Artikel Kesehatan

Jangan Tunggu Parah! Kenali Asma pada Anak Sejak Dini
Kesehatan

Jangan Tunggu Parah! Kenali Asma pada Anak Sejak Dini

Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Asma merupakan salah satu gangguan pernapasan yang cukup sering dialami anak-anak. Kondisi ini dapat membuat anak sulit bernapas dan mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik. Sayangnya, gejala asma pada anak kadang dianggap batuk atau sesak biasa sehingga sering terlambat dikenali.Padahal, dengan penanganan yang tepat dan kontrol yang baik, anak dengan asma tetap bisa tumbuh sehat, aktif, dan menjalani aktivitas seperti anak lainnya.Apa Itu Asma pada Anak?Asma adalah peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan saluran napas menjadi lebih sensitif. Saat kambuh, saluran napas dapat:MenyempitMembengkakMenghasilkan lendir berlebihKondisi ini membuat udara sulit masuk dan keluar dari paru-paru sehingga anak mengalami gangguan pernapasan.Tingkat keparahan asma bisa berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Asma?Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko asma pada anak, antara lain:Riwayat keluarga dengan asmaAlergi terhadap debu, makanan, atau polusiInfeksi saluran pernapasan berulangPaparan asap rokokEksim atau alergi kulitAktivitas fisik tertentuPaparan polusi udaraAnak yang memiliki orang tua penderita asma cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.Gejala Asma pada Anak yang Perlu DiwaspadaiGejala asma bisa muncul berulang dan sering memburuk saat malam hari atau setelah terpapar pemicu tertentu.Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:Sesak napasNapas berbunyi “ngik-ngik” (wheezing)Dada terasa berat atau sesakBatuk berkepanjangan, terutama malam hariAnak mudah lelah saat bermainNapas tampak cepat atau pendekPada beberapa anak, gejala dapat muncul ringan. Namun jika tidak ditangani, asma bisa mengganggu tidur, aktivitas belajar, hingga kualitas hidup anak.Pemicu Asma yang Perlu DihindariKambuhnya asma sering dipicu oleh faktor tertentu di lingkungan sekitar. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali dan menghindari pemicunya.Beberapa pemicu asma yang umum antara lain:Debu dan tungauBulu hewanSerbuk bungaJamurPolusi udara dalam maupun luar ruanganAsap rokokInfeksi virusCuaca dinginObat-obatan tertentuMengurangi paparan pemicu dapat membantu mencegah serangan asma berulang.Cara Mengontrol Asma pada AnakMeski asma belum dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini bisa dikontrol agar anak tetap sehat dan aktif.Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan yaitu:Hindari pemicu asma di lingkungan anakJaga kebersihan rumah secara rutinPastikan anak tidak terpapar asap rokokGunakan obat sesuai anjuran dokterLakukan kontrol rutinAjarkan anak mengenali gejala awal kambuhPengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi frekuensi kambuh dan menjaga fungsi paru tetap baik. Mengenali asma sejak dini sangat penting agar anak mendapatkan penanganan yang sesuai. Jangan abaikan jika anak sering batuk malam hari, mudah sesak saat bermain, atau napas berbunyi berulang.Dengan pengelolaan yang baik, anak dengan asma tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari, bermain, belajar, dan tumbuh dengan optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Paru Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Henny Candrawati, M.Kes,Sp.P, praktek setiap hari Rabu & Jum'at pukul 14.00 - 17.00 WIB*dr. Resky Tantular, Sp.P(K), FAPSR, praktek setiap Senin & Jum’at pukul 16.00 - 18.00 WIB*dr. Ngakan Putu Parsama Putra,Sp.P(K), FISR,FAPSR praktek setiap Senin, Rabu & Jum'at pukul 19.00 - 20.00 WIB*dr. Paulus Wibowo, Sp.P, praktek setiap Senin - Jum’at pukul 19.00 - 20.00 WIB*Dr. dr. Jani Jane Rosihaningsih Sugir, Sp.P(K), FISR, FAPSR, praktek setiap Selasa pukul 17.00 - 21.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

Baca selengkapnya
  • Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung
    Kesehatan

    Cara Memakai Tas Ransel yang Benar agar Terhindar dari Nyeri Punggung

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya! Tas ransel menjadi perlengkapan yang banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Meski terlihat praktis, kebiasaan memakai tas ransel dengan cara yang keliru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada tulang dan punggung. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu nyeri berkepanjangan hingga gangguan postur tubuh. Dampak Kebiasaan Memakai Tas Ransel yang SalahBeban tas yang terlalu berat atau posisi tas yang tidak tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Akibatnya, otot punggung dan bahu harus bekerja lebih keras untuk menopang tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menimbulkan nyeri punggung bawah, sakit leher, nyeri bahu, hingga gangguan keseimbangan tubuh. Pada anak dan remaja, penggunaan tas ransel yang salah bahkan dapat memengaruhi pertumbuhan tulang. Memilih Tas Ransel yang TepatLangkah awal untuk menjaga kesehatan punggung adalah memilih tas ransel yang sesuai. Tas sebaiknya memiliki dua tali bahu yang lebar dan empuk agar beban dapat terbagi secara merata. Selain itu, tas dengan bantalan di bagian punggung lebih disarankan karena dapat mengurangi tekanan langsung pada tulang belakang. Ukuran tas juga perlu disesuaikan dengan tinggi badan agar tidak mengganggu postur. Perhatikan Berat dan Susunan Isi TasBerat tas ransel idealnya tidak melebihi 10–15 persen dari berat badan. Tas yang terlalu berat akan membuat tubuh cenderung membungkuk ke depan, sehingga meningkatkan tekanan pada tulang belakang. Susun barang di dalam tas dengan rapi, letakkan barang yang paling berat di bagian tengah dan dekat dengan punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh. Gunakan Kedua Tali Bahu Secara BersamaanKesalahan yang sering dilakukan adalah memakai tas ransel hanya pada satu bahu. Kebiasaan ini membuat beban tubuh tidak seimbang dan meningkatkan risiko nyeri bahu serta punggung. Gunakan kedua tali bahu dan atur panjang tali agar tas menempel nyaman di punggung, tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat. Pastikan Posisi Tas di Punggung Sudah TepatPosisi tas ransel yang ideal adalah berada di tengah punggung, tidak menggantung terlalu rendah hingga mendekati pinggang. Tas yang terlalu rendah dapat menarik tubuh ke belakang dan memberi tekanan tambahan pada punggung bagian bawah. Sebaiknya, bagian bawah tas berada beberapa sentimeter di atas pinggang. Manfaatkan Tali Dada atau Tali PinggangJika tas ransel dilengkapi tali dada atau tali pinggang, gunakanlah. Tali tambahan ini membantu mendistribusikan beban ke bagian tubuh lain sehingga tekanan pada bahu dan punggung dapat berkurang. Selain itu, tali ini juga membantu menjaga postur tubuh tetap tegak saat berjalan. Istirahatkan Punggung Secara BerkalaBagi yang harus membawa tas ransel dalam waktu lama, penting untuk sesekali melepaskan tas dan memberi waktu istirahat pada otot punggung dan bahu. Melakukan peregangan ringan juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Cara memakai tas ransel yang benar berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan punggung. Mulai dari memilih tas yang tepat, mengatur berat beban, hingga memperhatikan posisi tas di punggung, semua langkah tersebut dapat membantu mencegah nyeri dan gangguan postur. Kebiasaan sederhana ini penting diterapkan sejak dini agar kesehatan tulang tetap terjaga dalam jangka panjang.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?
    Kesehatan

    Aligner vs Retainer: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Masih banyak orang yang bingung membedakan antara aligner dan retainer, padahal keduanya merupakan perangkat gigi yang sering direkomendasikan oleh dokter gigi. Meskipun sama-sama dipasang di gigi, fungsi, tujuan, dan cara penggunaannya berbeda. Artikel ini akan mengupas perbedaan utama kedua perangkat tersebut agar Anda bisa lebih memahami manfaatnya. Apa Itu Aligner?Aligner adalah perangkat gigi transparan yang dirancang untuk merapikan susunan gigi secara bertahap. Aligner dibuat khusus sesuai bentuk gigi setiap individu melalui teknologi digital, sehingga pas saat digunakan. Fungsi Aligner Mengoreksi posisi gigi yang tidak rata Mengatasi gigi renggang atau bertumpuk Merapikan gigitan yang kurang sesuai (maloklusi) Aligner bekerja dengan cara dipakai selama sekitar 20–22 jam per hari, lalu diganti secara berkala sesuai jadwal dari dokter gigi. Dengan pemakaian teratur, gigi akan bergerak secara perlahan ke posisi yang diinginkan. Apa Itu Retainer?Retainer adalah perangkat yang digunakan setelah perawatan ortodonti (misalnya setelah behel atau aligner) untuk memastikan gigi tetap berada di posisi baru yang sudah dicapai.Retainer berfungsi mencegah gigi kembali ke posisi semula (relaps), yang merupakan hal umum terjadi jika tidak ada perangkat penahan. Perbedaan Utama Antara Aligner dan Retainer Aspek Aligner Retainer Tujuan penggunaan Merapikan posisi gigi Menjaga posisi gigi setelah rapi Waktu penggunaan Selama masa perawatan aktif Setelah perawatan selesai Fungsinya Menggerakkan gigi Mencegah gigi bergerak kembali Diganti secara berkala Ya Tergantung jenis retainer Sering dipakai 20–22 jam/hari Bisa dipakai setiap hari atau sesuai anjuran dokter  Kapan Harus Menggunakan Aligner?Aligner biasanya digunakan ketika seorang pasien memiliki: Gigi yang tidak rata Gigi yang renggang atau saling bertumpuk Masalah pada gigitan seperti overbite atau crossbite Perangkat ini cocok bagi yang ingin hasil rapi tanpa harus memakai kawat gigi logam, karena aligner bersifat transparan dan dapat dilepas saat makan atau membersihkan gigi. Kapan Harus Menggunakan Retainer?Retainer digunakan setelah perawatan ortodonti selesai untuk menjaga posisi gigi. Dokter biasanya menyarankan pemakaian retainer secara teratur selama beberapa waktu, karena gigi cenderung kembali ke posisi awal jika tidak ada penahan. Perawatan Aligner dan RetainerUntuk menjaga kebersihan dan fungsinya, berikut tips perawatan: Membersihkan perangkat setiap hari dengan sikat lembut dan air bersih Hindari menggunakan pasta gigi yang kasar karena dapat menggores permukaan Simpan perangkat di tempat yang bersih dan aman saat dilepas Rutin kontrol ke dokter gigi sesuai jadwal Dengan perawatan yang baik, aligner dan retainer dapat bekerja efektif untuk menghasilkan susunan gigi yang rapi sekaligus menjaga hasil perawatan jangka panjang. Walaupun aligner dan retainer sama-sama dipasang di gigi dan sering tampak mirip, tujuan dan fungsi keduanya sangat berbeda. Aligner digunakan untuk mengoreksi posisi gigi. Retainer digunakan untuk menjaga posisi gigi setelah perawatan selesai. Memahami perbedaan ini penting agar Anda bisa mengikuti anjuran dokter gigi dengan tepat dan mendapatkan hasil yang optimal.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadrg. Kosmas Kurniawan, praktek setiap hari Senin - Sabtu pukul 10.00 - 12.00 WIB*drg. Ganjar Bismo Darmalaksono, praktek setiap hari Selasa & Kamis pukul 16.00 - 18.00 WIB*drg. Setyabudi N.S, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis, & Jumat pukul 18.00 - 20.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Waspadai Salmonella di Telur: Informasi Penting untuk Keluarga Sehat
    Kesehatan

    Waspadai Salmonella di Telur: Informasi Penting untuk Keluarga Sehat

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Telur merupakan bahan makanan yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi dalam berbagai olahan. Namun, telur juga bisa menjadi sumber penyakit jika terkontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius dan menimbulkan gejala tidak nyaman setelah dikonsumsi. Apa Itu Kontaminasi Salmonella pada Telur?Salmonella adalah bakteri yang bisa terdapat pada telur, baik di luar maupun di dalam cangkang. Kontaminasi bisa terjadi sejak proses pembentukan telur di dalam tubuh ayam, atau ketika cangkang terpapar bakteri dari kotoran ayam. Sayangnya, telur yang terkontaminasi tidak menunjukkan tanda khusus seperti bau atau perubahan warna, sehingga tidak dapat dikenali hanya dengan melihatnya secara kasat mata. Untuk memastikan keberadaan Salmonella, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Kenapa Salmonella Bisa Ada pada Telur?Bakteri Salmonella dapat masuk ke telur melalui dua jalur: Saat telur terbentuk di dalam tubuh ayam — jika ayam itu sendiri membawa Salmonella, bakteri bisa terbawa ke dalam telur sebelum cangkang terbentuk. Setelah telur keluar — bakteri dari kotoran ayam atau lingkungan dapat melekat pada cangkang dan masuk melalui pori-pori atau retakan kecil. Akibatnya, telur yang tampak normal sekalipun bisa membawa bakteri berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Apa Saja Gejala Infeksi Salmonella?Jika seseorang mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella, gejala infeksi umumnya muncul dalam 6 jam hingga 6 hari setelah makan. Gejala yang sering terjadi meliputi: Diare Demam Kram perut Mual dan muntah Kelelahan Sebagian orang dapat mengalami sembuh tanpa pengobatan khusus dalam beberapa hari. Namun, pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan lemah, infeksi ini bisa lebih berat dan perlu perhatian medis khusus. Tips Memilih dan Menyimpan Telur yang AmanMeskipun tidak ada cara untuk memastikan telur bebas Salmonella hanya dengan melihatnya, Anda bisa mengurangi risiko dengan langkah berikut:Saat Membeli: Pilih telur yang disimpan di tempat sejuk atau lemari pendingin. Pastikan kemasan tidak rusak. Saat Menyimpan Telur: Simpan telur mentah di lemari es atau tempat sejuk dan kering. Jangan menyimpan telur mentah terlalu lama idealnya tidak lebih dari 3 minggu di kulkas. Pisahkan telur dari makanan lain untuk menghindari kontaminasi silang.  Cara Memasak Telur Agar AmanUntuk mencegah infeksi Salmonella, pastikan telur dan olahannya matang sempurna sebelum dikonsumsi. Beberapa tipsnya: Pastikan bagian putih dan kuning telur tidak lagi encer saat dimasak. Rebus telur selama minimal 8 menit untuk memastikan bakteri mati. Jika memasak di oven, pastikan suhu internal mencapai setidaknya 72°C. Cuci bersih peralatan dapur yang terkena telur mentah dengan sabun. Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang, seperti pada adonan kue yang belum dipanggang atau minuman berbasis telur mentah, karena risiko Salmonella lebih tinggi. Pencegahan Tambahan agar Terhindar dari InfeksiSelain memilih, menyimpan, dan memasak telur dengan benar, lakukan hal berikut: Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani telur mentah. Jangan mencicipi adonan yang mengandung telur mentah. Simpan telur matang di kulkas dan habiskan dalam 3–4 hari. Jika telur terlihat tidak biasa (misalnya retak atau kotor), lebih baik tidak dikonsumsi.  Kontaminasi Salmonella pada telur merupakan masalah kesehatan yang serius karena bakteri ini tidak terlihat secara kasat mata dan dapat menyebabkan infeksi usus yang tidak nyaman atau bahkan komplikasi pada kelompok risiko tinggi. Dengan memilih telur yang baik, menyimpan dan memasaknya secara benar, serta menjaga kebersihan saat mengolahnya, Anda dapat mengurangi risiko infeksi dan tetap menikmati telur sebagai bagian dari menu sehat sehari-hari.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Awas! Racun dalam Kerang Bisa Berbahaya bagi Kesehatan
    Kesehatan

    Awas! Racun dalam Kerang Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kerang merupakan salah satu makanan laut yang populer karena harganya terjangkau dan kaya rasa. Namun, kerang juga termasuk salah satu jenis seafood yang sering menjadi penyebab keracunan makanan jika terkontaminasi racun tertentu.Apa Itu Keracunan Kerang?Keracunan kerang terjadi ketika seseorang mengonsumsi kerang yang mengandung racun alami yang berasal dari alga berbahaya atau polutan di laut. Racun ini kemudian masuk ke tubuh dan memicu gejala yang bisa ringan hingga serius.  Gejala Keracunan KerangGejala keracunan biasanya muncul 30–60 menit setelah makan kerang yang terkontaminasi, tetapi terkadang bisa muncul beberapa jam kemudian tergantung jenis racunnya. Gejala yang umum dialami antara lain: Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut Mual dan muntah Diare Sakit kepala Pusing Kebingungan Gejala tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada jenis racun yang dikonsumsi, jumlah racun, dan kondisi sistem imun tubuh. Penyebab Keracunan KerangKerang merupakan organisme penyaring yang hidup di laut dan memakan fitoplankton (alga kecil). Beberapa jenis alga bisa menghasilkan racun yang kemudian terakumulasi di tubuh kerang. Sayangnya, kerang tidak bisa membedakan antara alga yang beracun dan tidak, sehingga racun dapat menumpuk dan ikut termakan manusia.Berdasarkan jenis racunnya, keracunan kerang bisa dibedakan menjadi beberapa tipe, antara lain: Paralytic Shellfish Poisoning (PSP): Disebabkan oleh racun saxitoxin, termasuk yang paling berbahaya. Diarrhetic Shellfish Poisoning (DSP): Akibat racun dari alga tertentu, biasanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Neurotoxic Shellfish Poisoning (NSP): Disebabkan oleh racun dari brevetoxin. Amnesic Shellfish Poisoning (ASP): Disebabkan oleh asam domoat, pernah dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan memori pada kasus berat. Azaspiracid Shellfish Poisoning (AZA): Disebabkan oleh racun azaspiracid. Selain racun dari alga, pencemaran laut oleh limbah dan polutan juga dapat meningkatkan risiko keracunan kerang. Racun-racun ini tidak bisa dihancurkan dengan memasak atau pengolahan biasa, sehingga kerang bisa tetap berbahaya meskipun sudah matang. Cara Mengatasi Keracunan KerangJika Anda atau seseorang mengalami gejala setelah mengonsumsi kerang, langkah yang sebaiknya dilakukan adalah: Segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Keracunan kerang bisa serius dan memerlukan penanganan medis terutama pada gejala berat. Selama menunggu pertolongan medis, penuhi kebutuhan cairan tubuh karena muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Air putih, air kelapa, atau minuman isotonik bisa membantu. Hindari memuntahkan kerang secara paksa atau mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Pada kasus ringan, dokter dapat menyarankan istirahat cukup dan pemantauan kondisi sampai racun keluar dari tubuh. Pada gejala serius, seperti gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran, penanganan di rumah sakit mungkin mencakup perawatan suportif hingga racun dinetralisasi.  Bagaimana Cara Mencegah Keracunan Kerang?Untuk mengurangi risiko keracunan makanan akibat kerang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan: Beli kerang dari penjual yang bersih dan terpercaya. Hindari kerang yang sudah lama disimpan atau terlihat tidak segar. Jangan tergiur oleh harga yang terlalu murah tanpa memastikan kualitasnya. Masak kerang hingga benar-benar matang, meskipun racun tetap tidak hilang dengan panas, memasak dapat mengurangi risiko kontaminasi bakteri lain. Simpan kerang di tempat bersih dan sesuai dengan aturan keamanan pangan. Dengan memilih kerang dari sumber yang tepat dan mengolahnya dengan benar, Anda dapat menikmati makanan laut ini sambil meminimalkan risiko keracunan. Keracunan kerang merupakan kondisi akibat konsumsi kerang yang terkontaminasi racun dari alga atau polutan laut. Gejalanya dapat meliputi mual, muntah, diare, kesemutan di mulut, sakit kepala, hingga kebingungan. Penanganannya bergantung pada tingkat keparahan gejala, dan pencegahan terbaik adalah dengan memastikan kerang yang dikonsumsi berasal dari sumber yang bersih dan diolah dengan benar.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Direktur Rumah Sakit Panti Nirmala - Sr. Antina Atik CP, S.Kep, Ns., M.Kep. CHAE, CHQP - Periode Maret 2024 s/d 28 Februari 2026
    Kesehatan

    Direktur Rumah Sakit Panti Nirmala - Sr. Antina Atik CP, S.Kep, Ns., M.Kep. CHAE, CHQP - Periode Maret 2024 s/d 28 Februari 2026

    Direktur Rumah Sakit Panti Nirmala - Sr. Antina Atik CP, S.Kep, Ns., M.Kep. CHAE, CHQPPeriode Maret 2024 s/d 28 Februari 2026Rumah Sakit Panti Nirmala merupakan salah Satu RS Swasta Kelas B di Kota Malang. Terakreditasi Paripurna, KemenKes RI 2022, Sertifikat Akreditasi: KARS-SERT/232/X/2022. Berlokasi Strategis di Tengah Kota Malang, dekat dengan area wisata, stasiun, dan pusat keramaian. Dan telah bekerjasama dengan Asuransi Kesehatan Nasional dan Internasional. lebih dari 70+. Visi :Menjadi rumah sakit dengan pelayanan prima, pilihan utama masyarakat. Misi :• Memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat• Mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien• Memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, sehingga mampu melaksanakan pelayanan yang professional• Meningkatkan kualitas alat kedokteran yang dapat memberikan nilai lebih bagi pelayanan kesehatan Motto :Merawat Penuh Kasih Demi KesembuhanNilai-nilai Budaya Rumah SakitNilai budaya yang dikembangkan di Rumah Sakit Panti Nirmala adalah “SAFETY”, yaituSincere (Tulus) : Pelayanan yang tulus kepada setiap pasienAppreciation (Penghargaan) : Menghargai setiap orang dalam pelayanan, baik pasien, rekan kerja, atasan maupun bawahan.Fair (Adil) : Pelayanan yang adil untuk semua pasien tanpa memandang perbedaan sosial ekonomi maupun SARAEmphaty (Empati) : Pelayanan yang empati kepada setiap pasien dan keluarganyaTrust (Kepercayaan) : Pelayanan yang dapat dipercaya dan mampu menumbuhkan kepercayaan antara pasien dan staf Rumah Sakit, antara Rumah Sakit dengan mitra kerjaYour Satisfaction (Kepuasan Pasien) : Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang bermutu dan memiliki standar pelayanan yang terpercaya.

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Tips Sederhana agar Tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan
    Kesehatan

    Tips Sederhana agar Tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Musim hujan sering kali membawa perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti suhu yang lebih dingin, peningkatan kelembapan, serta hujan yang datang tanpa peringatan. Perubahan ini dapat membuat sistem imun tubuh menurun sehingga seseorang menjadi lebih mudah terserang penyakit seperti batuk, pilek, flu, bahkan infeksi saluran pernapasan jika tidak menjaga kesehatan dengan baik. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan selama musim hujan. 1. Tetap Aktif BergerakOlahraga ringan secara teratur membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Walaupun hujan dan suhu dingin bisa membuat malas bergerak, tetap melakukan aktivitas fisik seperti yoga di dalam rumah atau latihan kardio ringan selama sekitar 30 menit setiap hari dapat membantu sistem imun tetap kuat.  2. Rajin Mencuci TanganMencuci tangan adalah langkah sederhana namun penting untuk mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit, apalagi di musim hujan saat virus dan bakteri lebih mudah menyebar. Gosok tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik, kemudian bilas dan keringkan. Bila tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. 3. Segera Ganti Pakaian BasahPakaian yang basah setelah kehujanan dapat menurunkan suhu tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, pakaian lembap juga bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri di kulit. Oleh karena itu, segera ganti pakaian basah dengan yang kering setelah kehujanan. 4. Mandi atau Berendam dengan Air HangatSetelah kehujanan, mandi atau berendam dengan air hangat selama 10–15 menit dapat membantu meningkatkan suhu tubuh kembali, membersihkan kotoran dan kuman dari kulit, serta membuat tubuh lebih rileks. 5. Konsumsi Makanan dan Minuman HangatMengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup, soto, teh jahe, atau minuman dengan campuran madu dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan memberikan kenyamanan. Selain itu, beberapa bahan alami seperti jahe memiliki sifat antiinflamasi yang baik bagi sistem imun. 6. Istirahat yang CukupIstirahat yang cukup sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Tidur malam yang berkualitas selama 7–9 jam dapat membantu sistem imun bekerja secara optimal. Kekurangan tidur dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. 7. Pertimbangkan Suplemen Penambah ImunSelain pola hidup sehat, konsumsi suplemen tertentu juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama musim hujan. Beberapa suplemen herbal seperti ekstrak Echinacea dikenal memiliki efek imunomodulator. Namun demikian, gunakan suplemen sesuai dosis yang dianjurkan dan sebaiknya berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan. Mengapa Tubuh Lebih Rentan Sakit Saat Musim Hujan?Lingkungan yang basah dan lembap saat musim hujan menciptakan kondisi yang nyaman bagi virus dan bakteri untuk berkembang. Selain itu, perubahan suhu yang cepat dan paparan udara dingin dapat menurunkan fungsi sistem imun sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi. Hal ini membuat penyakit seperti flu, batuk, demam, diare, hingga penyakit yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah menjadi lebih sering terjadi. Musim hujan bukan alasan untuk malas menjaga kesehatan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti aktif bergerak, menjaga kebersihan tangan, mengganti pakaian basah, mandi air hangat, mengonsumsi makanan yang hangat, istirahat cukup, serta mendukung kekebalan tubuh dengan suplemen bila diperlukan, Anda dapat menghadapi musim hujan dengan tubuh yang lebih sehat dan risiko sakit yang lebih rendah.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Umum Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Lilis Lanawati, Sp.DVE, praktek setiap hari Senin,Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Ika Shanti Rosalina, MMRS, praktek setiap hari Rabu pukul 08.00 - 13.00 WIB*dr. Eryanto, praktek setiap hari Jum'at pukul 08.00 - 13.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Memahami HIV pada Anak: Pencegahan, Perawatan, dan Dukungan Keluarga
    Kesehatan

    Memahami HIV pada Anak: Pencegahan, Perawatan, dan Dukungan Keluarga

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!HIV sering dikaitkan dengan orang dewasa, tetapi anak-anak pun dapat terinfeksi virus ini baik sejak lahir maupun di kemudian hari. Karena masih banyak stigma dan miskonsepsi, penderita HIV di usia anak sering tidak mendapatkan perhatian yang layak. Padahal, karakteristik dan kebutuhan mereka berbeda dengan orang dewasa, sehingga diperlukan penanganan khusus baik secara medis maupun psikososial. Bagaimana Cara Penularan HIV pada Anak?Infeksi HIV pada anak dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya: Transmisi vertikal dari ibu ke anak, yaitu ketika virus ditularkan saat kehamilan, persalinan, atau melalui ASI. Transmisi horizontal (jarang terjadi), misalnya melalui penggunaan alat suntik yang terkontaminasi atau peralatan lain yang tidak steril. Pada remaja, risiko juga dapat meningkat melalui hubungan seksual yang tidak aman. Edukasi yang tidak memadai, tekanan teman sebaya, dan eksploitasi merupakan faktor risiko penting di kelompok usia ini.  Upaya Pencegahan yang Bisa DilakukanPencegahan HIV pada anak harus dimulai sedini mungkin, termasuk sebelum anak lahir. Beberapa langkah pencegahan yang penting meliputi: Skrining HIV bagi semua ibu hamil di fasilitas kesehatan untuk mengetahui status HIV sejak awal. Pemberian terapi antiretroviral (ARV) bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV untuk mengurangi risiko penularan kepada bayi. Pengelolaan persalinan yang tepat dan pemberian obat profilaksis kepada bayi baru lahir dari ibu dengan HIV. Konseling dan pendidikan untuk remaja tentang kesehatan reproduksi, bahaya perilaku berisiko, serta hak atas tubuh sendiri. Dukungan keluarga dan lingkungan dalam menciptakan ruang aman untuk berdiskusi dan mengambil keputusan yang sehat. Edukasi yang baik dan dukungan lingkungan dapat menanamkan pemahaman kepada remaja agar menghindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tidak aman atau penggunaan jarum suntik bersama.Pengobatan dan Harapan Hidup Anak dengan HIVMeskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV secara total, terapi antiretroviral (ARV) dapat membantu anak yang hidup dengan HIV tetap sehat dan aktif. ARV tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Penggunaan ARV setiap hari sepanjang hidup dapat menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga menjadi tidak terdeteksi dan tidak menularkan (konsep U=U: Undetectable = Untransmittable). Dengan kepatuhan pengobatan yang baik, anak dengan HIV tetap bisa bersekolah, bermain, dan meraih cita-cita layaknya anak lain.  Peran Keluarga dalam Mendukung Anak dengan HIVTantangan terbesar tidak hanya terletak pada kondisi medis, tetapi juga pada stigma sosial. Diskriminasi di sekolah, lingkungan bermain, dan fasilitas kesehatan sering membuat anak dengan HIV merasa terasing.Penting bagi keluarga dan masyarakat untuk memahami bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berpelukan, bermain bersama, berjabat tangan, atau makan bersama.Anak dengan HIV berhak atas cinta, dukungan emosional, dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat, bahagia, serta meraih masa depan penuh harapan. HIV pada anak harus dipandang sebagai persoalan kesehatan yang membutuhkan pencegahan sedini mungkin, pengobatan berkelanjutan, serta dukungan keluarga dan masyarakat. Dengan kombinasi upaya ini, risiko penularan dapat ditekan dan anak yang hidup dengan HIV tetap dapat berkembang normal serta menikmati masa kecilnya tanpa stigma.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDR. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM, praktek setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 09.30 - 12.30 WIB*dr. Wendy Budiawan, Sp.PD, praktek setiap hari Selasa dan Kamis pukul 07.30 - 09.30 WIB*dr. Zahra Safira, Sp.PD, praktek setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 07.00 - 09.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Sariawan pada Pengidap HIV: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
    Kesehatan

    Sariawan pada Pengidap HIV: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Sariawan atau luka di mulut adalah masalah yang umum dialami banyak orang. Namun pada orang yang hidup dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus), kondisi ini lebih sering terjadi dan cenderung lebih berat dibandingkan sariawan biasa. Apa Bedanya Sariawan pada HIV dan Sariawan Biasa?Sariawan biasa biasanya muncul karena tergigit saat makan atau iritasi ringan, dan umumnya sembuh dalam 1–2 minggu. Sedangkan pada pengidap HIV, sariawan sering lebih dalam, sulit sembuh, serta cenderung muncul lebih sering karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyebab Sariawan pada Pengidap HIVPada pengidap HIV, sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif karena virus menyerang sel imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi oportunistik yaitu infeksi yang memanfaatkan lemahnya sistem imun. Beberapa penyebab sariawan pada orang dengan HIV meliputi: Infeksi virus lain seperti herpes atau HPV oral. Infeksi jamur Candida, yang sering menyebabkan luka putih di mulut. Kekurangan vitamin tertentu, misalnya vitamin B9 (folat) dan vitamin B12, yang dapat memperparah sariawan. Karena tubuh tidak dapat mengatasi infeksi dengan baik, luka sariawan pada pengidap HIV bisa membuat makan, menelan, dan berbicara menjadi tidak nyaman. Gejala yang Bisa TimbulSelain sariawan yang sulit sembuh, pengidap HIV sering juga mengalami gejala lain yang terkait melemahnya sistem imun, seperti: Demam dan rasa tidak enak badan. Sakit kepala, kelelahan, atau nyeri otot. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan. Kesulitan makan akibat rasa sakit saat menelan (disfagia). Jika sariawan sangat menyakitkan atau tidak kunjung membaik, hal ini dapat menyebabkan berkurangnya asupan makanan dan nutrisi yang berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Bagaimana Cara Mengatasinya?Penanganan sariawan pada pengidap HIV dilakukan melalui beberapa pendekatan: Terapi antiretroviral (ARV): Ini adalah pengobatan utama HIV untuk membantu mengendalikan virus dan memperkuat sistem imun, sehingga risiko infeksi mulut berkurang. Pengobatan spesifik sesuai penyebab: Obat antiviral jika disebabkan oleh virus seperti herpes. Obat antijamur jika penyebabnya infeksi jamur seperti Candida. Menjaga kebersihan mulut: Rutin menyikat gigi, menggunakan obat kumur, dan periksa gigi secara teratur dapat membantu mengurangi risiko luka mulut yang parah.  Cara Mencegah Sariawan yang BerulangBeberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah timbulnya sariawan bagi orang dengan HIV: Minum obat HIV (ARV) secara rutin dan konsisten. Menjaga kebersihan mulut dengan baik. Hindari merokok dan konsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi. Rutin melakukan pemeriksaan gigi dan mulut ke dokter gigi.  Apakah Sariawan Bisa Menularkan HIV?Penularan HIV melalui air liur sangat tidak mungkin terjadi karena air liur tidak mengandung cukup virus untuk menularkan infeksi. Yang dapat menularkan HIV adalah cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI jika berdampak langsung pada luka terbuka atau membran mukosa seseorang.Namun, jika luka sariawan berdarah, kontak langsung dengan darah yang mengandung virus dapat meningkatkan risiko penularan. Kasus semacam ini jarang ditemukan, dan satu-satunya cara memastikan status infeksi adalah melalui tes darah atau tes antibodi HIV di fasilitas kesehatan.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Bedah Mulut Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adaDr. drg. Ester Handayani Lodra , Sp.BM, praktek setiap hari Senin pukul 18.00 - 20.00 WIB*drg. Benny Andoko W., Sp.BM, praktek setiap hari Selasa pukul 09.00 - 11.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini  #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0
  • Pilah Makanan Anda: Langkah Sederhana Mencegah Kanker
    Kesehatan

    Pilah Makanan Anda: Langkah Sederhana Mencegah Kanker

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Kanker adalah penyakit serius yang melibatkan pertumbuhan sel abnormal yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Meskipun penyebab kanker tidak sepenuhnya jelas, faktor gaya hidup terutama pola makan memegang peranan penting dalam pencegahan.Data dari WHO menyebutkan bahwa sebagian besar jenis kanker bisa dicegah dengan mengurangi paparan risiko tertentu. Salah satunya adalah risiko yang berasal dari konsumsi makanan yang bersifat karsinogenik. Makanan Pemicu Kanker: Jenis-jenis yang Perlu DiwaspadaiBeberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus. Berikut contoh-contohnya menurut Kemenkes:Makanan yang diasap atau diawetkan: Seperti daging asap dan makanan acar, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung.Minuman beralkohol: Konsumsi alkohol berkaitan dengan risiko kanker kerongkongan dan organ lainnya.Makanan dengan zat tambahan: Pewarna dan bahan tambahan pangan tertentu dapat memicu kanker pada sistem pencernaan seperti lambung dan kolon.Kontaminan lingkungan dalam pangan: Seperti logam berat (contoh: merkuri pada beberapa jenis ikan), aflatoksin, dioxin, atau melamin yang dapat meningkatkan risiko kanker hati, paru, ginjal, dan lainnya.Daging olahan dan tepung manis: Produk olahan dari daging (seperti sosis, kornet) serta makanan dari tepung rafinasi atau manisan tinggi dapat berkontribusi pada risiko kanker kolon atau pankreas. Makanan Pelindung KankerSebagai lawan dari pemicu kanker, ada jenis makanan yang justru bisa membantu menurunkan risiko. Kemenkes menyarankan untuk meningkatkan asupan makanan nabati yang alami dan diolah secara higienis, seperti:Sereal dan biji-bijian utuhUmbi-umbian dan kacang-kacanganPolong-polongan seperti lentil dan kacang hijauMakanan nabati ini kaya akan serat, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif antioksidan yang bisa membantu melawan pembentukan sel kanker. Strategi Pencegahan Kanker melalui Pola MakanBerikut beberapa langkah strategi yang dapat diambil untuk mengurangi risiko kanker melalui pemilihan makanan:Pilih bahan makanan yang alami dan segar, dan olah dengan cara sederhana.Batasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, dan daging merah olahan.Hindari minuman beralkohol.Perhatikan kebersihan dan cara pengolahan makanan agar menghindari kontaminan seperti aflatoksin atau logam berat.Tingkatkan konsumsi buah, sayur, dan bahan nabati lainnya.Menjaga berat badan ideal dan aktif secara fisik juga sangat penting, karena obesitas merupakan faktor risiko kanker. Mencegah kanker sejak dini bisa dimulai dari hal sederhana: memilih makanan dengan lebih cermat. Dengan memilah bahan pangan dan membatasi jenis-jenis yang berpotensi karsinogenik, kita bisa menurunkan risiko terkena kanker. Kombinasi pola makan sehat, pengolahan higienis, dan gaya hidup aktif adalah kunci pencegahan kanker. Kesadaran ini sangat penting karena pengobatan kanker membutuhkan biaya besar dan bisa sangat berat bagi penderitanya.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    1
  • Apa Itu Koma Makanan (Food Coma) dan Bagaimana Cara Mengatasinya
    Kesehatan

    Apa Itu Koma Makanan (Food Coma) dan Bagaimana Cara Mengatasinya

    Halo sobat Panti Nirmala!Pada Health Article kali ini, Rumah Sakit Panti Nirmala kembali akan memberikan informasi seputar kesehatan dan terkait Rumah Sakit Panti Nirmala yang dapat sobat Nirmala pelajari dan dibagikan ke orang-orang terkasih untuk semakin aware akan informasi kesehatan. Yuk cari tahu selengkapnya!Apa Itu Koma Makanan?Koma makanan, atau food coma, adalah kondisi rasa kantuk atau ngantuk yang muncul setelah makan. Hal ini sudah cukup umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Setelah makan makanan yang tinggi karbohidrat atau gula, tubuh akan memproduksi insulin untuk membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel sebagai energi. Namun, proses ini bisa membuat seseorang merasa mengantuk.Meski terasa berat dan mengganggu konsentrasi, sejauh ini belum ada bukti ilmiah bahwa koma makanan menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang serius. Mengapa Kita Mengantuk Setelah MakanBeberapa faktor bisa membuat ngantuk setelah makan semakin kuat:Konsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula: Jenis makanan ini memicu lonjakan insulin lebih besar.Proses metabolisme: Setelah makan, tubuh mengalihkan energi untuk mencerna, dan aliran darah lebih banyak menuju saluran pencernaan, sehingga sirkulasi ke otak bisa berkurang sementara.Jarang bergerak setelah makan: Kalau langsung duduk atau beristirahat setelah makan, tubuh tidak “stimulasi” untuk tetap aktif, memperkuat rasa kantuk. Risiko yang Mungkin TimbulWalaupun food coma umumnya tidak berbahaya, ada beberapa situasi yang bisa jadi masalah jika sering terjadi:Mengantuk saat menyetir setelah makan, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.Menurunnya konsentrasi saat bekerja sesaat setelah makan.Beberapa orang khawatir kondisi ini merupakan tanda diabetes, tetapi ngantuk setelah makan belum tentu berarti ada penyakit serius, kecuali disertai gejala lain. Cara Mengatasi Koma MakananBerikut beberapa strategi dari HelloSehat untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan:Jalan kaki atau regangkan tubuh selama 15 menit Aktivitas ringan seperti berjalan atau stretching dapat membantu meningkatkan aliran darah dan membuat Anda tetap terjaga.Konsumsi makanan bergizi seimbang Gabungkan karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat agar kenaikan gula darah lebih stabil.Makan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering Makan banyak sekaligus cenderung memberi beban besar pada tubuh dan meningkatkan risiko kantuk berat.Tidur siang selama sekitar 30 menit Jika memungkinkan, tidur singkat bisa membantu mengembalikan energi.Pastikan asupan cairan cukup Dehidrasi bisa memperparah rasa lelah, jadi minum air yang cukup penting.Istirahat malam yang cukup Kurang tidur di malam hari membuat tubuh lebih rentan lelah setelah makan. Kapan Harus Khawatir?Meski ngantuk setelah makan biasanya normal, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika:Rasa kantuk sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.Anda mencurigai adanya gangguan gula darah atau diabetes.Ada gejala lain seperti pusing ekstrem, jantung berdebar, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Food coma merupakan reaksi tubuh yang wajar setelah makan dan terjadi akibat proses pencernaan serta perubahan hormon. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas bila terjadi terlalu sering. Mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang tepat, menjaga kualitas tidur, dan tetap aktif setelah makan dapat membantu mencegah munculnya food coma. Namun, jika rasa kantuk terasa tidak biasa, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah tepat.Jika sobat Nirmala ingin konsultasi dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan tubuhnya, dapat menuju ke penyedia layanan konsultasi dokter dan pemeriksaan kesehatan lainnya ke dokter kepercayaan sobat Nirmala. Di Poliklinik Gizi Rumah Sakit Panti Nirmala kami didukung oleh dokter-dokter dan petugas medis yang kompeten dibidangnya, adadr. Ongko Susetia T, MNs, Sp.GK, praktek setiap hari Selasa, Rabu, & Jumat pukul 10.00 - 12.00 WIB*Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi melalui WhatsApp berikut (https://wa.me/6281130774417) *Dapatkan informasi jadwal praktik dokter Rumah Sakit Panti Nirmala selengkapnya dapat menghubungi bagian Pendaftaran dan dapat berubah sewaktu-waktuDownload juga informasi dan edukasi mengenai dunia kesehatan dari Rumah Sakit Panti Nirmala ke dalam format digital yang terdiri dari beragam topik dan pembahasan yang menarik dan sayang jika sobat Nirmala lewatkan, silakan klik di sini https://forms.gle/qAmqUU1iZeAB3o1R7 Informasi lebih lanjut mengenai update jadwal dokter harian, reservasi dan pendaftaran pasien secara online, dan beragam konten-konten edukasi yang dapat sobat Panti Nirmala akses secara gratis ada di sini #MerawatPenuhKasihDemiKesembuhan

    RS Pantinirmala

    RS Pantinirmala

    0