Anda untuk membuat pilihan yang lebih baik. Dengan memahami dan mengubah faktor-risiko sedini mungkin, Anda ikut mengambil langkah aktif melindungi tubuh Anda dari kanker serviks penyakit yang bisa dicegah dan dikendalikan bila ditemukan dini.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Pua Librana., Sp.OG (K) FisQua, praktek setiap hari Jumat pukul 08.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0

Tag