Terapi latihan pada osteoarthritis adalah terapi berupa
latihan gerakan aktif dan berupa latihan menggunakan tahanan/beban yang
bertujuan untuk melatih otot sehingga otot menjadi rileks, mencegah terjadinya
keterbatasan gerak, menjaga elastisitas otot serta meningkatkan kekuatan otot.
Terapi latihan harus bersifat individual dengan mempertimbangkan aspek-aspek
seperti usia, penyakit penyerta, dan minat dari penderita. Manfaat yang didapat
dari terapi latihan seperti :
Untuk mengurangi nyeri akibat osteoarthritisnya.
Mengurangi komplikasi dan progresivitas penyakit
Meningkatkan dan mempertahankan lingkup gerak sendi.
Menguatkan otot penggerak sendi lutut
Meningkatkan ketahanan statik maupun dinamis
Meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri penderita
Mengurangi bengkak
Meningkatkan kemampuan sendi untuk berfungsi secara
biomekanik lebih baik
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Perut buncit sering kali dianggap hanya memengaruhi penampilan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda adanya sindrom metabolik, yaitu kumpulan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.Sindrom metabolik sering berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi.Apa Itu Sindrom Metabolik?Sindrom metabolik adalah kondisi ketika seseorang memiliki beberapa faktor risiko penyakit metabolik sekaligus. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat risiko terjadinya gangguan pada jantung dan pembuluh darah menjadi lebih tinggi dibandingkan jika hanya memiliki satu faktor risiko saja.Pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, serta faktor genetik dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami sindrom metabolik.Tanda-Tanda Sindrom MetabolikBeberapa kondisi berikut perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda sindrom metabolik:Lingkar Perut Berlebih Penumpukan lemak di area perut merupakan salah satu ciri utama sindrom metabolik. Lemak di area ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme.Gula Darah Tinggi Kadar gula darah yang meningkat dapat menjadi tanda adanya resistensi insulin, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.Tekanan Darah Tinggi Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan organ lainnya.Kadar Trigliserida Tinggi Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah. Kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.Kolesterol Baik (HDL) Rendah HDL berfungsi membantu mengangkut kolesterol berlebih dari pembuluh darah. Jika kadarnya rendah, risiko penyumbatan pembuluh darah menjadi lebih besar.Cara Mencegah Sindrom MetabolikKabar baiknya, sindrom metabolik dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.Menjaga berat badan ideal.Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.Tidur yang cukup dan mengelola stres.Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko.Jangan Tunggu Sampai Timbul KomplikasiPerut buncit, tekanan darah tinggi, atau gula darah yang meningkat sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah yang berdiri sendiri. Kombinasi kondisi tersebut dapat menjadi tanda sindrom metabolik yang membutuhkan perhatian lebih.Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko komplikasi seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke dapat dikurangi. Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko di atas, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di RS Panti Nirmala agar kondisi kesehatan dapat terpantau dan ditangani sejak dini.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Masa menyusui merupakan periode penting bagi ibu dan bayi. Pada fase ini, tubuh ibu tidak hanya memulihkan diri setelah melahirkan, tetapi juga memproduksi Air Susu Ibu (ASI) yang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. Oleh karena itu, kebutuhan gizi ibu menyusui meningkat dibandingkan sebelum hamil.Memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang tidak hanya membantu menjaga kesehatan ibu, tetapi juga mendukung kualitas dan kuantitas ASI sehingga tumbuh kembang bayi dapat berlangsung secara optimal.Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu MenyusuiAgar produksi ASI tetap optimal, ibu menyusui perlu memperhatikan beberapa jenis zat gizi berikut.Energi Produksi ASI membutuhkan energi tambahan. Karena itu, ibu menyusui memerlukan asupan kalori lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuh sekaligus mendukung pembentukan ASI.Protein Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh serta membantu proses pemulihan setelah melahirkan. Sumber protein yang baik antara lain ikan, daging tanpa lemak, telur, susu, tempe, dan tahu.Lemak Sehat Asam lemak esensial, seperti omega-3 dan omega-6, penting untuk mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Ibu dapat memperolehnya dari ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.Vitamin dan Mineral Vitamin A, C, E, kalsium, zat besi, iodium, dan zinc berperan dalam menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan bayi. Konsumsilah buah, sayur, susu, dan makanan bergizi seimbang setiap hari.Cairan Kebutuhan cairan ibu menyusui juga meningkat. Minumlah air putih yang cukup setiap hari untuk membantu menjaga produksi ASI dan mencegah dehidrasi.Tips Menjaga Gizi Selama MenyusuiSelain memilih makanan bergizi, beberapa kebiasaan berikut juga penting dilakukan:Konsumsi makanan dengan gizi seimbang setiap hari.Perbanyak buah dan sayur sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat.Pilih sumber protein hewani maupun nabati.Minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan.Hindari rokok, alkohol, dan konsumsi obat tanpa anjuran dokter.Batasi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda.Gizi Ibu Berpengaruh pada Kesehatan BayiPemenuhan gizi yang baik selama menyusui membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung produksi ASI yang optimal. Dengan pola makan yang sehat dan seimbang, kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi sehingga tumbuh kembangnya berlangsung lebih baik.Masa menyusui adalah investasi penting bagi kesehatan ibu dan buah hati. Karena itu, pastikan kebutuhan gizi harian selalu terpenuhi agar ibu tetap sehat dan Si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik dari ASI.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Anak Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Tri Dyah, Sp.A, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 08.00 - 10.00 WIB*dr. Eileen Erica Mardiharto, Sp.A, praktek setiap hari Rabu pukul 18.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Operasi bariatrik menjadi salah satu pilihan penanganan untuk membantu menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Namun, keberhasilan operasi ini tidak hanya ditentukan oleh tindakan pembedahan, tetapi juga oleh pola makan dan gaya hidup setelah operasi.Setelah operasi bariatrik, lambung memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil sehingga tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi. Oleh karena itu, pasien harus mengikuti tahapan makan secara bertahap agar proses penyembuhan berjalan optimal dan risiko komplikasi dapat diminimalkan. Tahapan Makan Pasca Operasi BariatrikBerikut tahapan pola makan yang umumnya dianjurkan setelah operasi bariatrik.Minggu Pertama: Makanan Cair Pada tahap awal, pasien hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman cair sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. Tujuannya adalah memberikan waktu bagi lambung untuk mulai pulih setelah operasi.Minggu Kedua: Makanan Halus Tinggi Protein Setelah kondisi membaik, pasien dapat mulai mengonsumsi makanan bertekstur halus atau lumat dengan kandungan protein yang cukup. Protein berperan penting dalam membantu proses penyembuhan jaringan dan menjaga massa otot.Minggu Ketiga hingga Keempat: Makanan Lunak Pada tahap ini, pasien mulai diperkenalkan dengan makanan yang lebih lunak dan mudah dicerna. Porsi makan tetap harus sedikit, dikunyah perlahan, dan dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan.Minggu Keenam hingga Kedelapan: Makanan Padat Secara Bertahap Setelah proses pemulihan berjalan baik, pasien dapat mulai mengonsumsi makanan padat secara bertahap. Meski demikian, pemilihan jenis makanan tetap harus diperhatikan agar kebutuhan nutrisi tercukupi tanpa membebani lambung.Mengapa Pola Makan Sangat Penting?Mengikuti tahapan makan setelah operasi bariatrik membantu lambung beradaptasi dengan ukuran barunya, mengurangi risiko mual, muntah, atau gangguan pencernaan, serta mendukung keberhasilan penurunan berat badan dalam jangka panjang.Selain menjaga pola makan, pasien juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan, mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter, rutin beraktivitas fisik, dan melakukan kontrol berkala agar kondisi kesehatan tetap terpantau.Keberhasilan Operasi Dimulai dari Komitmen PasienOperasi bariatrik merupakan langkah awal menuju hidup yang lebih sehat. Namun, hasil yang optimal hanya dapat dicapai jika diikuti dengan perubahan pola makan dan gaya hidup secara konsisten.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Bedah Digestive Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Freddy, Sp.B, KBD, praktek setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.00 - 17.00 WIB*dr. Setyo Sugiarto, Sp.B, KBD, praktek setiap hari Selasa dan Rabu pukul 16.00 - 17.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Nyeri di perut kanan atas sering kali dianggap sebagai gejala masuk angin atau gangguan pencernaan biasa. Padahal, keluhan tersebut juga bisa menjadi tanda batu empedu, yaitu kondisi ketika terbentuk endapan keras di dalam kantung empedu.Jika tidak ditangani dengan baik, batu empedu dapat menimbulkan nyeri yang berulang, mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan memicu komplikasi yang lebih serius.Apa Itu Batu Empedu?Batu empedu adalah endapan keras yang terbentuk di dalam kantung empedu akibat ketidakseimbangan komponen cairan empedu, seperti kolesterol atau bilirubin. Ukuran batu empedu dapat bervariasi, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.Pada sebagian orang, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika batu menyumbat saluran empedu, keluhan dapat muncul secara tiba-tiba.Gejala Batu EmpeduBeberapa gejala yang sering dialami penderita batu empedu antara lain:Nyeri Hebat di Perut Kanan Atas Nyeri biasanya muncul secara mendadak dan dapat menjalar ke punggung atau bahu kanan, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak.Mual dan Muntah Gangguan pada aliran empedu dapat menyebabkan mual hingga muntah yang menyertai nyeri perut.Perut Terasa Tidak Nyaman Sebagian penderita juga mengeluhkan perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman setelah makan.Apakah Batu Empedu Harus Dioperasi?Tidak semua batu empedu memerlukan operasi. Namun, pada batu empedu yang sudah menimbulkan gejala atau menyebabkan penyumbatan, operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi) menjadi penanganan yang paling efektif.Tindakan ini bertujuan untuk mencegah keluhan berulang serta mengurangi risiko komplikasi, seperti infeksi kantung empedu atau peradangan pada saluran empedu.Saat ini, operasi batu empedu umumnya dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi, yaitu melalui sayatan kecil. Teknik ini memiliki beberapa keunggulan, seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, luka operasi lebih kecil, dan proses pemulihan yang umumnya lebih cepat.Jangan Abaikan Nyeri Perut Kanan AtasNyeri perut kanan atas yang berulang bukanlah keluhan yang boleh dianggap sepele. Semakin cepat batu empedu terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terjadi komplikasi.Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan
Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Melihat anak mengalami kejang tentu dapat membuat orang tua panik. Kejang demam merupakan kondisi yang dapat terjadi ketika suhu tubuh anak meningkat akibat demam, umumnya pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Meski sebagian besar kejang demam tidak menyebabkan kerusakan otak, pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk menjaga keselamatan anak dan mencegah cedera.Dengan tetap tenang dan mengetahui langkah yang benar, orang tua dapat memberikan pertolongan awal sambil menunggu bantuan medis.Langkah Pertolongan Pertama Saat Anak KejangBerikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan ketika anak mengalami kejang.Letakkan Anak di Tempat yang Aman dan Datar Pindahkan anak ke permukaan yang datar dan aman. Singkirkan benda-benda di sekitar yang berisiko menyebabkan cedera selama kejang berlangsung.Posisikan Tubuh Miring Miringkan tubuh anak ke salah satu sisi untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka dan mengurangi risiko tersedak apabila anak muntah.Longgarkan Pakaian di Area Leher Longgarkan pakaian, terutama di bagian leher, agar anak dapat bernapas dengan lebih nyaman.Catat Lama Kejang Berlangsung Perhatikan dan catat waktu mulai hingga kejang berhenti. Informasi ini akan membantu dokter dalam menentukan penanganan yang sesuai.Hal yang Tidak Boleh DilakukanSaat anak kejang, hindari tindakan yang justru dapat membahayakan.Jangan memasukkan makanan, minuman, obat, atau benda apa pun ke dalam mulut anak.Jangan menahan gerakan tubuh anak secara paksa.Jangan mengguncang atau mencoba menyadarkan anak saat kejang masih berlangsung.Kapan Harus Segera ke IGD?Segera bawa anak ke IGD RS Panti Nirmala apabila:Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.Anak mengalami kesulitan bernapas.Wajah tampak pucat atau membiru.Kejang terjadi berulang dalam waktu yang berdekatan.Anak tidak sadar atau sulit dibangunkan setelah kejang berhenti.Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mengetahui penyebab kejang dan memastikan kondisi anak tetap aman.Tetap tenang, lakukan pertolongan pertama dengan benar, dan segera cari bantuan medis bila kondisi anak memburuk. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan memberikan penanganan terbaik bagi Si Kecil. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan